Satu Orang Tewas akibat Penembakan di Rumah Sakit AS

- Penembakan di Rumah Sakit Wilmington, Delaware, menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya; pelaku berusia 23 tahun berhasil ditangkap setelah sempat melarikan diri.
- Rumah sakit sempat memberlakukan lockdown dan mengalihkan pasien ke fasilitas lain, sementara saksi mendengar dua kali tembakan dari lantai dasar sebelum situasi dikendalikan.
- Penyelidikan masih berlangsung dengan proses ekstradisi dan dakwaan terhadap tersangka menunggu keputusan, sementara pejabat negara menyampaikan keprihatinan atas kekerasan bersenjata tersebut.
Jakarta, IDN Times - Penembakan terjadi di sebuah rumah sakit di negara bagian Delaware, Amerika Serikat (AS). Insiden itu menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya.
Polisi mengatakan, penembakan di Rumah Sakit Wilmington terjadi pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Tersangka, seorang pria berusia 23 tahun, telah ditangkap setelah sempat melarikan diri. Penyelidikan awal menyimpulkan bahwa penembakan tersebut merupakan insiden terisolasi yang ditargetkan. Identitas para korban maupun tersangka hingga kini belum dirilis ke publik.
1. Rumah sakit terapkan lockdown saat terjadinya penembakan

Dilansir The Guardian, ChristianaCare, jaringan layanan kesehatan yang menaungi Rumah Sakit Wilmington, menyatakan bahwa departemen gawat darurat mengalihkan pasien ke fasilitas lain selama lockdown berlangsung. Status tersebut telah dicabut pada Selasa malam.
"Hati kami bersama para korban, keluarga mereka, orang-orang yang mereka cintai dan semua pihak yang terdampak oleh kekerasan yang terjadi hari ini. Ini adalah momen yang tragis dan sangat menyakitkan bagi komunitas kami," kata Jennifer Schwartz, presiden dan CEO terpilih ChristianaCare, kepada para wartawan.
2. Saksi dengar suara tembakan dari lantai dasar

Brian Pfeffer, seorang pemandu pasien di rumah sakit, menceritakan bahwa dirinya sedang bekerja di ruang gawat darurat ketika ia mendengar dua tembakan keras dari lantai dasar. Ia berhasil berlari ke luar sebelum rumah sakit memberlakukan lockdown. Baginya, peristiwa itu sangat menakutkan karena terjadi di dalam rumah sakit, di mana orang biasanya merasa aman.
“Banyak orang datang ke sini hanya untuk merasa aman. Sekarang hal seperti ini terjadi, jadi ini menakutkan, sangat menakutkan," kata Pfeffer.
Sejumlah lembaga, termasuk Biro Investigasi Federal (FBI) dan Kepolisian Negara Bagian Delaware, segera menuju lokasi untuk membantu. Polisi sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya tengah meninjau rekaman kamera pengawas untuk mencari tahu bagaimana tersangka meninggalkan rumah sakit setelah penembakan.
3. Ekstradisi dan dakwaan terhadap tersangka masih dalam proses

Kepala Kepolisian Wilmington, Wilfredo Campos, mengatakan bahwa petugas akan bekerja keras untuk menyeret pelaku ke pengadilan. Saat ini, proses ekstradisi dan dakwaan terhadap tersangka masih menunggu keputusan.
Sementara itu, Gubernur Delaware, Matt Meyer, mengatakan bahwa penembakan tersebut sangat berdampak bagi keluarganya, mengingat istrinya bekerja di ChristianaCare dan hendak berangkat kerja pada sore itu.
“Setiap warga Delaware berhak merasa aman baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja maupun saat mencari perawatan di rumah sakit. Hari ini menjadi pengingat yang menyedihkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal dari dampak kehancuran akibat kekerasan bersenjata,” kata Meyer dalam konferensi pers, dikutip dari CNN.















