Ukraina Tuding Rusia Bahayakan Dunia Kirim Senjata Nuklir ke Belarus

- Kemlu Ukraina menilai pengiriman senjata nuklir Rusia ke Belarus melanggar NPT dan mengancam keamanan global, serta menyerukan kecaman internasional terhadap tindakan tersebut.
- Ukraina memperingatkan akan membalas jika Belarus melakukan serangan, sambil menilai kondisi geografis negara itu tidak ideal untuk operasi ofensif besar.
- Belarus mengonfirmasi penerimaan rudal berkemampuan nuklir dari Rusia dan akan menggelar latihan militer bersama, namun menegaskan kegiatan itu bukan ancaman bagi negara lain.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina memperingatkan bahwa pengiriman senjata nuklir Rusia ke Belarus adalah tantangan keamanan global. Menurutnya, kebijakan itu telah melanggar Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
“Dengan mengirimkan senjata nuklir dekat dengan perbatasan NATO, maka Kremlin melegitimasi proliferasi senjata nuklir dan memberikan rezim otoriter lain untuk memicu bahaya. Aksi ini harus mendapat kecaman dari seluruh negara yang menghormati NPT,” terangnya, dikutip dari Ukrinform, Selasa (19/5/2026).
Sebelumnya, Ukraina menuding Rusia berusaha menyeret Belarus dalam perang. Bahkan, Kiev menyebut Moskow juga berpotensi mengancam negara-negara NATO lewat Belarus.
1. Sebut melemahkan kepercayaan hukum internasional

Kemlu Ukraina menyampaikan bahwa militerisasi Belarus akan merusak kepercayaan hukum internasional. Selain itu, akan membuat Belarus menjadi sekutu Rusia untuk memeras negara tetangganya dengan senjata nuklir.
Kiev menganjurkan kepada sekutu NATO untuk meningkatkan sanksi kepada Rusia dan Belarus atas pengiriman senjata nuklir. Pihaknya juga mendorong dukungan kepada Ukraina yang selama ini mencegah kedua rezim untuk berekspansi di Eropa.
2. Ukraina peringatkan Belarus jika diserang

Kepala Dewan Komponen Cadangan Ukraina, Ivan Tymochko mengatakan, Ukraina akan membalas jika Belarus menyerang. Menurutnya, kondisi geografis Belarus tidak cocok untuk menjadi lokasi serangan.
“Secara geografis dan iklim, Belarus bukanlah negara yang dapat digunakan untuk melancarkan serangan ofensif. Untuk pertahanan, ya, karena mereka memiliki hutan lebat dan tanah berlumpur. Namun, Belarus kurang soal kedalaman strategi,” ujarnya.
Sejumlah pakar menekankan bahwa tentara Belarus saat ini belum memiliki kapabilitas untuk melancarkan operasi militer. Namun, mereka dapat melakukan sabotase atau aksi provokatif di teritori Belarus.
3. Rusia dan Belarus selenggarakan latihan senjata nuklir

Kementerian Pertahanan Belarus mengumumkan pengiriman rudal berkemampuan nuklir, Oreshnik dari Rusia ke negaranya. Pihaknya juga mengumumkan latihan militer nuklir untuk mengoperasikan senjata asal Rusia tersebut.
Namun, Minsk memastikan bahwa latihan militer tersebut tidak ditujukan untuk negara lain atau mengancam kawasan. Selain latihan penggunaan senjata nuklir, Belarus dan Rusia juga akan mengadakan latihan aviasi dan pasukan operasional rudal.



















