Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Makna Idul Fitri bagi Muhammadiyah: Recharge Spiritual, Dukung Pemerintah

Makna Idul Fitri bagi Muhammadiyah: Recharge Spiritual, Dukung Pemerintah
Antusiasme ribuan jemaah Muhammadiyah melaksanaan salat Idul Fitri di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta Pusat. (IDN Times/Amir Faisol).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Muhadjir Effendy menilai Idul Fitri sebagai momen tahunan untuk menyegarkan kembali kondisi spiritual dan mental umat, sekaligus ajang refleksi diri menuju kehidupan yang lebih baik.
  • Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta mendukung program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.
  • Muhadjir mengingatkan bahwa kekurangan fisik maupun spiritual dapat memicu perilaku negatif, sehingga seluruh elemen bangsa perlu bersatu membangun masa depan generasi muda Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, memaknai Idul Fitri sebagai momentum tahunan untuk kembali menyegarkan kembali kondisi spiritual dan mental umat. Hal ini disampaikan Muhadjir saat ditemui seusai melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jumat (20/3/2026).

Menurut Muhadjir, istilah “Id” dalam Idul Fitri memiliki arti kembali dan sesuatu yang berulang. Hal ini mencerminkan Idul Fitri merupakan peristiwa yang terus hadir setiap tahun, sebagai kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri.

“Jadi ini sebetulnya peristiwa tiap tahun selalu terjadi dan kesempatan kita untuk melakukan semacam recharging, untuk mengecas kondisi spiritual kita, mental kita, kemudian juga membuat perenungan-perenungan, kemudian bisa menatap ke depan yang lebih cerah,” ujar dia.

Muhadjir berharap melalui momentum tersebut, kehidupan masyarakat ke depan dapat menjadi lebih baik, baik dalam aspek pribadi, sosial, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Muhadjir juga menyoroti pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama sebagai bagian dari pesan yang disampaikan dalam khotbah Idul Fitri. Selain itu, ia mengajak masyarakat turut mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Salah satu isu yang disinggung adalah ketahanan pangan atau food security. Menurut Muhadjir, persoalan pangan merupakan hal mendasar yang harus diprioritaskan.

“Dan juga terus mendukung program-program pemerintah yang baik, termasuk tadi menyinggung tentang ketahanan pangan, yang sekarang sedang didorong tentang food security, karena kita tahu bahwa persoalan yang paling utama itu adalah soal makan, kan gitu ya? Karena primum vivere deinde philosophari (hidup dulu, baru berfilsafat) katanya," kata mantan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu.

Muhadjir menyebut kondisi kekurangan, baik secara fisik maupun spiritual, dapat memengaruhi cara berpikir seseorang. Menurutnya, tindakan negatif seperti korupsi bisa dipicu “kelaparan” dalam arti yang lebih luas, termasuk aspek spiritual.

Karena itu, Muhadjir mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mendukung berbagai upaya yang dapat menjamin masa depan bangsa, khususnya bagi generasi muda.

“Marilah kita dukung program-program yang betul-betul memberikan apa, masa depan bangsa Indonesia ini, generasi muda ke depan itu jauh lebih baik dibanding kita sekarang ini," kata Muhadjir.

Share
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More