Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Menarik Tiong-lampu Kangkok, Dianggap sebagai Pertanda Baik! 

4 Fakta Menarik Tiong-lampu Kangkok, Dianggap sebagai Pertanda Baik!
Tiong-lampu kangkok (inaturalist.org/Лариса Артемьева)

Tiong-lampu kangkok atau cuckoo roller juga dikenal sebagai courol. Mereka berada dalam famili Leptosomidae dan memiliki nama ilmiah Leptosomus discolor. Burung ini merupakan satu-satunya dalam famili tersebut, sebelumnya ditempatkan dalam ordo Coraciiformes dan sekarang berada di ordonya sendiri yaitu Leptosomiformes. Ukurannya cukup besar, panjang tubuhnya mencapai 40--50 sentimeter dan beratnya tidak diketahui. Tidak sama seperti true roller dan ground roller yang kedua jenis kelamin serupa, tiong-lampu kangkok nampak berbeda.

Bagian dada dan kepada jantan berwarna abu-abu beludru, secara bertahap berubah menjadi putih pada bagian bawahnya. Sementara itu, punggung, ekor dan bulu penutup sayapnya berwarna hijau tua dengan kilau ungu. Bagian atas kepala serta garis matanya berwarna hitam. Berbeda dengan betina yang cenderung berwarna cokelat, bagian bawahnya pucat dengan bintik-bintik gelap. Burung muda nampak seperti betina.

Walaupun tidak banyak informasi yang tentangnya, tidak ada salahnya menambah wawasan mengenai spesies ini. Yuk, kenalan dengan mereka melalui fakta berikut ini.

1. Wilayah penyebaran tiong-lampu kangkok

Tiong-lampu kangkok (commons.m.wikimedia.org/Frank Wouters)
Tiong-lampu kangkok (commons.m.wikimedia.org/Frank Wouters)

Penyebaran tiong-lampu kangkok berada di berbagai habitat, termasuk area yang telah mengalami perubahan akibat aktivitas manusia. Mereka menghuni hutan hujan, hutan litoral, hutan gugur, semak belukar berduri dan perkebunan. Animalia menginformasikan bahwa di Comoro, burung ini ditemukan di semua pulau utama termasuk kawasan berhutan. Mereka bisa ditemukan hingga ketinggian 2.000 meter.

Penyebaran tiong-lampu kangkok sangat luas, populasinya di Madagaskar berada di fragmen hutan kecil. Populasi melimpah berada di hamparan luas hutan yang terhubung dengan cagar alam seperti Zahamena, Andringitra, Andohahela dan Marojejy.

2. Apa yang dimakannya?

Tiong-lampu kangkok (commons.m.wikimedia.org/Nigel Voaden)
Tiong-lampu kangkok (commons.m.wikimedia.org/Nigel Voaden)

Tidak banyak informasi mengenai menu makan dari tiong-lampu kangkok, tapi ekspedisi pada tahun 1931 menemukan bahwa makanannya terdiri dari bunglon dan serangga. Belalang dan ulat adalah makanan penting bagi mereka. Di dalam perutnya kerap ditemukan bulu ulat, jangkrik, serangga tongkak dan cecak.

Melansir iNaturalist, tiong-lampu kangkok menggunakan teknik berburu bertengger dalam diam sambil mengawasi mangsanya, lalu melakukan serangan cepat. Mereka juga berburu di udara, mangsa ditangkap dengan paruh besarnya lalu dibunuh dengan menghantamnya ke cabang pepohonan.

3. Sistem perkawinan tiong-lampu kangkok

Tiong-lampu kangkok (inaturalist.org/Лариса Артемьева)
Tiong-lampu kangkok (inaturalist.org/Лариса Артемьева)

Sama seperti menu makannya, informasi mengenai perilakunya juga sangat terbatas. Tiong-lampu kangkok dulunya dianggap melakukan poligami, tapi tidak ada bukti yang mendukungnya. Sarangnya terletak di pepohonan yang tingginya sekitar 4--6 meter di atas permukaan tanah. Mereka bersarang dalam celah-celah yang terbentuk secara alami.

Tidak ada lapisan di dalam rongga sarangnya, telur putihnya hanya diletakkan langsung di bagian bawah rongga tersebut. Betina biasanya menghasilkan hingga 4 butir. Hanya betina yang mengerami telurnya selama 20 hari. Anak-anaknya tetap berada dalam sarang selama 30 hari sebelum bisa terbang.

4. Sering dianggap sebagai pertanda baik

Tiong-lampu kangkok (inaturalist.org/Nick Helme)
Tiong-lampu kangkok (inaturalist.org/Nick Helme)

Sumber yang sama menjelaskan bahwa tiong-lampu kangkok sebenarnya sangat jinak dan umumnya tidak diganggu oleh penduduk asli Madagaskar. Ada banyak legenda dan mitos mengenai burung ini. Mereka sering dianggap sebagai pertanda baik, sebagai pembawa cuaca cerah dan dikaitkan dengan pasangan serta cinta (sebab sering terlihat berpasangan.

Sayangnya, tidak banyak informasi mengenai tiong-lampu kangkok. Tapi, setidaknya kamu tahu bahwa hanya betina yang mengerami telurnya sendirian. Mereka juga dianggap sebagai pertanda baik dan dihubungkan dengan pasangan serta cinta. Saat ini, tiong-lampu kangkok diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN, tapi tren populasinya mengelami penurunan. Mereka biasanya tidak diburu dan bisa bertahan dengan perubahan habitat sehingga tidak terancam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More

6 Fakta Sejarah dari Situs Suci Umat Buddha, Bikin Arkeolog Takjub!

20 Mei 2026, 09:29 WIBScience