Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hewan yang Tidak Memiliki Darah Berwarna Merah, Tidak Biasa!
ilustrasi gurita (pexels.com/Jeffry Surianto)
  • Warna darah merah umumnya berasal dari hemoglobin berbasis zat besi, tetapi sejumlah hewan memakai molekul atau pigmen berbeda untuk mengangkut oksigen.
  • Gurita dan kepiting tapal kuda berdarah biru karena hemosianin berbasis tembaga; darah kepiting tapal kuda juga digunakan untuk mendeteksi racun bakteri dalam pengujian medis.
  • Cacing laut tertentu memiliki darah hijau akibat klorokruorin, sedangkan kadal Prasinohaema di Papua Nugini menoleransi biliverdin tinggi yang membuat darahnya hijau terang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada saat membicarakan darah, maka sebagian besar orang mungkin akan membayangkan cairannya berwarna merah dan mengalir di dalam tubuh berbagai makhluk hidup. Warna merah tersebut sebetulnya berasal dari hemoglobin, yaitu protein yang mengandung zat besi dan memiliki fungsi penting untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Nyatanya, di dunia hewan justru menyimpan berbagai keunikan yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang. Ada beberapa spesies yang justru memiliki darah dengan warna berbeda dari warna merah karena menggunakan molekul pengangkut Oksigen yang tak sama atau bahkan memiliki komposisi kimia yang unik di dalam sistem peredaran darahnya.

1. Gurita

ilustrasi gurita (pexels.com/yu zhang)

Gurita merupakan salah satu hewan yang dikenal memiliki darah berwarna biru, sehingga berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Warna tersebut ternyata berasal dari hemosianin, yaitu protein yang mengangkut Oksigen dan menggunakan tembaga sebagai unsur utamanya, sehingga bukan hemoglobin yang lebih menggunakan zat besi.

Hemosianin sangat efektif bekerja di kondisi lingkungan laut yang sangat dingin dan memiliki kadar Oksigen yang relatif rendah. Kemampuan ini seolah membantu gurita untuk bertahan hidup di berbagai habitat laut, termasuk di perairan dalam memang memiliki kondisi cukup ekstrem.

2. Kepiting tapal kuda

ilustrasi kepiting tapal kuda (britannica.com)

Kepiting tapal kuda memiliki darah berwarna biru karena menggunakan hemosianin sebagai pengangkut oksigennya. Meski memang namanya mengandung kata kepiting, Namun nyatanya hewan ini lebih dekat kekerabatannya dengan laba-laba dan kalajengking jika dibandingkan kepiting itu sendiri.

Bukan hanya karena warnanya yang unik, darah kepiting tapal kuda juga dinilai memiliki nilai ilmiah yang cukup tinggi. Alasannya karena ada sel-sel tertentu di dalam darahnya yang bisa mendeteksi keberadaan racun bakteri, sehingga juga cukup sering dimanfaatkan dalam industri medis untuk menguji keamanan dari sebuah produk kesehatan.

3. Cacing laut hijau

ilustrasi cacing laut hijau (inaturalist.org)

Ada beberapa spesies cacing laut yang memiliki darah berwarna hijau karena mengandung adanya pigmen yang dikenal sebagai klorokruorin. Pigmen ini ternyata memiliki fungsi yang sangat mirip dengan hemoglobin, yaitu bisa membantu dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, namun menghasilkan warna yang terlihat berbeda pada saat berada dalam konsentrasi tertentu.

Warna hijau yang terdapat pada darah cacing laut ternyata cukup mencolok pada saat diamati di kondisi tertentu. Proses adaptasi ini berkembang selama jutaan tahun dan memungkinkan hewan tersebut untuk bisa bertahan hidup di kondisi lingkungan laut yang memang memiliki karakteristik khusus.

4. Kadal skink prasinohaema

ilustrasi kadal skink prasinohaema (inaturalist.org)

Kadal dari genus Prasinohaema yang biasa hidup di wilayah Papua Nugini ternyata dikenal memiliki darah berwarna hijau terang yang terlihat tidak biasa. Warna tersebut sebutlah diakibatkan oleh tingginya kadar biliverdin, yaitu pigmen hasil pemecahan hemoglobin yang ada kebanyakan hewan justru bersifat beracun apabila jumlahnya terlalu tinggi.

Satu hal menarik adalah kadang ini bisa mentoleransi kadar biliverdin yang sangat tinggi tanpa mengalami adanya gangguan kesehatan. Para ilmuwan juga masih terus mempelajari bagaimana mekanisme biologis tersebut bisa bekerja dan apa saja keuntungan yang diperoleh hewan ini dari adaptasi unik tersebut.

Tidak semua hewan memiliki darah berwarna merah yang pada umumnya ditemukan pada makhluk hidup. Beberapa hewan di atas seolah menunjukkan bahwa sistem peredaran darah bisa berkembang dengan cara yang sangat berbeda sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan juga proses evolusinya. Keunikan ini seolah menjadi bukti bahwa dunia hewan masih menyimpan berbagai fakta ilmiah yang sangat menarik untuk dipelajari oleh para ilmuwan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article