Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

IUCN Puji Indonesia soal Kebijakan Konservasi Gajah dan Badak

IUCN Puji Indonesia soal Kebijakan Konservasi Gajah dan Badak
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026). (Dok. Kemenhut)
Intinya Sih
  • IUCN SSC memuji langkah Indonesia dalam konservasi gajah dan badak, menilai kebijakan pemerintah menunjukkan komitmen politik kuat serta pendekatan kolaboratif yang efektif.
  • Amirthara Christy Williams menyebut perhatian dan strategi pemerintah menempatkan Indonesia di jalur tepat melindungi satwa terancam punah, dengan harapan populasi badak meningkat satu dekade mendatang.
  • Heidi S Riddle menilai dukungan aktif Presiden dan Menteri Kehutanan menjadi momentum penting bagi penguatan kebijakan konservasi gajah di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - IUCN Species Survival Commission (SSC) memuji Indonesia terkait upaya konservasi gajah dan badak. Hal tersebut disampaikam langsung ke Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam pertemuan di Jakarta pada Rabu (6/5/2026).

Momen pertemuan tersebut diunggah Menhut di instagram pribadinya @rajaantoni.

“Dalam pertemuan ini mereka menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah konservasi gajah dan badak yang dilakukan pemerintah Presiden Prabowo. Menurut mereka komitmen politik yang kuat, penguatan kebijakan, serta pendekatan kolaboratif menjadi fondasi penting bagi masa depan konservasi satwa di Indonesia,” ujar Menhut.

1. Indonesia dinilai mulai memberikan perhatian yang cukup

Pejabat Kementerian Kehutanan dan perwakilan IUCN SSC duduk berdiskusi di ruang pertemuan modern di Jakarta.
Pertemuan Kemenhut dengan IUCN Species Survival Commission (SSC) di Jakarta Rabu (6/5/2026). (Dok. Kemenhut)

Chair IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group (AsRSG), Amirthara Christy Williams menilai, berbagai langkah strategis menempatkan RI pada jalur yang tepat dalam melindungi satwa yang berstatus terancam punah.

“Saya melihat pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian yang cukup dan mengambil langkah yang tepat. Diharapkan, dalam satu dekade ke depan populasi badak bisa meningkat," kata Amirthara dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

2. Komitmen politik menjadi titik penting dalam sejarah konservasi

064F470A-ED1E-443F-B634-47D9F74C1226.jpeg
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026). (Dok. Kemenhut)

Amirthara berpandangan, komitmen politik yang ditunjukkan saat ini menjadi titik penting dalam sejarah konservasi Indonesia. Kendati demikian, Amirthara menekankan pentingnya memastikan implementasi program di lapangan berjalan efektif.

“Saya rasa ini pertama kalinya kami melihat komitmen terhadap konservasi datang dari level politik tertinggi di negara ini. Kami sangat berterima kasih kepada Presiden dan Menteri keduanya telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dan meletakkan fondasi awal yang kuat,” jelas dia.

3. Dukungan dari pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong kebijakan konservasi.

FBB3DBC3-2CBC-4696-BC94-E8CFDD20B584.jpeg
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026). (Dok. Kemenhut)

Sementara itu, Chair IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group (AsESG), Heidi S Riddle berpandangan momentum kuat dalam konservasi gajah Indonesia saat ini. Kata dia, dukungan dari pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong kebijakan konservasi.

“Saat ini adalah momentum yang sangat baik karena ada perhatian besar dari Menteri yang sedang menjabat, juga dari Presiden, untuk benar-benar melakukan langkah nyata dalam mendukung konservasi gajah di Indonesia,” ucap Heidi.

Adapun IUCN SSC sendiri adalah komisi penyelamatan spesies di bawah IUCN yang berperan menilai status spesies, memberi rekomendasi konservasi, dan mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati secara global.

Selain itu, IUCN adalah organisasi lingkungan internasional tertua dan terbesar di dunia dan lembaga yang menerbitkan Daftar Merah Spesies Terancam Punah sebagai panduan paling berpengaruh untuk status keanekaragaman hayati dunia.

“Masukan dan dukungan dari komunitas konservasi internasional seperti IUCN menjadi pengingat bahwa menjaga gajah, badak, dan habitatnya bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” ujar Menhut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More