Mungkin tanpa disadari juga, label-label itu tersemat pada akhirnya karena kita sendiri yang melabeli diri kita. Menurutku, kalau memang kita nggak mau dilabeli, stop juga melabeli diri sendiri (dan orang lain). Kalau mendapat pertanyaan semacam itu, mulailah berani bilang "Saya Indonesia".
Millennials of Indonesia: Saya Bukan Chinese, Saya Orang Indonesia!

Millennials of Indonesia adalah rangkaian cerita dan pemikiran dari generasi millennial dan gen Z Indonesia. Semua cerita disampaikan oleh anak-anak muda untuk generasinya. Setiap orang punya cerita dan inilah waktunya berbagi, bukan saling menghakimi.

Cicilia, 22 tahun.
Satu tahun lalu saya magang, dan di situ saya juga pertama kalinya merasakan terlahir sebagai etnis Tionghoa di Indonesia, atau yang biasa disebut masyarakat awam sebagai"Chinese" atau "Cina". Tempat saya magang orang-orangnya cukup terbuka, mereka jujur banget mengucapkan apa yang ada dalam pemikirannya. Waktu saya baru datang, hampir semua orang yang bekerja di situ bertanya "Kamu Chinese ya?", "Kamu Cina ya?"
Waktu itu saya kaget dan ada sedikit rasa sedih. Kaget karena sebelumnya di manapun saya nggak pernah dapat pertanyaan segamblang itu. Sedihnya dari raut wajah dan pertanyaan itu menunjukkan "kamu itu minoritas". Saya cuma berpikir, saya ini nggak berbeda dengan mereka. Jadi ya saya jawab, "Saya bukan chinese. Saya orang Indonesia."
Memang saya keturunan Tionghoa, tapi saya orang Indonesia. Bagi saya Indonesia itu banyak suku. Gak bisa dong Indonesia itu dibagi-bagi jadi Indonesia Jawa, Indonesia Chinese, dan lain-lain. Indonesia, ya Indonesia. Saya juga belajar banyak sih, kenapa sih orang kok gampang banget melabeli orang lain? Kenapa mesti menyebut etnis? Saya lahir di Indonesia, besar juga di Indonesia. Ya saya orang Indonesia.
Saat saya mengatakan "Saya bukan Chinese, saya Indonesia", mereka kaget juga karena sebelum-sebelumnya mereka nggak pernah dapat jawaban seperti itu. Mereka bilang, semuanya yang (secara fisik) seperti saya, biasanya menjawab "Iya, saya Chinese."
Millennials of Indonesia, Vol. 12. A Series by IDNtimes.com
![[OPINI] Analisis Kebijakan Pertahanan Indonesia dari Ancaman Maritim](https://image.idntimes.com/post/20260327/kri-brawijaya-320_d852154c-499d-4476-afaf-cb45bef97181.jpg)



![[OPINI] Kenapa Tulisan yang Ditulis Sendiri Sering Dibilang Buatan AI?](https://image.idntimes.com/post/20260123/alasan-gak-semua-hal-layak-ditulis-menulis-berlebihan_d71a7bb9-f249-48fb-be75-26f38e13ac2f.jpeg)

![[OPINI] Relasi Epstein-Chomsky, dan Integritas Intelektual Kiri](https://image.idntimes.com/post/20260204/efta00003652-0_3909c293-079d-4870-ba54-8c60af9ef07b.jpg)






![[OPINI] Berhenti Berlindung di Balik Kalimat “Aku Orangnya Emang Begini”](https://image.idntimes.com/post/20251018/pexels-kampus-7555858_e0f0519c-fde0-4ab4-8965-0e12dabbd0b7.jpg)
![[OPINI] Peran Perempuan dalam Wujudkan Harmoni Sosial dan Lingkungan](https://image.idntimes.com/post/20250802/pexels-julia-m-cameron-8841582_4f4cbb51-bd42-46f6-ba78-fa42532e55a6.jpg)

![[OPINI] Setelah Chavez dan Castro: Ujian Revolusi Bolivarian](https://image.idntimes.com/post/20260108/upload_dd95bcd42f154a2960cdda3ed70e7109_4c8d29e1-0272-4459-9dbd-c40eeccc46c8.jpg)
![[OPINI] Nikah Muda: Alasan Kenapa Gak Semua Cerita Cinta Bisa Ditiru](https://image.idntimes.com/post/20260103/pexels-danu-hidayatur-rahman-1412074-2852135_2f19e731-6a9c-4db9-8adb-4642e15915d2.jpg)