Konflik militer di sejumlah belahan dunia seperti konflik militer antara Rusia dengan Ukraina serta Amerika Serikat-Israel dengan Iran telah menunjukkan kepada publik sebuah senjata baru yang digunakan dalam peperangan yakni: rudal hipersonik. Rudal hipersonik adalah sistem senjata yang melaju dengan kecepatan Mach 5 (6.125 km/jam) atau lebih tinggi sembari bermanuver ketika menuju target. Nama rudal hipersonik seperti Kinzhal milik Rusia atau rudal hipersonik Fattah milik pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) kerap muncul dalam pemberitaan. Seolah tak ingin ketinggalan dalam kompetisi rudal hipersonik ini, militer Amerika Serikat (AS) juga telah memperlihatkan senjata rudal hipersonik mereka yang dikenal dengan nama Dark Eagle.
Dilansir Washington Times, pada bulan Juni 2026 lalu, rudal hipersonik terbaru milik Angkata Darat AS yang dikenal dengan nama julukan Dark Eagle telah dipasang (deployment) di Pulau Tinian sekitar 160-an km dari Guam dalam sebuah latihan militer baru-baru ini menurut Komando Pasifik. Dark Eagle yang memiliki nama resmi The Long-Range Hypersonic Weapon (LRHW) adalah senjata rudal hipersonik permukaan ke permukaan jarak menengah yang dikembangkan untuk digunakan AD AS.
Ingin tahu lebh lanjut mengenai rudal hipersonik terbaru milik militer AS ini? Simak 4 fakta menariknya berikut ini, yuk!
