Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sarah Ferguson Dilaporkan Pinjam Uang ke Epstein 15 Ribu Pound Sterling, untuk Apa?

Sarah Ferguson di Toronto International Film Festival 2009
Sarah Ferguson di Toronto International Film Festival 2009 (Gordon Correll, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Sarah Ferguson menerima bantuan dana sekitar 15 ribu pound sterling dari Jeffrey Epstein untuk menutupi utang pribadi, meskipun sebelumnya berjanji tidak akan berhubungan lagi dengannya.
  • Reaksi publik Inggris terhadap skandal yang melibatkan keluarga kerajaan, banyak badan amal memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan keterlibatan dengan Ferguson setelah email tahun 2011 terbongkar.
  • Perbedaan antara pernyataan publik dan komunikasi pribadi Sarah Ferguson terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, memicu pertanyaan publik soal konsistensi sikapnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sarah Ferguson, mantan Duchess of York dan eks istri Andrew Mountbatten-Windsor, kembali menjadi sorotan media internasional setelah dokumen resmi yang dirilis oleh U.S. Department of Justice memperlihatkan hubungan finansialnya dengan terpidana kasus pelecehan seksual Jeffrey Epstein, termasuk pengakuannya tentang menerima sekitar 15 ribu pound sterling dari Epstein untuk menutupi utang pribadi. Ferguson pernah menyebut keputusan itu sebagai “kesalahan besar dalam penilaian”.

1. Hubungan finansial dan permintaan bantuan

Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein (Sumber: U.S. Department of Justice/Epstein Files)

Pada awal 2010-an, Ferguson berada dalam tekanan keuangan dan menerima bantuan dana dari Jeffrey Epstein. Di sebuah wawancara tahun 2011 dengan surat kabar Evening Standard, dia menyatakan bahwa pinjaman sekitar 15 ribu pound sterling atau sekitar Rp300 juta yang diterimanya dari Epstein untuk membayar utang adalah “kesalahan penilaian yang besar” dan berjanji tidak akan berhubungan lagi dengan Epstein, dilansir ABC.

Namun, pada bulan berikutnya, Ferguson disebut mengirimkan email kepada Epstein yang berisi permintaan maaf karena telah mengaitkannya dengan kasus pelecehan seksual. Dalam korespondensi itu, ia menggambarkan Epstein sebagai sosok yang selama ini dianggapnya sebagai sahabat yang setia, dermawan, dan sangat dekat dengan dirinya serta keluarganya, sebagaimana diberitakan media Inggris. Keaslian email tersebut hingga kini belum dapat dipastikan secara independen.

2. Reaksi publik Inggris atas skandal yang menyeret keluarga kerajaan

Pemandangan ke arah barat laut di sepanjang Bridge Street, Cambridge, Inggris. Di tengah sebelah kiri adalah Gereja St Clement.
Pemandangan ke arah barat laut di sepanjang Bridge Street, Cambridge, Inggris. Di tengah sebelah kiri adalah Gereja St Clement. ( Rept0n1x, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Pemberitaan tentang pinjaman dana dan hubungan Ferguson dengan Epstein memicu reaksi kuat dari organisasi sosial dan publik. Setelah email tahun 2011 terbongkar di mana ia menyebut Epstein sebagai “supreme friend” menjadi konsumsi media, banyak badan amal di Inggris memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan keterlibatan dengan Ferguson. Organisasi seperti The Natasha Allergy Research Foundation dan Prevent Breast Cancer mengakhiri hubungannya dengan sang Duchess, dilansir The Guardian.

Selain itu, dalam beberapa kasus terbaru, email-email terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS juga menunjukkan Ferguson bahkan menawarkan koneksi sosial kepada Epstein, yang menambah sorotan negatif media terhadapnya.

3. Perbedaan antara pernyataan publik dan komunikasi pribadi

Sarah Ferguson di Leeds tahun 2008
Sarah Ferguson di Leeds tahun 2008 (GuitarStrummer56, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Di satu sisi, Ferguson secara terbuka menyampaikan penyesalan dan menegaskan tidak ingin lagi memiliki hubungan apa pun dengan Jeffrey Epstein. Pernyataan itu disampaikan sebagai sikap tegas terhadap kejahatan seksual dan upaya menjaga jarak dari sosok yang telah divonis bersalah.

Namun, kemunculan korespondensi pribadi yang dikirim setelah pernyataan publik tersebut justru menunjukkan nada yang berbeda, termasuk ungkapan permintaan maaf dan pujian terhadap Epstein. Kontras ini memicu pertanyaan publik soal konsistensi sikap Ferguson, sekaligus memperkuat sorotan media terhadap hubungannya dengan Epstein yang dinilai belum sepenuhnya terputus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Melakukan Penistaan Agama

06 Feb 2026, 20:20 WIBNews