Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penembakan di Gedung Putih: Trump Aman, Pelaku Tewas

Penembakan di Gedung Putih: Trump Aman, Pelaku Tewas
Gedung Putih, Washington DC
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dekat Gedung Putih, memicu baku tembak dengan Secret Service yang menewaskan pelaku dan melukai satu warga sipil.
  • Donald Trump dipastikan aman saat insiden terjadi, sementara investigasi terhadap identitas dan motif pelaku masih berlangsung oleh pihak berwenang.
  • Penembakan ini menambah daftar panjang ancaman terhadap Trump, yang sebelumnya beberapa kali menjadi target serangan bersenjata dalam berbagai kesempatan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat. Insiden itu berujung baku tembak dengan agen Secret Service Amerika Serikat yang menewaskan pelaku di lokasi kejadian.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berada di Gedung Putih saat insiden terjadi. Namun, pihak Secret Service memastikan, Trump tidak terdampak dalam peristiwa tersebut.

Penembakan terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat di dekat perimeter keamanan Gedung Putih. Menurut Kepala Komunikasi Secret Service Anthony Guglielmi, pelaku mengeluarkan senjata dari dalam tas sebelum mulai menembak.

“Polisi Secret Service membalas tembakan dan mengenai tersangka yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, tempat ia dinyatakan meninggal dunia,” kata Guglielmi dalam pernyataannya.

Dalam insiden itu, seorang warga sipil juga terkena tembakan. Namun hingga kini kondisi korban belum dijelaskan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

1. Baku tembak picu kepanikan sekitar Gedung Putih

potret agen Dinas Rahasia AS saat melakukan operasi perlindungan (commons.wikimedia.org/U.S. Secret Service)
potret agen Dinas Rahasia AS saat melakukan operasi perlindungan (commons.wikimedia.org/U.S. Secret Service)

Suasana di sekitar Gedung Putih langsung berubah kacau setelah suara tembakan terdengar berulang kali. Aparat keamanan dan polisi segera mengepung lokasi serta menutup akses di area sekitar.

Sejumlah saksi mata mengaku awalnya mengira suara tersebut berasal dari kembang api sebelum menyadari bahwa itu adalah suara tembakan.

“Kami mendengar mungkin 20 sampai 25 suara yang terdengar seperti kembang api, tetapi ternyata itu suara tembakan, lalu semua orang mulai berlari,” ujar turis asal Kanada, Reid Adrian, kepada AFP, Minggu (24/5/2026).

Para jurnalis yang sedang berada di North Lawn Gedung Putih juga diperintahkan untuk berlindung di ruang pengarahan pers.

Koresponden ABC News, Selina Wang, bahkan sempat merekam video untuk media sosial ketika penembakan terjadi. Suara tembakan terekam jelas sebelum ia menjatuhkan diri ke tanah untuk berlindung.

“Terdengar seperti puluhan tembakan,” tulis Wang di platform X.

2. Trump ungkap pelaku punya riwayat kekerasan

https://unsplash.com/id/foto/fotografi-skala-abu-abu-orang-yang-memegang-pistol-ugdKmhDg1m8
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)

Dalam pernyataan di media sosial, Donald Trump mengatakan, pelaku diduga memiliki riwayat kekerasan dan obsesi terhadap Gedung Putih. Trump saat itu sedang berada di Gedung Putih dan disebut tengah mengupayakan negosiasi terkait Iran ketika penembakan terjadi.

Pihak Secret Service memastikan, tidak ada agen yang terluka dalam baku tembak tersebut. Namun investigasi mengenai identitas dan motif pelaku masih berlangsung.

Insiden ini kembali menyoroti ketatnya pengamanan terhadap Trump, yang dalam beberapa tahun terakhir beberapa kali menjadi target dugaan percobaan pembunuhan.

“Syukurlah Presiden Trump aman,” tulis anggota Partai Republik di DPR AS melalui akun X.

Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Secret Service atas respons cepat yang disebut “heroik” dalam menghadapi situasi tersebut.

3. Trump beberapa kali jadi target penembakan

Donald Trump baru turun dari helikopter.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Donald Trump, yang kini berusia 79 tahun, tercatat telah beberapa kali menghadapi ancaman keamanan serius. Insiden terbaru sebelum penembakan ini terjadi pada 25 April lalu ketika seorang pria bersenjata menerobos pos pemeriksaan keamanan di hotel tempat Trump menghadiri acara media.

Pelaku saat itu tidak sempat mendekati Trump maupun tamu lainnya sebelum diamankan aparat.

Pada Juli 2024, Trump juga menjadi target penembakan saat berkampanye di Butler, Pennsylvania. Seorang penonton tewas dalam insiden tersebut, sementara Trump mengalami luka ringan di telinga.

Beberapa bulan kemudian, pria bersenjata lain ditangkap di lapangan golf West Palm Beach saat Trump sedang bermain golf.

Trump sebelumnya juga menyebut faktor keamanan sebagai salah satu alasan pembangunan ballroom baru di Gedung Putih. Proyek senilai 400 juta dolar AS itu disebut akan memiliki enam lantai bawah tanah termasuk rumah sakit militer bawah tanah dan area yang diklaim tahan terhadap serangan drone.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More