Netanyahu: Ada Tanda-Tanda Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan

- Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran pada 28 Februari 2026, menewaskan lebih dari 200 orang termasuk pejabat negara menurut laporan media Iran.
- Presiden Donald Trump menyatakan serangan itu bertujuan melindungi rakyat Amerika dengan menghapus ancaman dari rezim Iran yang dianggap berbahaya.
- Iran membalas dengan menyerang beberapa kota di Timur Tengah, termasuk Yerusalem, memicu ledakan dan meningkatkan ketegangan kawasan.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ada "tanda-tanda yang semakin kuat" bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah "tewas" setelah serangan AS dan Israel.
Citra satelit sebelumnya menunjukkan kerusakan pada kompleks kediaman Khamenei di Teheran, dilansir BBC. Sebuah laporan yang belum dikonfirmasi di Israel dan AS, menyebut Khamenei telah tewas.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Serangan itu menewaskan lebih dari 200 orang menurut media Iran.
"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran, sebuah kelompok kejam yang terdiri dari orang-orang yang sangat keras dan mengerikan," kata Presiden Donald Trump dalam sebuah pesan video, dilansir CNBC.
Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan beberapa kota di Timur Tengah yang memiliki pangkalan militer AS. Ledakan terdengar di sekitar kota-kota tersebut.
















