Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ukraina Buka Investigasi usai Penembakan Massal di Kiev

Ukraina Buka Investigasi usai Penembakan Massal di Kiev
ilustrasi penembakan (unsplash.com/nampoh)
Intinya Sih
  • Jaksa Agung Ukraina membuka investigasi atas penembakan massal di supermarket Kiev yang menewaskan tujuh orang dan melukai 15 lainnya, termasuk seorang anak.
  • Kepala Polisi Patroli Ukraina, Yevhen Zhukov, mengundurkan diri setelah dua bawahannya kabur dari lokasi kejadian; investigasi internal terhadap petugas dilakukan.
  • Presiden Volodymyr Zelenskyy mengusulkan perubahan protokol respons polisi serta peningkatan rekrutmen dan pelatihan sebagai tanggapan atas insiden terorisme di Kiev.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Jaksa Agung Ukraina, Ruslan Kravchenko membuka investigasi atas insiden penembakan massal di supermarket di Kiev. Insiden tersebut sudah dimasukkan dalam aksi terorisme. 

“Pelaku penembakan massal sudah ditembak oleh polisi di lokasi kejadian. Pelaku diketahui berusia 58 tahun dan lahir di Moskow, Rusia,” ungkapnya, dikutip dari CNN, Senin (20/4/2026). 

Pelaku diketahui sebagai warga negara Ukraina dan selama ini menetap di Kiev. Ia pernah bergabung dalam tentara Ukraina dari 1992 hingga pensiun pada 2005. 

1. Sebanyak 7 orang tewas dalam penembakan massal

Kravchenko mengatakan bahwa pelaku membuka tembakan saat berada di sebuah jalan di Distrik Holosiivskyi. Tembakannya menewaskan empat orang seketika sebelum masuk ke dalam supermarket dam membunuh seseorang dan menyandera sejumlah orang. 

Wali Kota Kiev, Vitali Klitscko mengatakan sudah ada dua orang lain yang ditembak pelaku. Kedua korban akhirnya tewas setelah dilarikan ke rumah sakit dan total korban tewas sebanyak tujuh orang. Sedangkan 15 orang terluka, termasuk seorang anak kelahiran 2015 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. 

2. Kepala Polisi Ukraina putuskan mundur

Menyusul insiden penembakan massal di Kiev, Kepala Polisi Patroli Ukraina, Yevhen Zhukov memutuskan mundur. Menurunnya, keputusan ini tepat setelah adanya bawahannya yang kabur dari lokasi kejadian. 

“Ini adalah sesuatu yang benar. Sikap dari kedua petugas kepolisian tersebut memalukan. Investigasi internal sudah dilakukan dan semua petugas yang terbukti bersalah akan dihukum sepantasnya,” katanya, dilansir dari TVP World.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ilhor Klymenko menyebut bahwa tindakan dari kedua petugas polisi tersebut memalukan dan tidak pantas. Namun, ia memastikan tidak ada pengecekan senjata secara massal, tapi akan ada persiapan soal hukum kepemilikan senjata bagi warga sipil. 

3. Zelenskyy usulkan perubahan respons polisi

Pada saat yang sama, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengusulkan perubahan protokol respons polisi, rekrutmen, dan prosedur pelatihan. Langkah ini dalam menanggapi tanggapan dari polisi terhadap serangan teroris. 

Dilansir Ukrinform, presiden Ukraina keenam itu mengungkapkan bahwa sebanyak 8 orang masih berada di rumah sakit dan 1 masih dalam kondisi darurat. Ia menyesalkan insiden terorisme ini yang menyebabkan tewasnya orang di tengah kota dan jalanan ibu kota Kiev. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More