Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Menarik Night Parrot, Burung Endemik Australia yang Misterius
Night parrot (commons.wikimedia.org/Elizabeth Gould)
  • Night parrot adalah burung endemik pedalaman kering Australia yang bergantung pada rumpun spinifex, kini hanya bertahan di lokasi terpencil Queensland dan Australia Barat.
  • Burung nokturnal berukuran 22–25 sentimeter ini berkamuflase dengan bulu hijau bercorak hitam-kuning, lalu mencari air serta biji-bijian pada malam hari.
  • Berstatus kritis dengan estimasi 40–500 individu, night parrot terancam predator, kebakaran, dan perubahan habitat; rekaman suara 2025 mengindikasikan kemungkinan subpopulasi baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Night parrot (Pezoporus occidentalis) merupakan burung endemik Australia yang dikenal sebagai salah satu burung paling misterius di dunia. Selama lebih dari satu abad, spesies ini nyaris tidak pernah terlihat sehingga banyak ilmuwan sempat menganggapnya telah punah. Meski akhirnya berhasil ditemukan kembali, night parrot tetap menjadi salah satu burung paling sulit dijumpai karena hidup di habitat terpencil dan aktif pada malam hari.

Di balik kehidupannya yang penuh misteri, burung ini menyimpan banyak fakta menarik, mulai dari cara hidupnya yang unik hingga berbagai ancaman yang membuat populasinya terus menurun. Yuk, kenalan lebih dekat dengan night parrot lewat lima fakta berikut!

1. Endemik wilayah pedalaman Australia yang kering

Wilayah persebaran night parrot di Australia. (commons.wikimedia.org/KimvdLinde)

Night parrot merupakan spesies endemik Australia. Burung ini hanya ditemukan secara alami di wilayah ini, tepatnya di kawasan pedalaman yang beriklim kering hingga semi-kering. Dilansir Birdlife Datazone, habitat favoritnya berupa padang rumput spinifex (Triodia spp.), dataran banjir, dan kawasan danau garam yang ditumbuhi semak chenopod.

Dulu, persebaran burung ini mencakup hampir seluruh wilayah kering Australia. Namun, kini populasinya hanya diketahui bertahan di beberapa lokasi terpencil di Queensland dan Australia Barat. Bahkan, spesies ini telah dinyatakan punah secara lokal di New South Wales, Victoria, dan sebagian Northern Territory.

Night parrot sangat bergantung pada rumpun spinifex yang lebat sebagai tempat berlindung dan berkembang biak. Oleh karena itulah, burung ini juga dikenal dengan nama spinifex parrot karena kedekatannya dengan rumput spinifex. Saat malam tiba, burung ini terbang beberapa kilometer menuju padang rumput yang kaya akan biji-bijian untuk mencari makan.

2. Penampilannya didominasi warna hijau dengan corak hitam dan kuning

Night parrot (youtube.com/SciNews)

Night parrot merupakan spesies burung dari keluarga Psittacidae. Dilansir NSW Government, burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 22–25 sentimeter, bentang sayap 44–46 sentimeter, dan berat sekitar 100 gram. Tubuhnya didominasi bulu hijau terang yang dipenuhi garis-garis, bercak, dan bintik hitam serta kuning. Bagian perut berwarna kuning cerah, sedangkan tepi sayap dan ekornya cenderung hitam. Saat terbang, bagian bawah sayap memperlihatkan garis berwarna putih kekuningan yang cukup mencolok. Jantan dan betina memiliki penampilan yang mirip sehingga sulit dibedakan hanya dari ciri fisiknya.

Corak hitam dan kuning yang dimiliki night parrot bukan sekadar membuat tampilannya menarik saja, lho! Ternyata, corak tersebut juga berfungsi sebagai kamuflase yang sangat efektif di antara rumpun spinifex. Tak heran jika night parrot sangat sulit ditemukan meskipun berada tidak jauh dari pengamat.

3. Seperti namanya, ia merupakan burung nokturnal

Night parrot merupakan salah satu dari sedikit burung paruh bengkok (Psittaciformes) yang aktif pada malam hari selain kakapo. Pada siang hari, burung ini biasanya bersembunyi di dalam rumpun spinifex yang rapat. Ia baru akan keluar saat senja tiba. Sebelum mencari makan, night parrot biasanya terbang menuju sumber air untuk minum. Setelah itu, burung ini menjelajahi padang rumput untuk mencari makanan dari berbagai jenis biji rumput, tumbuhan herba, dan tanaman chenopod.

4. Populasinya sangat sedikit dan menghadapi banyak ancaman

Night parrot (youtube.com/ABCNews)

Night parrot termasuk salah satu burung paling langka di dunia. Burung ini kini masuk dalam kategori spesies kritis (critically endangered) menurut IUCN. Dilansir Birdlife Datazone, para peneliti memperkirakan estimasi jumlah individunya hanya sekitar 40–500 individu. Setiap subpopulasinya bahkan diperkirakan hanya terdiri atas sekitar 20–30 ekor.

Ancaman terbesar bagi spesies ini berasal dari kucing liar dan rubah merah yang memangsa burung dewasa maupun anakannya. Melansir dari laman ABC News, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak night parrot sering menjadi sasaran kucing liar yang tertarik oleh suara panggilannya. Akibatnya, hanya sedikit anakan yang berhasil tumbuh hingga dewasa sehingga regenerasi spesies ini berlangsung sangat lambat. Selain itu, ancaman seperti kebakaran, penggembalaan, perubahan habitat, kekeringan berkepanjangan, serta perubahan iklim juga turut memperburuk kondisi populasinya.

5. Pernah dianggap punah, tetapi berhasil ditemukan kembali

Keberadaannya yang misterius dan sangat jarang ditemukan membuat night parrot sempat dianggap punah oleh peneliti. Setelah sekitar 25 spesimen dikoleksi pada pertengahan abad ke-19, tidak ada lagi bukti keberadaan burung hidup selama lebih dari 100 tahun. Namun, situasi mulai berubah ketika bangkai night parrot ditemukan pada 1990 dan 2006. Kemudian, pada 2013, peneliti akhirnya berhasil memotret individu hidup dan menemukan populasi liar di Queensland.

Kabar baik kembali datang pada 2025, ketika para peneliti mendeteksi puluhan rekaman suara night parrot di lokasi baru yang berjarak lebih dari 150 kilometer dari populasi yang telah diketahui sebelumnya. Penemuan tersebut diduga menunjukkan adanya subpopulasi baru, sehingga memberikan harapan baru bagi upaya konservasi burung yang dijuluki sebagai holy grail atau "cawan suci" bagi para pengamat burung ini.

Itulah lima fakta mengenai night parrot, si burung misterius dari Australia. Night parrot membuktikan bahwa spesies yang nyaris menghilang masih memiliki peluang untuk bertahan jika habitatnya tetap terjaga. Meski begitu, populasinya yang sangat kecil membuat burung ini masih berada di ambang kepunahan. Oleh karena itu, perlindungan habitat serta pengendalian predator invasif menjadi langkah penting agar salah satu burung paling misterius di dunia ini tidak benar-benar menghilang untuk selamanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article