Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Menarik Cobh, Kota Terakhir yang Disinggahi Kapal Titanic
Kota Cobh, Irlandia (unsplash.com/kristelhayes)
  • Cobh, yang bernama Queenstown saat itu, menjadi persinggahan daratan terakhir RMS Titanic pada 11 April 1912 sebelum pelayaran perdana melintasi Atlantik.
  • Sebanyak 123 penumpang naik dari Cobh melalui kapal tender, dengan 113 di antaranya kelas tiga yang merupakan emigran dari County Cork menuju Amerika.
  • Selain jejak Titanic yang kini dirawat lewat museum dan lanskap bersejarah, Cobh juga menjadi pusat emigrasi Irlandia serta lokasi penanganan korban RMS Lusitania pada 1915.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cobh adalah kota pelabuhan kecil di County Cork, Irlandia, dengan deretan rumah warna-warni di lereng bukit yang menghadap ke laut. Di balik pemandangannya yang tenang, kota ini punya sejarah penting dalam dunia maritim. Pada 11 April 1912, ketika masih dikenal sebagai Queenstown, Cobh menjadi daratan terakhir yang disinggahi RMS Titanic sebelum kapal itu memulai pelayaran perdananya melintasi Atlantik.

Selain dikenal sebagai persinggahan Titanic, Cobh juga menjadi titik keberangkatan ribuan emigran Irlandia yang mencari kehidupan baru di luar negeri. Hubungan kota ini dengan Titanic masih diingat sampai sekarang sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas Cobh. Berikut lima fakta menarik yang menjelaskan kedekatan kota ini dengan kisah Titanic.

1. Kota dengan tiga nama dan saksi bisu perubahan politik Irlandia

Kota Cobh, Irlandia (commons.wikimedia.org/Marathon)

Nama Cobh menjadi identitas yang melekat erat pada kisah Titanic, namun faktanya kapal tersebut berlabuh saat kota ini menyandang nama yang lain. Secara historis, kota ini dikenal sebagai Cove yang artinya teluk karena lokasinya yang terlindungi di Pelabuhan Cork. Sejarah mencatat nama itu berubah drastis pada abad ke-19.

Dilansir laman Irish Central, nama kota ini diubah menjadi Queenstown pada tahun 1849 sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan Ratu Victoria, momen yang sangat penting bagi Cork. Nama Queenstown bertahan hingga Titanic datang dan pergi.

Setelah Irlandia meraih kemerdekaannya dari Inggris pada awal tahun 1920-an, penduduk setempat memutuskan untuk mengembalikan nama aslinya, tetapi dengan ejaan Gaelik, menjadi Cobh (diucapkan seperti "Cove"). Transisi nama ini, dari Cove ke Queenstown, dan kembali ke Cobh, benar-benar mencerminkan era perubahan kekuasaan, politik, dan rasa nasionalisme yang mendalam di Irlandia.

2. Menjadi pintu gerbang terakhir para pencari harapan

Kapal Titanic berlabuh di Cobh Harbour (sebelumnya dikenal sebagai Queenstown), Irlandia, pada 11 April 1912 (commons.wikimedia.org/Unknown photographer)

Persinggahan Titanic di Queenstown berlangsung sangat singkat, hanya beberapa jam. Kapal raksasa itu tidak merapat ke dermaga, melainkan menjatuhkan jangkar di tengah teluk karena terlalu besar untuk sandar di pelabuhan. Para penumpang diangkut menggunakan dua kapal tender kecil, yaitu PS America dan PS Ireland, dari dermaga lama White Star Line.

Dilansir laman Ireland, dari 123 penumpang yang menaiki Titanic dari Cobh, mayoritas, tepatnya 113 orang, adalah penumpang Kelas Tiga (dikenal juga sebagai steerage). Penumpang ini adalah emigran dari daerah-daerah pedalaman di County Cork yang menjual semua harta benda mereka demi tiket satu arah menuju "Dunia Baru" di Amerika.

Kontras sekali dengan penumpang elit Kelas Satu dan Kelas Dua yang naik di Southampton dan Cherbourg, para penumpang Cobh ini membawa serta harapan besar untuk melarikan diri dari kemiskinan Irlandia, hanya untuk bertemu dengan nasib terburuk di Atlantik Utara.

3. Titik emigrasi terpenting dalam sejarah Irlandia

Ilustrasi para emigran yang meninggalkan Cobh atau Queenstown menuju New York tahun 1874 (commons.wikimedia.org/Miscellaneous Items in High Demand, PPOC, Library of Congress)

Fakta bahwa Cobh menjadi gerbang bagi para pencari kehidupan baru jauh lebih besar daripada sekadar kisah 123 orang yang naik ke Titanic dari pelabuhan ini. Kota ini adalah episentrum dari sejarah emigrasi Irlandia. Selama periode yang mencakup Bencana Kelaparan Besar dan setelahnya, Cobh menjadi simbol perpisahan yang menyakitkan.

Dilansir laman Irish Central, diperkirakan lebih dari 2,5 juta dari enam juta orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara antara tahun 1848 dan 1950 berangkat melalui Cobh. Di pelabuhan yang sama, banyak keluarga berpisah untuk terakhir kalinya tanpa tahu apakah mereka akan bertemu lagi, sehingga Cobh dijuluki "Pelabuhan Air Mata."

Patung Annie Moore di tepi laut Cobh, yang merupakan imigran pertama yang diproses di Ellis Island pada tahun 1892, berdiri sebagai pengingat akan jutaan orang yang memulai perjalanan mereka menuju kehidupan baru dari kota ini.

4. Saksi bisu dua tragedi maritim Atlantik

Lusitania Peace Memorial, Kota Cobh, Irlandia (commons.wikimedia.org/William Murphy)

Sungguh kebetulan yang menyedihkan, tetapi Cobh memiliki hubungan yang mendalam dengan dua bencana maritim paling terkenal di awal abad ke-20 yaitu Titanic pada tahun 1912 dan RMS Lusitania pada tahun 1915. Jika Titanic hanya singgah lalu tenggelam jauh di laut, Lusitania justru tenggelam di dekat perairan Cork.

Dilansir laman GPS my City, setelah kapal Lusitania diserang torpedo oleh kapal selam U-boat Jerman, Cobh (yang saat itu masih Queenstown) menjadi pusat utama upaya penyelamatan dan pemulihan korban. Para penyintas dan jenazah korban dibawa ke sini. Penduduk kota menunjukkan keberanian dan kasih sayang yang luar biasa, merawat yang terluka dan membantu menguburkan yang tewas.

Di Casement Square, pusat kota, kini berdiri Lusitania Peace Memorial yang megah, patung perunggu yang menggambarkan malaikat di atas dua nelayan yang berduka. Monumen tersebut secara permanen mengaitkan Cobh dengan kedua tragedi kelautan yang mengubah jalannya sejarah.

5. Lanskap kota yang terjaga sejak era Titanic

Kota Cobh, Irlandia (commons.wikimedia.org/Mike Pennington)

Salah satu hal paling menarik dari Cobh adalah bagaimana kota ini berhasil mempertahankan lanskap bersejarahnya. Saat berjalan di sepanjang dermaga, suasananya seakan membawa kita kembali ke masa ketika Titanic singgah di sini. Deretan bangunan batu bergaya Victoria yang menghadap ke pelabuhan masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Bekas kantor tiket White Star Line, tempat 123 penumpang terakhir Titanic menerima boarding pass mereka, kini diubah menjadi museum Titanic Experience Cobh. Bagian dermaga tempat kapal-kapal tender berangkat juga masih bisa dikunjungi.

Bahkan, deretan rumah berwarna-warni di lereng bukit yang dikenal sebagai The Deck of Cards masih terlihat sama seperti lebih dari seratus tahun lalu. Cobh kini menjadi tempat yang menunjukkan dengan jelas bagaimana suasana titik keberangkatan terakhir Titanic pada masanya.

Cobh bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi tempat yang punya hubungan langsung dengan kisah Titanic. Dari pelabuhan inilah 123 penumpang terakhir naik ke kapal sebelum berlayar menuju Amerika. Sekarang, Cobh dikenang sebagai titik terakhir yang disinggahi Titanic dan menjadi pengingat penting akan peristiwa itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article