Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Fakta Dark Eagle, Rudal Hipersonik Terbaru Militer AS
potret sistem Long-Range Hypersonic Weapon (LRHW) atau yang lebih dikenal dengan rudal hipersonik Dark Eagle (commons.wikimedia.org/Ancheta Wis)
  • Angkatan Darat AS mengerahkan Dark Eagle atau Long-Range Hypersonic Weapon di Pulau Tinian dalam latihan Juni 2026; rudal ini dirancang menyerang target bernilai tinggi yang dilindungi pertahanan kuat.
  • Dark Eagle diluncurkan dari kendaraan transporter-erector-launcher dan memakai Common-Hypersonic Glide Body bermanuver, sehingga sulit dideteksi maupun dicegat; kecepatannya dilaporkan hingga Mach 17 dengan jangkauan 2.770–3.500 kilometer.
  • Pengembangannya melibatkan Lockheed Martin, Northrop Grumman, Dynetics, dan Sandia National Laboratories; seluruh komponen sistemnya dirancang dapat diangkut pesawat C-17 Globemaster III untuk pengerahan cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konflik militer di sejumlah belahan dunia seperti konflik militer antara Rusia dengan Ukraina serta Amerika Serikat-Israel dengan Iran telah menunjukkan kepada publik sebuah senjata baru yang digunakan dalam peperangan yakni: rudal hipersonik. Rudal hipersonik adalah sistem senjata yang melaju dengan kecepatan Mach 5 (6.125 km/jam) atau lebih tinggi sembari bermanuver ketika menuju target. Nama rudal hipersonik seperti Kinzhal milik Rusia atau rudal hipersonik Fattah milik pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) kerap muncul dalam pemberitaan. Seolah tak ingin ketinggalan dalam kompetisi rudal hipersonik ini, militer Amerika Serikat (AS) juga telah memperlihatkan senjata rudal hipersonik mereka yang dikenal dengan nama Dark Eagle.

Dilansir Washington Times, pada bulan Juni 2026 lalu, rudal hipersonik terbaru milik Angkata Darat AS yang dikenal dengan nama julukan Dark Eagle telah dipasang (deployment) di Pulau Tinian sekitar 160-an km dari Guam dalam sebuah latihan militer baru-baru ini menurut Komando Pasifik. Dark Eagle yang memiliki nama resmi The Long-Range Hypersonic Weapon (LRHW) adalah senjata rudal hipersonik permukaan ke permukaan jarak menengah yang dikembangkan untuk digunakan AD AS.

Ingin tahu lebh lanjut mengenai rudal hipersonik terbaru milik militer AS ini? Simak 4 fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Digunakan untuk target militer bernilai tinggi yang terlindungi pertahanan kuat

potret tabung rudal Dark Eagle di atas sistem transporter-elector-launcher (commons.wikimedia.org/1st Lt. David Kim)

Menurut militer AS, rudal hipersonik Dark Eagle didesain untuk memberikan kemampuan serangan presisi konvensional jarak menengah hingga jarak jauh dengan platform peluncuran darat guna melumpuhkan target mililter lawan yang bernilai tinggi yang dilindungi sistem pertahanan kuat serta dengan tenggat waktu yang singkat untuk memberikan keunggulan taktis dan strategis di medan tempur.

Sistem rudal hipersonik Dark Eagle diluncurkan dari darat menggunakan kendaraan yang juga berfungsi sebagai alat transportasinya sekaligus sistem peluncurannya. Kendaraan pengangkut tersebut disebut dengan transporter-erector-launcher. Karena berbasis kendaraan peluncur, unit-unit militer AS dapat dengan cepat memindahkan , menyembunyikan dan menyiagakannya di wilayah-wilayah strategis ketika terjadi konflik militer.

2. Hulu ledaknya bisa bermanuver saat menuju target

potret peluncuran uji coba prototipe hypersonic glide body atau hulu ledak yang dapat bermanuver ketika menuju target pada tahun 2020 silam (commons.wikimedia.org/US Navy)

Selain kecepatannya yang luar biasa, salah satu hal yang paling ditakuti dari Dark Eagle ini adalah kemampuan hulu ledaknya dalam bermanuver ketika menyasar target. Sebagaimana diinformasikan dalam laman Lockheed-Martin, berbeda dengan rudal balistik konvensional yang mengikuti trayek busur balistik, rudal hipersonik Dark Eagle ini diluncurkan oleh roket pendorong (booster) dua tahap yang membawa jenis hulu ledak yang terintegrasi dengan sistem yang dikenal dengan nama Common-Hypersonic Glide Body (C-HGB) yang berada di ujung kepala rudal. Begitu roket pendorong mencapai ketinggian dan kecepatan tertentu, ia akan melepaskan bagian C-HGB yang kemudian meluncur dengan kecepatan hipersonik saat turun menuju targetnya.

C-HGB tersebut terus terbang dengan kecepatan hipersonik dan memantul dalam serangkaian "lompatan" di lapisan atmosfer bagian atas. Setiap pantulan lompatan tersebut akan merubah lintasan hulu ledaknya yang membuat deteksi dan pelacakan oleh sistem pertahanan udara lawan sangat sulit dilakukan sehingga membuatnya sulit untuk dicegat. Sistem C-HGB dalam bentuk kerucut (cone) yang berisi hulu ledak tersebut didesain untuk tahan terhadap perubahan suhu dan tekanan ekstrem yang terjadi selama masuk kembali (re-entry) ke dalam lapisan atmosfer untuk menyasar target. Rudal hipersonik milik militer AS ini memiliki kecepatan melampaui Mach 5 hingga mencapai Mach 17 (20.800 km/jam) dalam sebuah pengujian serta memiliki jangkauan antara 2.770-an km hingga 3.500 km

3. Dibuat oleh 4 kontraktor utama

potret seorang prajurit yang sedang menempatkan tabung rudal hipersonik Dark Eagle di transporter erector launcher (commons.wikimedia.org/Capt. Ryan DeBooy)

Menurut situs web resm informasi legislatif federal AS (Congress.gov), rudal hipersonik Dark Eagle yang dikembangkan bersama oleh AD dan AL AS ini dibuat oleh 4 kontraktor utama yakni: perusahaan pertahanan kenamaan AS Lockheed Martin, yqng memproduksi roket pendorong 2 tingkatnya, perlengkapan peluncuran dan truk transportasi trailernya. Yang kedua adalah Northrop Grumman, yang berkolaborasi dalam pembuatan bagian-bagian roket pendorongnya.

Yang ketiga adalah Dynetics yang memproduksi kompononen-komponen Common-Hypersonic Glide Body (C-HGB) yang membentuk bagian hulu ledaknya. Yang keempat adalah Laboratorium Nasional Sandia (Sandia National Laboratories) yang menyediakan desain dasar bagi airframe rudal hipersonik Darlk Eagle.

4. Dapat diangkut oleh pesawat angkut militer AU AS

pesawat angkut strategis AU AS, C-17 Globe Master III yang digunakan untuk memindahkan komponen-komponen rudal Dark Eagle dengan cepat (commons.wikimedia.org/Staff Sgt. Jacob N. Bailey)

Untuk kemudahan mobilitasnya dari satu tempat ke tempat lainnya secara cepat, komponen-komponen dari rudal hipersonik Dark Eagle ini telah tersertifkasi dapat diangkut oleh pesawat angkut militer strategis AU AS. Menurut laman National Interest, seluruh komponen rudal hipersonik Dark Eagle ini, termasuk peluncur berbasis truk trailer dan peralatan transportasi serta sistemnya dirancang secara khusus untuk mobilitas udara strategis tingkat tinggi sehingga dapat diangkut oleh pesawat angkut militer strategis AU AS, C-17 Globemaster III untuk mengerahkan sistem tersebut secara cepat ke lokasi garis depan konflik militer.

C-17 Globemaster III merupakan salah satu pesawat angkut ikonik militer AU AS yang dapat melakukan multimisi pengangkutan logistik baik misi strategis maupun misi taktis. Sebagai pesawat angkut berat, C-17 memiliki kelebihan dapat beroperasi dari landasan pendek atau landasan sederhana yang diperkeras dengan fasilitas seadanya. Ia mampu lepas landas dan mendarat di landasan yang panjangnya kurang dari 1.100 m, sementara kebanyakan pesawat angkut dengan ukuran jumbo seperti C-17 tersebut membutuhkan panjang landasan 2 kali lebih panjang untuk lepas landas dan mendarat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article