Sarah Ferguson Dilaporkan Pinjam Uang ke Epstein 15 Ribu Pound Sterling, untuk Apa?

- Sarah Ferguson menerima bantuan dana sekitar 15 ribu pound sterling dari Jeffrey Epstein untuk menutupi utang pribadi, meskipun sebelumnya berjanji tidak akan berhubungan lagi dengannya.
- Reaksi publik Inggris terhadap skandal yang melibatkan keluarga kerajaan, banyak badan amal memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan keterlibatan dengan Ferguson setelah email tahun 2011 terbongkar.
- Perbedaan antara pernyataan publik dan komunikasi pribadi Sarah Ferguson terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, memicu pertanyaan publik soal konsistensi sikapnya.
Jakarta, IDN Times - Sarah Ferguson, mantan Duchess of York dan eks istri Andrew Mountbatten-Windsor, kembali menjadi sorotan media internasional setelah dokumen resmi yang dirilis oleh U.S. Department of Justice memperlihatkan hubungan finansialnya dengan terpidana kasus pelecehan seksual Jeffrey Epstein, termasuk pengakuannya tentang menerima sekitar 15 ribu pound sterling dari Epstein untuk menutupi utang pribadi. Ferguson pernah menyebut keputusan itu sebagai “kesalahan besar dalam penilaian”.
1. Hubungan finansial dan permintaan bantuan

Pada awal 2010-an, Ferguson berada dalam tekanan keuangan dan menerima bantuan dana dari Jeffrey Epstein. Di sebuah wawancara tahun 2011 dengan surat kabar Evening Standard, dia menyatakan bahwa pinjaman sekitar 15 ribu pound sterling atau sekitar Rp300 juta yang diterimanya dari Epstein untuk membayar utang adalah “kesalahan penilaian yang besar” dan berjanji tidak akan berhubungan lagi dengan Epstein, dilansir ABC.
Namun, pada bulan berikutnya, Ferguson disebut mengirimkan email kepada Epstein yang berisi permintaan maaf karena telah mengaitkannya dengan kasus pelecehan seksual. Dalam korespondensi itu, ia menggambarkan Epstein sebagai sosok yang selama ini dianggapnya sebagai sahabat yang setia, dermawan, dan sangat dekat dengan dirinya serta keluarganya, sebagaimana diberitakan media Inggris. Keaslian email tersebut hingga kini belum dapat dipastikan secara independen.
2. Reaksi publik Inggris atas skandal yang menyeret keluarga kerajaan

Pemberitaan tentang pinjaman dana dan hubungan Ferguson dengan Epstein memicu reaksi kuat dari organisasi sosial dan publik. Setelah email tahun 2011 terbongkar di mana ia menyebut Epstein sebagai “supreme friend” menjadi konsumsi media, banyak badan amal di Inggris memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan keterlibatan dengan Ferguson. Organisasi seperti The Natasha Allergy Research Foundation dan Prevent Breast Cancer mengakhiri hubungannya dengan sang Duchess, dilansir The Guardian.
Selain itu, dalam beberapa kasus terbaru, email-email terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS juga menunjukkan Ferguson bahkan menawarkan koneksi sosial kepada Epstein, yang menambah sorotan negatif media terhadapnya.
3. Perbedaan antara pernyataan publik dan komunikasi pribadi

Di satu sisi, Ferguson secara terbuka menyampaikan penyesalan dan menegaskan tidak ingin lagi memiliki hubungan apa pun dengan Jeffrey Epstein. Pernyataan itu disampaikan sebagai sikap tegas terhadap kejahatan seksual dan upaya menjaga jarak dari sosok yang telah divonis bersalah.
Namun, kemunculan korespondensi pribadi yang dikirim setelah pernyataan publik tersebut justru menunjukkan nada yang berbeda, termasuk ungkapan permintaan maaf dan pujian terhadap Epstein. Kontras ini memicu pertanyaan publik soal konsistensi sikap Ferguson, sekaligus memperkuat sorotan media terhadap hubungannya dengan Epstein yang dinilai belum sepenuhnya terputus.

















