Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nikaragua Akhiri Program Kewarganegaraan Ganda, Kenapa?

ilustrasi bendera Nikaragua (unsplash.com/itscaitlynwilson)
ilustrasi bendera Nikaragua (unsplash.com/itscaitlynwilson)
Intinya sih...
  • Kebijakan kewarganegaraan ganda dianggap hukuman dari diktator oleh kelompok oposisi.
  • Banyak warga Nikaragua yang bekerja di luar negeri dan menikmati status dua kewarganegaraan.
  • Oposisi yang mengasingkan diri tidak akan mendapatkan paspor Nikaragua, hak pilih, atau akses kemudahan dokumen.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Parlemen Nikaragua, pada Jumat (16/1/2026), resmi mengakhiri kebijakan kewarganegaraan ganda. Keputusan ini menjadi pukulan keras bagi oposisi yang mengasingkan diri di luar negeri. 

Dilansir The Tico Times, kebijakan ini membuat warga Nikaragua yang ingin mendapatkan kewarganegaraan asing harus melepas statusnya. Terkecuali untuk warga yang lahir dan masih tinggal di negara Amerika Tengah tersebut. 

Presiden Parlemen Nikaragua, Gustavo Porras menyebut, langkah ini untuk meningkatkan identitas nasional sebagai negara berdaulat. Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi yang sudah memiliki dua kewarganegaraan.

1. Oposisi Nikaragua sebut ini sebagai hukuman dari diktator

Kelompok oposisi, Great Nicaraguan Opposition Confederation mengatakan, kebijakan ini adalah hukuman dari diktator. Mereka memprediksi akan semakin banyak orang yang terpaksa mengasingkan diri dan terpaksa melepaskan hubungan dengan keluarga, properti, dan asal-usulnya. 

Sebab, banyak warga Nikaragua yang bekerja di luar negeri dan menikmati status dua kewarganegaraan. Mereka sudah berkontribusi mengirimkan remitansi dan berkunjung ke Nikaragua tanpa adanya halangan. 

Sementara, bagi oposisi yang mengasingkan diri, kebijakan ini adalah kekalahan besar. Dengan ini, mereka tidak akan mendapatkan paspor Nikaragua, hak pilih, atau akses kemudahan dokumen, seperti sertifikat kelahiran dan lainnya. 

2. Nikaragua bebaskan puluhan oposisi usai ditekan AS

Pekan lalu, rezim Presiden Nikaragua, Daniel Ortega mengumumkan pembebasan 20-30 tahanan politik. Mereka ditangkap dan dihukum karena menjadi oposisi dan kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Ortega. 

Pembebasan ini dilakukan setelah serangan AS ke Venezuela dan menangkap mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Selama ini, Nikaragua di bawah Ortega dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Venezuela di Amerika Latin. 

3. AS berikan peringatan kepada rezim Nikaragua

Sehari sebelumnya, Kedutaan Besar AS di Managua memperingatkan bahwa Nikaragua harus membebaskan tahanan politik, seperti di Venezuela. Washington menyebut masih ada lebih dari 60 tahanan politik di Nikaragua. 

“Venezuela mengambil langkah perdamaian dengan membebaskan sebagian besar tahanan politik. Di Nikaragua masih ada lebih dari 60 orang yang ditahan atau hilang, termasuk pastor, pekerja agama, orang sakit, dan warga lanjut usia,” ungkapnya, dikutip dari Conficencial.

Departemen Urusan Benua Amerika di Kementerian Luar Negeri AS memperingatkan bahwa warga Nikaragua tidak memilih presiden seumur hidup pada pemilihan presiden 2006. Mereka hanya memilih diktator Ortega selama periode 5 tahun. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Daftar Wilayah Banjir Jakarta: Jalan Letjen Suprapto Tak Bisa Dilalui!

18 Jan 2026, 09:12 WIBNews