ilustrasi senjata api (pixabay.com/Piotr Zakrzewski)
Aksi pembantaian tersebut terjadi secara tiba-tiba ketika sebagian besar penduduk desa sedang beristirahat. Kelompok penyerang bergerak menyisir kawasan pemukiman warga dari rumah ke rumah sambil membawa senjata api dan parang. Sebagian besar korban tewas dilaporkan terdiri dari kelompok rentan, yaitu kelompok perempuan serta anak-anak.
Kepada AFP, seorang penyintas bernama Mathew Joseph membagikan kesaksian mencekam saat dirinya terbangun akibat kegaduhan di luar rumah. "Kami sedang tidur, kami mendengar suara-suara, beberapa orang di lingkungan kami berteriak," ujar Joseph. Ia menambahkan, "Aku melihat melalui jendela dan melihat beberapa pria bersenjata mendekati rumah kami. Sebelum mereka tiba, kami berhasil melarikan diri."
Jumlah korban jiwa dipastikan meningkat setelah beberapa warga yang mengalami luka berat mengembuskan napas terakhir. Pejabat dewan lokal Lemun Le'an Iliya mengonfirmasi 24 korban tewas, termasuk satu warga yang meninggal di rumah sakit.
Seorang warga setempat, Amos John, menyebutkan total korban meninggal dunia telah mencapai sedikitnya 25 orang. Sementara itu, pihak kepolisian setempat menginformasikan bahwa personel keamanan telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penilaian situasi.