Astro Berikan Pendampingan Hukum Terhadap Mitra Korban Penganiayaan

- Mobil menabrak motor mitra Astro hingga rusak parah
- Para pelaku melakukan pemukulan terhadap karyawan yang berada di lokasi
- Pelaku mengancam korban dan memberikan uang agar tidak melapor ke polisi
Jakarta, IDN Times - Manajemen Astro buka suara soal pengeroyokan yang menimpa tujuh orang mitranya di Hub Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Astro memastikan akan memberikan pendampingan penuh terhadap para korban.
Astro menegaskan tak akan memberikan toleransi terhadap kekerasan dan penganiayaan. Tujuh korban kini telah menjalani visum, meskipun para korban belum berencana membuat laporan polisi.
“Dalam hal apapun, lokasi mana pun, unfortunately itu terjadi di lokasi kami. Dan pendampingan kami lakukan terus-menerus day by day terkait dengan kondisi mereka, perhatian dari pihak perusahaan juga kami terus berikan kepada mereka," kata AVP of People and Legal Astro, David Lusikooy, Jumat (6/2/2026).
1. Mobil pelaku menabrak motor mitra Astro hingga rusak parah

Peristiwa ini bermula saat sebuah mobil menabrak dua sepeda motor milik karyawan yang terparkir di area operasional Hub Astro Ampera, Jakarta Selatan, pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
Kendaraan itu kemudian menabrak pohon di area parkir hub hingga mengalami kerusakan berat. Beberapa karyawan yang berjaga mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi pengemudi.
"Namun karena satu dan lain hal, pengemudi menyalakan mobilnya dan melakukan panggilan mobile phone," kata dia.
2. Para pelaku langsung melakukan pemukulan

Tak berselang lama, dua mobil lain datang membawa sekitar enam hingga delapan pria. Mereka tiba-tiba mencari tahu siapa yang melakukan pemukulan kepada teman mereka yang ada di dalam mobil.
"Rekan-rekan mitra Astro mencoba untuk menjelaskan kejadian tersebut, namun para pria tersebut langsung melakukan pemukulan dan tendangan ke area parkir ke beberapa mitra kami yang ada di situ," ucap dia.
3. Pelaku sempat mengancam korban

Aksi kekerasan tak berhenti di luar. Para pelaku masuk gedung hub hingga ke lantai tiga. Sejumlah karyawan yang sedang bekerja, termasuk yang tidak mengetahui kejadian awal di parkiran, turut menjadi sasaran pemukulan dan intimidasi.
"Termasuk beberapa dari mereka juga yang tidak mengetahui apa yang terjadi di area parkir, karena ada yang juga bekerja di atas," tegasnya.
Usai kejadian, pelaku sempat memberikan nomor telepon dan sejumlah uang kepada salah satu karyawan, lalu meninggalkan lokasi sambil melontarkan ancaman agar korban tidak melapor ke polisi.
"Setelah kejadian, memang pelaku memberikan nomor telepon dan sejumlah uang pada salah satu mitra, lalu meninggalkan lokasi sambil menyatakan agar mitra tidak macam-macam. Kira-kira itu overview dari kronologi yang terjadi. Setelah itu memang mereka pergi dan ya, kejadian selesai," kata David.
Akibat insiden tersebut, dua sepeda motor milik karyawan rusak parah pun demikian dengan sebuah pohon di depan hub. Sejumlah karyawan mengalami luka dan trauma.
David menegaskan, sejak insiden terjadi, keselamatan dan kondisi karyawan menjadi prioritas utama perusahaan. Astro melakukan pendampingan harian, baik fisik maupun psikis, serta memberikan dukungan penuh kepada para korban.
"Pendampingan hukum juga kami berikan sejak awal dan secara transparan juga terdokumentasi, ada pelaporan untuk visum juga, lalu kemudian pengumpulan bukti di internal kami juga untuk terkait dengan insiden ini", ujar dia.
"Keamanan lingkungan kerja itu adalah poin utama dari segala macam faktor apapun, baik dari eksternal juga berkaitan dengan case ini atau insiden ini, sehingga setiap individu itu kami harap bisa bekerja dalam lingkungan yang aman, saling menghormati dan melindungi," sambung dia.
Dia mengatakan, Astro juga telah berkoordinasi dan bersikap kooperatif dengan kepolisian. Perusahaan mendukung penuh proses hukum yang berjalan dan menghormati keputusan para korban, baik jika menempuh jalur hukum maupun mediasi.
"Kami tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apa yang mau diambil sebagai opsi bagi rekan-rekan mitra, namun opsi apapun yang diambil kami akan hadir seratus persen untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan mitra yang terdampak," terang dia.
Sebagai langkah lanjutan, manajemen melakukan penguatan sistem keamanan di Hub Ampera untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Kami tambah personel keamanan di lokasi insiden untuk mencegah adanya kejadian serupa atau susulan. Koordinasi dengan pihak berwenang juga kami lakukan secara intens dengan kooperatif dan kami hormati, dan kami tentunya pro seratus persen dengan proses hukum yang berlaku," tandas dia.



















