Ritual Jelang Ramadan: Main Petasan No, Saling Kirim Makanan Yes

Jakarta, IDN Times - Ada tradisi menarik yang masih dilestarikan di perumahan tempatku tinggal di daerah Bekasi, Jawa Barat menjelang Ramadan. Para warga yang bermukim di Jalan Cendrawasi V, akan saling mengirimkan makanan ke tetangganya. Dengan cara ini diyakini relasi dengan para tetangga semakin akrab.
Namun, Ramadan 2024 memiliki sedikit keunikan lantaran momennya berdekatan dengan perayaan Nyepi. Perayaan yang mewajibkan kesunyian itu dirayakan pada 11 Maret 2024. Sedangkan, awal Ramadan versi pemerintah dimulai 12 Maret 2024 lalu.
Ibu sudah menyampaikan kepada para tetangga agar makanan dikirim satu hari setelah Ramadan. Ibu dan saya pun juga tidak lupa menyiapkan makanan untuk ikut dibagikan ke beberapa rumah.
Saya dan ibu sepakat memutuskan untuk mengirimkan ke beberapa rumah tetangga, sate khas Bali yang terbuat dari ikan tuna dan jagung urap. "Biar tetangga tahu kalau ini menu khas Bali," kata ibu di dapur pada 13 Maret 2024 lalu.
Supaya cepat, kami berbagi tugas. Saya memasak jagung urap, sedangkan Ibu fokus memasak sate lilit ikan tuna.
Jagung urap yang saya masak, menunya mirip seperti sayur urap. Jagung direbus, diiris lalu ditaburi parutan kelapa dan taburan gula pasir.
Sementara, kami menerima beragam makanan dari beberapa tetangga. Mayoritas menu Lebaran seperti opor ayam, sambal goreng kentang, dan ketupat.
Ibu selalu memanfaatkan waktu mengirimkan makanan untuk berbincang atau gosip dengan para tetangga. Sedangkan saya hanya sibuk melihat isi dalam rumah tetangga.
"Dek, Ibu seneng nih kalau Ramadan dan Lebaran. Kita dapat banyak makanan dari tetangga. Jadi, gak perlu lagi repot memasak," kata Ibu.
Saya yang mendengarnya hanya bisa menggangguk-angguk sambil tertawa kecil. Ibu mengatakan, ritual saling kirim makanan seperti momen Ramadan dan Nyepi tak boleh luntur. Sebab, dalam hidup bersosialisasi, tetangga menjadi unit paling dekat yang bisa dimintai bantuan bila terjadi kesulitan.
"Jadi, kalau kamu nanti mau beli rumah, jangan lupa untuk sosialisasi juga ya, Dek," tutur Ibu memberi wejangan.
![[OPINI] Lelaki Harimau: Amis Darah di Balik Estetika Prosa Eka Kurniawan](https://image.idntimes.com/post/20260404/lelaki-harimau-eka-kurniawan_36a7cbd9-63a8-49da-aec5-8c89cc8bb3f6.jpg)
![[OPINI] Beriman Tanpa Marah, Bertoleransi Tanpa Syarat](https://image.idntimes.com/post/20260409/pexels-usman-hadi-wijaya-2158214120-35422495_d42c916b-ae8a-4169-a41e-329f8e376c76.jpg)
![[OPINI] Makan Bergizi Gratis atau Dana Pelajar: Mana yang Lebih Tepat?](https://image.idntimes.com/post/20260408/whatsapp-image-2026-04-08-at-09_69421cbe-6c1d-42aa-97c8-168df448bd22.jpeg)
![[OPINI] Analisis Kebijakan Pertahanan Indonesia dari Ancaman Maritim](https://image.idntimes.com/post/20260327/kri-brawijaya-320_d852154c-499d-4476-afaf-cb45bef97181.jpg)



![[OPINI] Kenapa Tulisan yang Ditulis Sendiri Sering Dibilang Buatan AI?](https://image.idntimes.com/post/20260123/alasan-gak-semua-hal-layak-ditulis-menulis-berlebihan_d71a7bb9-f249-48fb-be75-26f38e13ac2f.jpeg)

![[OPINI] Relasi Epstein-Chomsky, dan Integritas Intelektual Kiri](https://image.idntimes.com/post/20260204/efta00003652-0_3909c293-079d-4870-ba54-8c60af9ef07b.jpg)






![[OPINI] Berhenti Berlindung di Balik Kalimat “Aku Orangnya Emang Begini”](https://image.idntimes.com/post/20251018/pexels-kampus-7555858_e0f0519c-fde0-4ab4-8965-0e12dabbd0b7.jpg)
![[OPINI] Peran Perempuan dalam Wujudkan Harmoni Sosial dan Lingkungan](https://image.idntimes.com/post/20250802/pexels-julia-m-cameron-8841582_4f4cbb51-bd42-46f6-ba78-fa42532e55a6.jpg)