Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kala Teddy Bertemu Raffi-Yovie, Bahas Industri Seni Kenalkan Budaya RI

Kala Teddy Bertemu Raffi-Yovie, Bahas Industri Seni Kenalkan Budaya RI
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Intinya Sih
  • Teddy Indra Wijaya berdiskusi santai dengan Raffi Ahmad dan Yovie Widianto di Kantor Sekretariat Kabinet, membahas peran seni dan generasi muda dalam memperkuat identitas nasional.
  • Pertemuan menyoroti pentingnya reposisi Bahasa Indonesia agar menjadi kekuatan kreatif dan simbol identitas bangsa yang mampu mendorong ekonomi kreatif.
  • Gagasan utama adalah membawa Bahasa Indonesia mendunia lewat karya seni, terinspirasi dari keberhasilan diplomasi budaya Korea Selatan dan Tiongkok melalui industri hiburan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Suasana sore di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, tampak berbeda pada Rabu (18/3/2026). Di tengah kesibukan birokrasi, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memilih momen santai "ngabuburit" buat berdiskusi dengan dua sosok kondang dunia hiburan Tanah Air.

Kedua sosok itu kini sudah masuk ke Kabinet Merah Putih, yakni Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto.

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam. Momen pertemuan diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet.

1. Bahas soal seni

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

Fokus utama diskusi ini tertuju pada peran besar musisi, pekerja seni, serta generasi muda dalam membangun narasi besar tentang identitas nasional di kancah global.

Salah satu poin krusial yang dibicarakan adalah reposisi Bahasa Indonesia. Bahasa nasional dipandang perlu ditempatkan lebih dari sekadar alat komunikasi sehari-hari bagi masyarakat.

Kekayaan linguistik nusantara harus bertransformasi menjadi modal kreatif sekaligus kekuatan identitas bangsa yang mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif secara signifikan.

2. Bahasa Indonesia harus bisa semakin mendunia

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

Gagasan yang muncul dalam ruang diskusi tersebut adalah membawa Bahasa Indonesia agar semakin mendunia. Seni, film, serta musik dianggap sebagai kendaraan paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut tanpa terkesan kaku.

Melalui karya-karya populer, kosa kata asli Indonesia diharapkan dapat menyusup masuk ke dalam percakapan masyarakat internasional di berbagai belahan bumi.

3. Negara di Asia lain juga mengenalkan bahasanya

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

Strategi ini terinspirasi dari keberhasilan negara lain yang sukses melakukan diplomasi budaya melalui industri hiburan mereka.

Korea Selatan menjadi contoh nyata bagaimana kosa kata seperti "Saranghae" atau "Annyeong" kini akrab di telinga penduduk dunia berkat drama dan musik K-Pop. Pola serupa juga terlihat pada Bahasa Mandarin melalui kata-kata universal semacam "Ni Hao" serta "Xiexie" yang dikenal luas di berbagai negara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More