Ditanya Media Asing Demokrasi RI Mundur, Prabowo: Tak Ada yang Sempurna!

- Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa demokrasi, meski tak sempurna, tetap menjadi sistem pemerintahan terbaik di antara semua alternatif yang ada.
- Ia menceritakan perjalanan panjangnya mengikuti lima kali pemilihan presiden sejak 2004 hingga akhirnya terpilih pada tahun 2024.
- Prabowo menyebut dirinya sebagai presiden pertama yang melakukan wawancara tanpa naskah selama empat jam dan menekankan pentingnya kerja cepat untuk hasil nyata bagi rakyat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang terbaik di antara yang ada. Hal itu Prabowo sampaikan dalam wawancara khusus bersama atlantico.fr
"Saya percaya pada demokrasi. Demokrasi memang tidak sempurna, tetapi ia adalah sistem terbaik di antara semua alternatif yang tersedia," ujar Prabowo, dikutip Senin (8/6/2026).
Pernyataan Prabowo ini menjawab pertanyaan Jean-Sébastien Ferjou, jurnalis atlantico, tentang mundurnya demokrasi Indonesia yang ditandai dengan munculnya gelombang protes-dari mahasiswa, serikat pekerja, dan masyarakat sipil, juga peran militer yang semakin meluas, peringkat kebebasan pers yang menurun dan lainnya.
1. Prabowo cerita beberapa kali menjadi Capres

Dalam kesempatan itu, Prabowo menceritakan beberapa kali ikut dalam kontestasi pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden. Tercatat, ada lima kali Pilpres yang diikuti Prabowo.
"Itulah sebabnya saya mengikuti proses demokrasi. Saya mencalonkan diri sebagai presiden tidak hanya sekali, tidak dua kali, tetapi lima kali sejak 2004—tahun 2004, 2009, 2014, 2019—dan baru menang di tahun 2024," kata dia.
2. Prabowo ingin bekerja cepat

Prabowo menegaskan, pemerintahannya ingin bekerja cepat. Sebab, rakyat Indonesia kini meminta hasil nyata dari kerja pemerintah.
"Rakyat saya mengharapkan hasil, dan mereka mengharapkannya dengan cepat. Itulah sebabnya saya meminta Kepolisian dan TNI untuk membantu memberikan hasil tersebut: membangun kembali Sumatra setelah banjir, membangun jembatan, dan memastikan ketahanan pangan," ucap dia.
3. Prabowo yakin jadi Presiden pertama wawancara tanpa naskah

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan, menjadi Presiden pertama menjalani wawancara dengan media tanpa naskah.
"Saya menyambut baik interaksi dengan media. Saya mungkin adalah presiden Indonesia pertama yang bersedia melakukan wawancara tanpa naskah selama empat jam—bukan sekali, tapi dua kali," ujar dia.















