Dunia Sedang Menyaksikan Kurangnya Komunikasi Publik Pemerintah RI

- Krisis komunikasi publik pemerintah RI terjadi akibat demo, kematian pengemudi ojek online, dan penjarahan rumah anggota DPR.
- Pengamat hubungan internasional menilai pemerintah harus melakukan komunikasi yang intensif dengan melibatkan tokoh-tokoh nasional.
- Media asing seperti The Straits Times, Al Jazeera, dan NHK Jepang menyoroti kurangnya komunikasi pemerintah Indonesia dengan masyarakatnya sendiri.
Jakarta, IDN Times - Media asing masih terus memberitakan demonstrasi yang terjadi di Indonesia. Mulai dari demo 25 Agustus, kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan akibat dilindas mobil rantis, demo di berbagai kota di Indonesia, hingga penjarahan rumah para anggota DPR.
Menurut pengamat hubungan internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, krisis yang terjadi saat ini memaksa pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi publik.
"Dapat disimpulkan, jika krisi ini telah berlangsung di tingkat nasional, sehiingga memaksa pemerintah Indonesia untuk memperbaiki komunikasi publik, di mana masyarakat semakin terpecah antara mendukung pemerintah dan mengkritisi pemerintah yang tidak tegas," kata Rezasyah kepada IDN Times, Minggu (31/8/2025).
Menurut Reza, dalam waktu singkat pemerintah baiknya melakukan komunikasi yang semakin intensif dengan melibatkan tokoh-tokoh nasional. Terlebih dengan mereka yang mampu berkomunikasi secara hati-hati dengan masyarakat.
"Dalam krisis kali ini, diharapkan pemerintah mampu mencegah terjadinya perpecahan dalam masyarakat secara lebih jauh, dimana mereka lebih mengandalkan media massa asing, sehingga bergerak seperti skenario 'Arab Spring'," serunya.
Ia menegaskan, jika pemerintah tidak memperbaiki komunikasi publiknya dan demo terus berlanjut, maka dapat merontokkan kredibilitas global Indonesia. "Pemerintah Indonesia dan DPR akan dianggap tidak mampu bermitra sebagai pilar demokrasi modern," sambung dia.
Sementara itu, sejumlah besar media internasional, sebut saja The Straits Times, Al Jazeera, NHK Jepang, New York Times, The Guardian dan lainnya memberitakan mengenai demonstrasi dan kericuhan di Indonesia. NHK Jepang menyebut pemerintah Indonesia tidak berkomunikasi baik dengan masyarakatnya sendiri.
Sejumlah media juga menyoroti ketimpangan ekonomi Indonesia, yang meskipun angka pertumbuhannya naik 5 persen per tahun, namun tidak dinikmati para pekerja sektor informal yang semakin terpinggirkan.
#salingjagasesamawarga