Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Fakta Unik Sphaeropteris Excelsa, Pakis Pohon Tertinggi di Dunia

4 Fakta Unik Sphaeropteris Excelsa, Pakis Pohon Tertinggi di Dunia
Sphaeropteris excelsa (commons.wikimedia.org/Daderot)
  • Sphaeropteris excelsa, juga dikenal sebagai Cyathea brownii, dapat tumbuh hingga 20 meter, menjadikannya pakis pohon tertinggi di dunia.
  • Spesies ini berasal dari Pulau Norfolk dan kini dibudidayakan di berbagai wilayah, tetapi populasinya di alam terbatas serta membutuhkan kelembapan tinggi dan suhu stabil.
  • Berasal dari garis keturunan pakis pohon sejak periode Jurassic, Sphaeropteris excelsa turut menjaga ekosistem dengan menyediakan kelembapan, perlindungan, dan habitat bagi berbagai organisme hutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu pikir semua pakis hanyalah tumbuhan kecil di pinggir jalan, tunggu sampai kamu kenalan dengan Sphaeropteris excelsa. Spesies yang juga dikenal dengan nama lamanya, Cyathea brownii, ini menjulang tinggi layaknya pohon dan bahkan bisa menandingi bangunan bertingkat. Namun, keunikan Sphaeropteris excelsa tak berhenti pada ukurannya saja. Di balik sosoknya yang megah, tanaman purba ini menyimpan banyak hal menarik yang jarang diketahui. Nah, biar gak penasaran, yuk simak empat faktanya berikut ini!

  1. 1. Tumbuh menjulang hingga setinggi 20 meter

    Cyathea
    Cyathea (unsplash.com/David Clode)

    Bayangkan pohon pakis dengan tinggi setara bangunan lima lantai. Begitulah kira-kira wujud Sphaeropteris excelsa saat tumbuh maksimal di habitat aslinya. Batangnya tegak, ramping, tapi kokoh menopang tajuk daun yang menjuntai seperti payung raksasa.

    Rata-rata pakis pohon lain hanya mencapai tinggi 3–10 meter, tapi Sphaeropteris excelsa bisa melesat sampai 20 meter. Karena itulah, spesies ini dinobatkan sebagai pakis pohon tertinggi di dunia. Tak heran, banyak pecinta tanaman menyebutnya sebagai raksasa hijau dari dunia pakis.

  2. 2. Asalnya dari Pulau Norfolk, tapi menyebar ke mana-mana

    Potret tanaman di Pulau Norfolk
    Potret tanaman di Pulau Norfolk (commons.wikimedia.org/Powerhouse Museum from Sydney, Australia)

    Sphaeropteris excelsa sejatinya berasal dari Pulau Norfolk, sebuah wilayah kecil di antara Australia dan Selandia Baru. Pulau ini terkenal lembap dan berhawa sejuk—kondisi yang ideal bagi pertumbuhannya. Di habitat aslinya, pakis ini tumbuh di lereng gunung, dekat aliran air, dan sering kali diselimuti kabut pagi yang tebal.

    Menariknya, karena tampilannya yang memesona, Sphaeropteris excelsa kini dibudidayakan di berbagai belahan dunia. Dari taman tropis Asia Tenggara hingga kebun botani Eropa, keberadaannya selalu menarik perhatian. Namun, penting untuk diingat bahwa di habitat liarnya, populasinya terbatas. Menanam Sphaeropteris excelsa di luar habitat asli juga tidak mudah, sebab ia sangat bergantung pada kelembapan tinggi serta suhu yang stabil untuk tetap sehat.

  3. 3. Keturunan purba dari zaman dinosaurus

    Cyathea
    Cyathea (unsplash.com/David Clode)

    Secara garis keturunan, Sphaeropteris excelsa adalah tanaman purba. Keluarga pakis pohon (Cyatheaceae) sudah ada di Bumi sejak periode Jurassic, sekitar 200 juta tahun yang lalu, dan pernah menjadi pemandangan umum di era dinosaurus. Meskipun bentuknya masih mirip dengan nenek moyangnya yang terawetkan dalam fosil, spesies yang kita lihat hari ini tentu telah mengalami evolusi jutaan tahun.

    Bentuknya yang khas pun relatif tak banyak berubah. Struktur batang berserat, daun menjari besar, dan cara berkembang biaknya melalui spora adalah ciri khas yang diwarisi dari masa lalu. Saat melihat Sphaeropteris excelsa di hutan, rasanya seperti menatap langsung ke jendela waktu.

  4. 4. Ruang hidup bagi banyak spesies hutan

    Sphaeropteris excelsa
    Sphaeropteris excelsa (commons.wikimedia.org/Daderot)

    Selain megah, Sphaeropteris excelsa juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Daun lebarnya dapat menampung air hujan, membantu menjaga kelembapan di bawah kanopi. Batangnya yang berserat menjadi tempat hidup bagi lumut, paku-paku kecil, tumbuhan epifit, dan serangga yang mencari perlindungan.

    Burung-burung kerap bertengger di antara daun pakis untuk mencari makan atau membangun sarang. Beberapa jenis amfibi pun menjadikan akar gantungnya sebagai tempat berlindung dari predator. Kehadiran Sphaeropteris excelsa menciptakan ruang hidup bagi beragam makhluk hutan yang saling bergantung satu sama lain.

    Nah, itulah empat fakta unik tentang Sphaeropteris excelsa, pakis pohon tertinggi di dunia. Dari asal-usulnya di Pulau Norfolk hingga perannya menjaga ekosistem, semuanya menunjukkan betapa istimewanya spesies ini. Semoga setelah membaca ini, kamu jadi makin kagum pada keajaiban tumbuhan purba yang masih bisa kita temui hingga sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More