Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gus Ipul Coret 11 Ribu Penerima Bansos dari DTSEN agar Tepat Sasaran

Gus Ipul Coret 11 Ribu Penerima Bansos dari DTSEN agar Tepat Sasaran
Ilustrasi bansos/ Dok Kemensos
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kemensos dan BPS memperbarui DTSEN Volume 2 untuk memastikan penyaluran bansos Triwulan II 2026 lebih akurat dan tepat sasaran.
  • Sekitar 11.014 keluarga dicoret dari daftar penerima karena inclusion error, sementara ribuan keluarga baru terklasifikasi melalui pemeriksaan lapangan.
  • Kemensos membuka kanal resmi bagi masyarakat yang ingin menyanggah data serta mengintegrasikan DTSEN dengan data kependudukan agar transparansi dan validitas semakin kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TimesKementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume 2 sebagai dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) Triwulan II tahun 2026. Pembaruan ini dilakukan guna memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan pembaruan DTSEN secara berkala merupakan langkah untuk meningkatkan akurasi data penerima bansos.

“Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang menerima. Dan ada yang selama ini menerima tetapi masuk ke inclusion error, sehingga tidak menerima lagi. Jadi memang data ini dinamis,” ujarnya, Rabu (15/4/2025).

1. Sebanyak 11 penerima dicoret

Mensos Saifullah Yusuf bersama Menkop Ferry Juliantono, Menteri Desa Yandri Susanto, menghadiri penandatanganan PKS PM bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026).
Mensos Saifullah Yusuf bersama Menkop Ferry Juliantono, Menteri Desa Yandri Susanto, menghadiri penandatanganan PKS PM bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026). (Dok. Biro Humas Kemensos)

Berdasarkan DTSEN Volume 2 tahun 2026, terdapat sekitar 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dikeluarkan dari daftar penerima bansos (inclusion error). Angka ini setara dengan 0,06 persen dari total penerima bansos Triwulan I 2026.

Kemensos juga memasukkan penerima baru dari hasil pemutakhiran data. Dari 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki desil, sebanyak 27.176 keluarga kini sudah terklasifikasi melalui ground check.

"Sebanyak 25.665 keluarga di antaranya masuk dalam desil 1–4 dan berpotensi menjadi penerima bansos, sementara 1.511 keluarga berada di desil 5 sampai 10 dan masuk ke data inclusion error," ujarnya.

2. Kemensos buka kanal resmi

Mensos Gus Ipul
Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos) gelar Rapat Koordinasi Nasional DTSEN di Hall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (13/11/2025). (Dok. Kemensos)

Gus Ipul menegaskan bahwa Kementerian Sosial membuka kanal resmi bagi masyarakat yang ingin mengajukan sanggahan atau laporan terkait status penerima bansos.

"Untuk yang merasa keberatan tentu diperbolehkan, salurannya sudah kita siapkan. Dengan harapan disertai bukti sehingga bisa kami nilai untuk kelanjutannya," katanya.

3. Kemensos pastikan penyaluran bansos tepat

Ilustrasi Bansos (Foto: IDN Times)
Ilustrasi Bansos (Foto: IDN Times)

Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos transparan dengan data dan membuka partisipasi masyarakat seluas-luasnya.

Selain itu, pemutakhiran DTSEN juga telah diintegrasikan dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat validitas data.

"Melalui langkah ini, Kemensos memastikan penyaluran bansos Triwulan II tahun 2026 lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More