5 Fakta Lesotho, Negara yang Seluruh Wilayahnya di Atas 1.000 mdpl

- Lesotho adalah negara dengan seluruh wilayah di atas 1.000 mdpl
- Lesotho Highlands Water Project membangun bendungan dan fasilitas pembangkit listrik
- Pegunungan Maloti Drakensberg masuk dalam situs warisan dunia dan menyimpan keanekaragaman hayati yang penting bagi pengelolaan air
Lesotho sering disebut kerajaan di atas awan karena seluruh wilayahnya benar benar berada di ketinggian yang membuatnya terasa seperti berada di atap Afrika. Negara kecil yang dikelilingi oleh Afrika Selatan ini punya kontur pegunungan yang dominan sehingga cuaca dan cara hidup warga setempat berbeda dari negara lain pada lintang yang sama.
Kondisi ketinggian ini bukan hanya soal pemandangan indah. Pegunungan Maloti Drakensberg yang membentang di Lesotho menjadi sumber air penting bagi wilayah lebih luas di selatan Afrika. Peran itu membuat proyek besar untuk mengelola sumber air dibuat bersama negara tetangga. Pada ulasan ini, terdapat lima fakta tentang Lesotho.
1. Ketinggian minimum yang mengejutkan

Banyak orang tahu Lesotho tinggi tapi sedikit yang sadar bahwa titik terendah negara ini masih setinggi sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut. Artinya tidak ada satu pun sudut Lesotho yang berada di bawah 1.000 meter. Fakta ini membuat Lesotho jadi negara dengan titik terendah tertinggi di dunia.
Angka tersebut juga menjelaskan kenapa lebih dari separuh wilayah Lesotho bersuhu lebih sejuk dan bahkan bersalju di musim dingin. Ketinggian ini memengaruhi pertanian, transportasi, dan gaya hidup yang menyesuaikan dengan dataran tinggi. Hubungan ini akan terasa lagi ketika kita bicara tentang air dan ekosistem di poin berikut.
2. Sungai dan proyek air yang berdampak luas

Sungai sungai yang bermata di daerah tinggi Lesotho memberi pasokan air bagi cekungan yang jauh di selatan. Untuk memanfaatkan dan mengelola potensi ini Lesotho dan Afrika Selatan menjalankan Lesotho Highlands Water Project yang membangun bendungan terowongan dan fasilitas pembangkit listrik kecil. Proyek ini memberi pemasukan negara sekaligus memasok air bagi kawasan industri tetangga.
Di sisi lain proyek besar seperti ini juga menimbulkan debat serius tentang dampak lingkungan dan sosial. Komunitas dan pengelola sumber daya sering harus bernegosiasi soal kompensasi, akses lahan, dan perlindungan ekosistem. Keterkaitan antara air dan ketinggian Lesotho membuat isu ini terasa sangat penting bagi masa depan wilayah ini.
3. Taman warisan dan keanekaragaman yang jarang disorot

Bagian pegunungan Maloti Drakensberg masuk dalam situs warisan dunia yang membentang di perbatasan Lesotho dan Afrika Selatan. Tidak hanya menawan, area ini juga menyimpan lukisan batu berusia ribuan tahun serta spesies tumbuhan unik yang beradaptasi pada kondisi dataran tinggi.
Kekayaan ini saling terkait dengan peran Lesotho sebagai penghasil air. Vegetasi gunung membantu menahan tanah dan menyaring air, sehingga kerusakan habitat di ketinggian bisa memperburuk erosi dan kualitas air. Pemahaman tentang hubungan antara budaya, biodiversitas, dan hidrologi ini penting agar pengelolaan kawasan berjalan berkelanjutan.
4. Tantangan sosial ekonomi yang dipengaruhi ketinggian

Ketinggian ekstrem menciptakan tantangan akses dan konektivitas. Banyak desa berada di lembah dan lereng terpencil sehingga layanan kesehatan, pendidikan, dan pasar lebih sulit dijangkau. Wilayah Maloti disorot terkait faktor ketinggian, iklim, dan kebijakan pembangunan saling terkait mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
Karena itu solusi yang berhasil bukan hanya soal infrastruktur. Perlu pendekatan yang mempertimbangkan ekologi pegunungan, sumber mata pencaharian tradisional, dan kompensasi untuk masyarakat yang terdampak proyek besar.
5. Budaya dan adaptasi sehari-hari yang membuat Lesotho unik

Orang Basotho mengembangkan cara hidup yang cocok untuk dataran tinggi. Pakaian tradisional seperti selimut Basotho serta rumah dan teknik beternak disesuaikan untuk menghadapi suhu dingin dan angin kencang. Adaptasi budaya ini menjadi solusi praktis untuk hidup di ketinggian.
Adaptasi itu juga membuka peluang ekowisata dan kegiatan outdoor yang ramah budaya bila dikelola baik. Jika air dari gunung menjadi komoditas ekonomi dan taman warisan menjadi magnet wisata, maka budaya lokal memberi nilai tambah sekaligus pengingat bahwa pembangunan harus melibatkan komunitas setempat.
Lesotho memang kecil secara wilayah tetapi besar dari sisi keunikan ketinggiannya. Dari fakta geografi yang membuat seluruh negeri berada di atas 1.000 meter hingga peranannya sebagai gardu air regional dan tantangan sosial yang muncul, semuanya saling terkait.



















