Cerita Ramadan: Ritual Berburu Takjil di Pondok Pesantren

Bulan Ramadan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim, termasuk diriku. Saya pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren selama 6 tahun. Menjalankan ibadah puasa di sana menjadi sangat istimewa yang dijalankan dengan sederhana.
Pondok pesantren tempat aku menimba ilmu bukanlah tempat pendidikan yang tradisional, melainkan sudah sangat modern. Jadi jangan bayangkan bahwa aku akan memasak sendiri di sana untuk kegiatan puasaku.
Saat memasuki waktu Ramadan, kegiatan di pondok pesantren otomatis berubah. Mengaji yang biasanya dilakukan setelah Magrib, berubah menjadi habis Ashar. Satu kelompok pengajian akan terdiri dari satu guru yang paling senior, dan murid yang berjumlah lima hingga enam.
Jam mengaji selesai pukul 17:00 sore, memberi waktu kepada santri untuk siap-siap berbuka puasa, mandi sore dan bersih-bersih asrama. Tak jauh berbeda dengan dunia luar, kita semua akan fokus berburu "jajan takjil".
Setelah jaros (bel) berbunyi, secepat kilat ribuan santriwati akan berlari memenuhi kantin. Jadi bisa dibayangkan, sekitar dua ribu orang terbagi hanya pada 3 kantin untuk sekedar jajan takjil seperti gorengan atau es batu.
Sebenarnya, kita semua sudah punya jatah makanan berbuka yang terdiri dari makanan utama dan takjil. Tetapi terkadang, makanan takjil yang disajikan tidak cukup memenuhi nafsu makan para santri yang sedang dalam masa pertumbuhan sehingga mereka membutuhkan variasi yang lebih banyak.
Anyw,ay jenis gorengan dan makanan yang dijual di sana, beberapa ada yang tidak familier, seperti tahu aci atau cilok setan. Tahu aci sendiri berupa tahu goreng yang tengahnya diberi isian aci. Kemudian tahu ini akan dibalut dengan adonan luar yang sama seperti pisang molen.
Sedangkan cilok setan adalah makanan berbahan utama aci yang dibubuhi sambal merah dengan rasa yang sangat pedas.
Ritual buka puasa di pondok pesantren tidak semewah saat aku sudah berada di luar. Jujur saja, di sini kami sangat susah payah untuk bisa jajan takjil. Bahkan, ada yang rela berbagi es batu saat ada temannya yang tidak kebagian. Es batu yang sudah dibeli ini akan mendinginkan sirup yang sudah kita buat sendiri. Sungguh sangat sederhana.
Namun terkadang, ada rasa sedih karena belum waktunya pulang ke rumah untuk bisa melaksanakan ibadah bersama keluarga. Biasanya kita baru diizinkan pulang 10 hari sebelum IdulFitri,
Cara satu-satunya untuk melepas kangen dengan keluarga adalah pergi mengantre ke warung telepon (wartel). Ya, di sini kamu harus tertib dan sabar mengantre. Untuk wartel ini, hanya tersedia 5 bilik untuk menelepon.
Setiap yang menelepon juga dibatasi agar semua santri kebagian menghubungi keluarganya sebelum jam wartel tutup.
Itu dia sedikit cerita Ramadan yang pernah saya lakukan saat di pondok pesantren. Ibadah kami di sana menjadi lebih khidmat, sederhana dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
![[OPINI] Lelaki Harimau: Amis Darah di Balik Estetika Prosa Eka Kurniawan](https://image.idntimes.com/post/20260404/lelaki-harimau-eka-kurniawan_36a7cbd9-63a8-49da-aec5-8c89cc8bb3f6.jpg)
![[OPINI] Beriman Tanpa Marah, Bertoleransi Tanpa Syarat](https://image.idntimes.com/post/20260409/pexels-usman-hadi-wijaya-2158214120-35422495_d42c916b-ae8a-4169-a41e-329f8e376c76.jpg)
![[OPINI] Makan Bergizi Gratis atau Dana Pelajar: Mana yang Lebih Tepat?](https://image.idntimes.com/post/20260408/whatsapp-image-2026-04-08-at-09_69421cbe-6c1d-42aa-97c8-168df448bd22.jpeg)
![[OPINI] Analisis Kebijakan Pertahanan Indonesia dari Ancaman Maritim](https://image.idntimes.com/post/20260327/kri-brawijaya-320_d852154c-499d-4476-afaf-cb45bef97181.jpg)



![[OPINI] Kenapa Tulisan yang Ditulis Sendiri Sering Dibilang Buatan AI?](https://image.idntimes.com/post/20260123/alasan-gak-semua-hal-layak-ditulis-menulis-berlebihan_d71a7bb9-f249-48fb-be75-26f38e13ac2f.jpeg)

![[OPINI] Relasi Epstein-Chomsky, dan Integritas Intelektual Kiri](https://image.idntimes.com/post/20260204/efta00003652-0_3909c293-079d-4870-ba54-8c60af9ef07b.jpg)






![[OPINI] Berhenti Berlindung di Balik Kalimat “Aku Orangnya Emang Begini”](https://image.idntimes.com/post/20251018/pexels-kampus-7555858_e0f0519c-fde0-4ab4-8965-0e12dabbd0b7.jpg)
![[OPINI] Peran Perempuan dalam Wujudkan Harmoni Sosial dan Lingkungan](https://image.idntimes.com/post/20250802/pexels-julia-m-cameron-8841582_4f4cbb51-bd42-46f6-ba78-fa42532e55a6.jpg)