Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Anakonda Kuning, Predator Ganas bagi Mangsanya 

5 Fakta Anakonda Kuning, Predator Ganas bagi Mangsanya
Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Walter S. Prado)

Di dunia ini ular terkenal seperti anakonda mempunyai banyak jenis. Salah satu yang dibahas kali ini adalah anakonda kuning. Nama ilmiahnya eunectes notaeus juga dikenal sebagai anakonda paraguay. Anakonda diketahui sebagai ular yang tak berbisa, namun menjadi momok menakutkan bagi mangsanya.

Anakonda kuning tinggal di Amerika Selatan: Paraguay, Bolivia, Brasil, Uruguay dan Argentina. Ular ini berdiam di rawa-rawa, paya-paya, tepian sungai, anak sungai dll. Sebaliknya, mereka menghindari daerah kering. Selama bulan-bulan musim hujan, anakonda kuning dapat ditemukan di daerah tergenang air.

Anakonda kuning bergerak lambat di darat, namun lincah di air. Simak profil dari anakonda kuning sekarang ya.

1. Warna kuning mencolok pada sang anaconda

Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Pablo H Capovilla)
Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Pablo H Capovilla)

Dilansir A-z animals, anakonda kuning seperti namanya memiliki warna dasar kuning yang mencolok dengan variasi meliputi kuning kehijauan dan kuning kecokelatan. Mereka memiliki bercak-cak gelap biasanya berwarna cokelat tua hingga hitam.

Kepalanya tumpul, memiliki pupil elips, garis-garis terdapat di belakang matanya dan gigi melengkung ke dalam. Tubuhnya berotot, tebal cenderung besar dan memiliki sisik yang memberikan perlindungan. Sisik pada perut lebih besar dan halus daripada sisik di bagian tubuh lainnya.

Ada perbedaan sesuai jenis kelaminnya. Betina mencapai panjang 15 kaki dan berat 80 pon, sedangkan jantan biasanya mencapai panjang sekitar 10 kaki dan berat kisaran 50 pon. Panjang rata-rata spesies ini adalah 3 meter lebih kecil dibandingkan saudaranya, anakonda hijau.

2.Sistem perkawinan

Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Patricio Cowper Coles)
Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Patricio Cowper Coles)

Animalinformation memaparkan, jantan dapat saling berkelahi untuk mendapatkan akses kawin dengan betina. Jantan berukuran besar cenderung memenangkan persaingan. Pra kawinnya ditunjukkan ketikan jantan mengeluarkan bau yang menyengat untuk menarik betina dan lanjutnya melakukan ritual pacaran.

Ritual yakni pasangan saling melilit, saling bergesekan bahkan saling bertarung. Setelah kawin, si jantan akan pergi dan tidak membesarkan anak-anaknya. Masa kehamilan betina berlangsung sekitar 6-8 bulan.

Betina memilih melahirkan di tempat dengan kondisi hangat dan terpencil di dekat air. Jumlah anaknya bisa berkisar 20 hingga 60 ekor. Bayi ular sudah diharuskan untuk cepat beradaptasi di lingkungannya dan belajar untuk memburu mangsanya demi bertahan hidup.

3.Sangat agresif memakan mangsanya

Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Leonel Roget)
Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Leonel Roget)

Anakonda kuning mencari makan terutama di perairan dangkal sebagai strategi penyergapan mangsa. Anakonda menyambar mangsanya menggunakan rahangnya yang kuat. Mereka melilitkan tubuhnya pada mangsa, menjepit dan meremas lilitannya hingga si mangsa mati lemas.

Anakonda kuning lebih suka menyerang mangsanya dalam air dan korbannya mati lemas dan tenggelam. Ia pun bisa membuka rahangnya untuk memakan mangsa yang jauh lebih besar daripada ukuran mulutnya seperti rusa brocket, kapibara dan pekari.

Mangsa ukuran besar membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Jadi setelah memangsa hewan besar, anakonda tidak makan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Mereka langsung menelan mangsanya secara utuh seperti ikan, amfibi, hewan pengerat, kura-kura, caiman bahkan sesama anakonda.

Anakonda kuning juga dapat mengintimidasi manusia ditunjukkan dengan mata dan lidah hitamnya yang pekat. Meskipun jarang, anakonda kuning dewasa mampu menaklukkan dan memakan manusia, lho. Seram banget. Oleh sebab itu, anakonda kuning kerap dibunuh oleh penduduk setempat di habitatnya.   

4.Memiliki sedikit predator alami

Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Andrey Butko)
Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Andrey Butko)

Animaldiversity menyebut, anakonda tidak memiliki predator alami. Namun para predator biasanya mengincar anak-anak ular meliputi rubah pemakan kepiting, kadal tegu, caiman bahkan sesama anakonda. Untuk menghindari predator, anak-anak anakonda memiliki pola bintik-bintik gelap bersembunyi di balik tumbuhan.

5.Anakonda sudah ada sejak zaman purba

Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Andrey Butko)
Anakonda kuning (commons.wikimedia.org/Andrey Butko)

Mengenai sejarah anakonda diyakini sudah ada sejak jutaan tahun lalu dari ular boid purba. Seiiring berjalannya waktu, ras anakonda beradaptasi di lingkungan perairan hingga keturunan mereka saat ini.

Anakonda kuning diburu untuk diambil kulitnya yang nantinya dijadikan barang dagangan seperti dompet, sepatu dan ikat pinggang. Tambahnya, mereka juga diperdagangkan sebagai hewan peliharaan. Terakhir, dipelihara di kebun binatang sebagai objek wisata yang populer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Sejak Kapan Pemanasan Global Terjadi?

05 Apr 2026, 06:15 WIBScience