Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Optimistis, Trump Klaim Damai dengan Iran Akan Segera Datang

Optimistis, Trump Klaim Damai dengan Iran Akan Segera Datang
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai dengan Iran segera tercapai, meski tetap menegaskan larangan kepemilikan senjata nuklir bagi Teheran.
  • Iran belum memberikan tanggapan resmi atas proposal AS dan menilai isi dokumen tersebut lebih mencerminkan keinginan Washington daripada kesepakatan yang realistis.
  • Negosiasi masih terhambat isu program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz, sementara kedua pihak mempertahankan posisi keras di tengah tekanan militer dan diplomatik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump optimistis kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai di tengah upaya negosiasi untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak Februari lalu. Trump bahkan menyebut konflik tersebut bisa segera berakhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara kepada jurnalis di Gedung Putih pada Rabu (30/4/2026). DIa mengklaim pembicaraan antara Washington dan Teheran dalam 24 jam terakhir menunjukkan perkembangan positif.

“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan,” ujar Trump, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (7/5/2026).

Trump mengatakan, Iran ingin mencapai kesepakatan dengan AS. Namun, dia kembali menegaskan syarat utama Washington tetap sama, yakni Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, dan jika kita sampai di sana, mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata dia.

1. Trump ancam kembali bombardir Iran

Donald Trump sedang berpidato.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Di tengah nada optimistisnya, Trump tetap melontarkan ancaman keras jika proses negosiasi gagal mencapai hasil. Dalam wawancara dengan PBS, dia menyebut AS siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

“Saya pikir ada peluang yang sangat bagus untuk mengakhirinya dan jika tidak berakhir, kami harus kembali membombardir mereka habis-habisan,” ujar Trump.

Tak lama setelah itu, dalam panggilan bersama para pendukung partainya, Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa perang tidak akan berlangsung lama.

“Ini akan segera berakhir,” kata Trump.

Pernyataan tersebut muncul ketika laporan mengenai potensi kesepakatan damai mulai beredar luas. Mengutip sumber Pakistan dan pihak yang mengetahui proses mediasi, AS dan Iran disebut hampir menyepakati memorandum satu halaman untuk mengakhiri konflik secara resmi.

Media AS Axios juga melaporkan kedua negara sedang mendekati kesepakatan dokumen berisi 14 poin. Dalam proposal itu, Iran disebut akan menghentikan pengayaan uranium selama sedikitnya 12 tahun dan tidak mengembangkan senjata nuklir.

Sebagai gantinya, AS akan mencabut sanksi serta membuka akses terhadap miliaran dolar aset Iran yang dibekukan.

2. Iran belum beri jawaban resmi

Masoud Pezeshkian sedang tersenyum.
potret Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (media.mehrnews.com/Ayoub Ghaderi via commons.wikimedia.org/Ayoub Ghaderi)

Meski laporan mengenai kemajuan negosiasi terus bermunculan, Iran menegaskan belum memberikan tanggapan resmi atas proposal yang diajukan Washington melalui mediator Pakistan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan, proses peninjauan terhadap proposal masih berlangsung.

“Penyelidikan terhadap teks yang dipertukarkan masih berlangsung,” ujar Baghaei.

Sementara itu, Anggota Parlemen Iran sekaligus Juru Bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional, Ebrahim Rezaei, mengatakan, proposal AS lebih menyerupai daftar keinginan Washington dibanding kesepakatan realistis.

“Amerika tidak akan mendapatkan apa pun dalam perang yang mereka kalah ini yang tidak mereka dapatkan dalam negosiasi tatap muka,” tulisnya di media sosial.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga melaporkan proposal AS memuat sejumlah poin yang tidak dapat diterima Teheran, meski tidak menjelaskan detailnya.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, bahkan menyindir laporan soal kedekatan kesepakatan itu. Dalam unggahan berbahasa Inggris di media sosial, dia menulis, “Operation Trust Me Bro gagal.”

3. Selat Hormuz dan nuklir jadi titik sengketa

ilustrasi Selat Hormuz
ilustrasi Selat Hormuz (pixabay.com/Bergadder)

Di balik upaya diplomatik yang terus berjalan, sejumlah isu utama masih menjadi ganjalan antara kedua negara. Dua di antaranya adalah program nuklir Iran dan kontrol atas Selat Hormuz.

Iran menegaskan, program pengayaan uraniumnya tidak dapat dinegosiasikan. Teheran juga menolak memindahkan sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya tinggi ke luar negeri.

Laporan Al Jazeera menyebut Iran juga mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz sebagai garis merah dalam negosiasi. Korps Garda Revolusi Iran bahkan mengumumkan protokol baru untuk kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut. Dalam aturan itu, kapal diwajibkan melakukan pembayaran menggunakan mata uang Iran untuk bisa melintas.

Selain itu, negara-negara yang terlibat dalam perang disebut harus membayar kompensasi sebelum mendapatkan izin transit.

Sementara itu, militer AS tetap melanjutkan blokade terhadap kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Rabu mengumumkan pihaknya melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, setelah kapal itu disebut mengabaikan sejumlah peringatan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan, dirinya dan Trump sepakat seluruh uranium yang telah diperkaya harus dipindahkan dari Iran.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More