Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Usai Serang Pulau Qeshm, Iran Sebut AS Lakukan Kejahatan Perang

Usai Serang Pulau Qeshm, Iran Sebut AS Lakukan Kejahatan Perang
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sedang diwawancara oleh khamenei.ir pada 2025. (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh serangan AS sejak 28 Februari sebagai kejahatan perang karena dinilai menghantam infrastruktur sipil, pasokan makanan, mata pencaharian, serta akses air dan obat-obatan.
  • Pernyataan itu muncul setelah AS menyerang Pulau Qeshm dekat Selat Hormuz pada 12 Agustus, sebagai balasan atas serangan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
  • Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan menyerah dan akan membalas serangan AS, sementara konflik berlanjut di tengah negosiasi damai yang mandek sejak Juli dan MoU perdamaian kedaluwarsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyebut Amerika Serikat (AS) telah melakukan kejahatan perang karena telah melakukan serangan brutal terhadap mereka sejak 28 Februari lalu. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Minggu (13/8/2026).

"Jika orang Amerika (Serikat) adalah pejuang, biarkan mereka menghadapi pasukan militer kita yang gagah berani. Mengapa melancarkan perang terhadap infrastruktur sipil, pasokan makanan, dan mata pencaharian? Jika mereka manusia, mengapa menolak akses mereka terhadap air, makanan, dan obat-obatan?" kata Pezeshkian dalam sebuah unggahan di media sosial X dikutip Jerusalem Post.

  1. 1. Pezeshkian mengatakan Iran tidak akan menyerah terhadap AS

    Donald Trump sedang berpidato.
    potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

    Pezeshkian menambahkan, semua serangan AS terhadap Iran sudah bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang. Sebab, semua serangan Washington telah membuat warga sipil Teheran sengsara. Selain itu, serangan tersebut juga telah merusak banyak infrastruktur sipil yang krusial bagi negara.

    Oleh karena itu, Pezeshkian berjanji, cepat atau lambat, Iran akan membalas semua serangan yang dilakukan AS. Ia mengatakan, Teheran tidak akan pernah menyerah terhadap Washington sampai berhasil memenangi peperangan. "Rakyat kami tidak bisa dipaksa tunduk. Iran tidak akan menyerah." lanjut Pezeshkian.

  2. 2. AS sebelumnya menyerang Pulau Qeshm milik Iran

    Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di Selat Hormuz.
    potret Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/NASA)

    Pernyataan tadi disampaikan Masoud sebagai respons atas serangan terbaru AS ke Pulau Qeshm, salah satu pulau milik Iran yang ada di dekat Selat Hormuz. Serangan itu dilakukan Washington pada Sabtu (12/8/2026) sebagai balasan karena Teheran sudah menyerang sejumlah pangkalan militer mereka di Timur Tengah.

    Selama beberapa pekan terakhir, Iran memang kerap meluncurkan serangan ke markas militer AS di sejumlah negara Timur Tengah. Beberapa di antaranya, seperti di Arab Saudi, Uni Arab Emirat, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Selain itu, negara Islam Syiah tersebut juga kerap menyerang kapal-kapal yang berlayar di Selat Hormuz.

  3. 3. Iran dan AS masih saling adu serangan

    Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
    ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

    Saat ini, Iran dan AS masih saling adu serangan. Hal ini semakin memperlambat upaya perdamaian antara Teheran dan Washington. Apalagi, negosiasi damai kedua negara masih mandek dan belum berlanjut sejak Juli lalu.

    Hingga saat ini, belum ada kabar kapan Iran dan AS akan melanjutkan negosiasi damai. Pada Agustus lalu, Trump juga mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak berencana untuk melanjutkan negosiasi dengan Teheran. Padahal, nota kesepahaman (MoU) perdamaian kedua negara sudah kedarluarsa. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More