Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 4,96 Persen, Investasi Tembus Rp270,9 T

- Ekonomi Jakarta tumbuh 4,96 persen pada triwulan III 2025
- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta mencapai level 145,33 pada Desember 2025
- Realisasi penanaman modal di Jakarta sepanjang 2025 mencapai Rp270,9 triliun
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kinerja perekonomian Jakarta sepanjang 2025 berada dalam tren positif dan stabil. Kondisi tersebut tercermin dari berbagai indikator makroekonomi yang menunjukkan penguatan dan kepercayaan publik.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 4,96 persen. Angka ini memperlihatkan pemulihan ekonomi yang konsisten di tengah dinamika nasional dan global.
Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 mencapai level 145,33. Capaian tersebut menandakan tingginya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan prospek ke depan.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Jakarta tercatat sebesar 2,63 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,92 persen.
“Capaian ini menunjukkan pemulihan dan stabilitas perekonomian Jakarta berjalan dengan baik,” kata Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (21/1/2026).
1. Investasi 2025 capai Rp270,9 triliun

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal di Jakarta sepanjang 2025 mencapai Rp270,9 triliun. Menurut Pramono, capaian tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan pemerintahan di Jakarta.
"Realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp 270,9 triliun. Ini sebagai indikator kuatnya kepercayaan investor pada pemerintahan Jakarta," ucapnya.
2. UMP DKI Jakarta 2026 naik 6,17 persen

Pada sektor ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sebesar Rp5.729.876. Nilai tersebut naik 6,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pramono menjelaskan, penetapan upah minimum sektoral juga telah diselesaikan. Namun, kebijakan tersebut tidak diumumkan secara terbuka kepada publik.
“Sebenarnya UMP untuk sektoral DKI Jakarta juga sudah selesai, dan mudah-mudahan nanti teman-teman akan tahu dengan sendirinya karena UMP sektoral kami tidak umumkan," katanya.
3. APBD 2025 surplus, SiLPA capai Rp5,78 triliun

Dari sisi pengelolaan anggaran, APBD DKI Jakarta 2025 tercatat sebesar Rp91,86 triliun. Hingga 31 Desember 2025, realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp79,94 triliun. Pendapatan tersebut tidak hanya bersumber dari pajak dan retribusi daerah, tetapi juga dari pemanfaatan aset daerah senilai Rp448 miliar.
Sementara itu, realisasi Belanja Daerah tercatat sebesar Rp76,05 triliun, dengan Pembiayaan Daerah mencapai Rp1,89 triliun. Pada akhir tahun anggaran, DKI Jakarta mencatatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp5,78 triliun.
"Pembiayaan Daerah tercatat Rp 1,89 triliun. SiLPA pada Desember 2025 Rp 5,78 triliun. Dengan surplus anggaran sebesar Rp 3,89 triliun," ucapnya.
Capaian tersebut menegaskan solidnya pengelolaan fiskal Jakarta sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah untuk menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang.

















