Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Taliban Tuding Pakistan Serang RS di Kabul, 400 Orang Tewas

Taliban Tuding Pakistan Serang RS di Kabul, 400 Orang Tewas
ilustrasi bendera Pakistan. (unsplash.com/emaliikhokhar)
Intinya Sih
  • Pemerintah Taliban menuduh Pakistan melakukan serangan udara ke RS rehabilitasi narkoba di Kabul yang menewaskan sekitar 400 orang dan melukai ratusan lainnya pada Senin malam.
  • Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menegaskan serangannya hanya menyasar infrastruktur militer kelompok teroris, bukan fasilitas sipil seperti rumah sakit.
  • Konflik bersenjata antara Afghanistan dan Pakistan telah memasuki minggu ketiga, memicu ribuan pengungsi serta menarik perhatian PBB yang menyerukan penghentian kekerasan dan pemberantasan terorisme.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Taliban menuduh militer Pakistan melancarkan serangan udara mematikan ke sebuah rumah sakit rehabilitasi narkoba di Kabul pada Senin (16/3/2026) malam. Insiden ini memicu kebakaran hebat di fasilitas medis yang sehari-harinya menampung ribuan pasien kecanduan tersebut.

Serangan terbaru merupakan bagian dari eskalasi konflik berdarah yang telah berlangsung selama tiga pekan terakhir antara kedua belah pihak. Puluhan ribu warga terpaksa mengungsi akibat perseteruan yang awalnya dipicu oleh bentrokan di perbatasan.

1. Ratusan korban jiwa dan kerusakan parah di RS Omar

ilustrasi ledakan
ilustrasi ledakan (unsplash.com/Jeff Kingma)

Serangan menghantam Rumah Sakit Pengobatan Kecanduan Omar yang berkapasitas 2 ribu tempat tidur sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Sedikitnya 400 orang tewas dan 250 lainnya dilaporkan terluka. Sebagian besar korban merupakan pasien yang sedang menjalani perawatan medis.

Rekaman video memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di tengah reruntuhan bangunan. Tim penyelamat terus bekerja mengevakuasi jenazah serta korban selamat dari tumpukan puing-puing dengan bantuan senter. Saksi mata menyebutkan bahwa berbagai bagian gedung langsung runtuh setelah hantaman keras terjadi.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Taliban, Sharafat Zaman, menegaskan bahwa seluruh area rumah sakit telah hancur total. Pihaknya mengeklaim tidak ada fasilitas militer yang berada di dekat pusat kesehatan tersebut.

"Kami sedang berada di dalam bangsal saat ledakan terjadi. Pasien berjatuhan dari tempat tidur mereka saat api dan asap tebal memenuhi ruangan," ungkap seorang pasien bernama Yousaf Rahim, dilansir The Guardian.

2. Pakistan bantah serang fasilitas sipil

bendera Pakistan. (unsplash.com/Hamid Roshaan)
bendera Pakistan. (unsplash.com/Hamid Roshaan)

Pemerintah Pakistan membantah telah menyerang rumah sakit. Juru Bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, menyebut tuduhan dari pihak Taliban tersebut tidak berdasar. Islamabad bersikeras pihaknya hanya menargetkan infrastruktur militer milik kelompok teroris.

Kementerian Informasi Pakistan menyatakan serangan malam itu dilakukan secara presisi untuk menghancurkan tempat penyimpanan peralatan dan amunisi. Operasi militer ini juga menargetkan fasilitas pejuang Pakistan yang berbasis di Kabul dan provinsi Nangarhar.

Islamabad menuding pemerintah Afghanistan sedang berupaya untuk menyesatkan opini publik demi menyembunyikan dukungannya terhadap kelompok teroris. Pakistan selama ini sering menuduh Kabul memberikan tempat perlindungan bagi kelompok bersenjata yang kerap melakukan serangan lintas batas.

"Serangan secara presisi hanya ditujukan pada infrastruktur yang digunakan oleh rezim Taliban Afghanistan untuk mendukung berbagai proksi terornya," tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di X, dilansir CBC News.

3. Perang terbuka Afghanistan-Pakistan masuki minggu ketiga

Pertempuran antara kedua negara bertetangga ini terus memburuk dan telah memasuki minggu ketiga. Ketegangan memuncak sejak akhir Februari setelah Afghanistan meluncurkan serangan balasan atas agresi udara Pakistan. Menteri Pertahanan Pakistan bahkan telah mendeklarasikan situasi ini sebagai perang terbuka.

Sebelum serangan di RS, insiden saling tembak di perbatasan telah menewaskan empat warga Afghanistan. Serangan mortir dari pasukan militer Pakistan pada malam sebelumnya juga menghancurkan sejumlah rumah warga di provinsi Khost. Konflik ini telah merusak kesepakatan gencatan senjata rapuh yang sempat ditengahi oleh Qatar pada Oktober lalu.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendesak Taliban untuk segera memberantas terorisme. PBB mengadopsi resolusi dengan suara bulat yang mengutuk segala bentuk aktivitas teroris dari wilayah Afghanistan. Selain itu, lembaga ini juga memperpanjang misi politik UNAMA di negara tersebut selama tiga bulan.

Sebelumnya, pemerintah China juga sempat mengirim utusan ke kawasan untuk menengahi pembicaraan damai, tetapi berakhir tanpa hasil. Sementara, negara-negara Teluk yang biasanya menjadi mediator masih disibukkan dengan perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran di Timur Tengah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More