Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Screaming Piha, Burung Pengicau yang Punya Suara Keras
Screaming Piha (Lipaugus vociferans). (commons.wikimedia.org/Hector Bottai)
  • Screaming Piha adalah burung abu-abu berukuran 24–26 cm yang jantan dan betinanya tampak mirip, dengan ciri paruh hitam berpangkal merah muda.
  • Burung ini hidup di hutan lembap Amazon dan Mata Atlântica, umumnya di bawah kanopi, serta mampu beradaptasi hingga ditemukan di taman dan kebun sekitar pemukiman.
  • Nyanyian tiga nada Screaming Piha dapat melampaui 110 desibel; makanannya buah dan serangga, sementara status IUCN-nya Kurang Terancam Punah meski populasinya diperkirakan menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah dengar suara burung yang sangat keras sampai bikin telinga berdengung?

Di tengah lebatnya hutan Amazon, ada burung kecil berwarna abu-abu bernama Screaming Piha (Lipaugus vociferans). Penampilannya memang biasa saja, tapi suaranya bisa melebihi 110 desibel pada jarak satu meter! Kebayang kan betapa bisingnya kalau kamu berdiri di dekat burung ini.

Penasaran kenapa burung sekecil ini bisa punya suara sekuat itu dan bagaimana cara dia bertahan hidup di alam liar? Yuk, simak artikel ini biar tahu jawabannya!

1. Burung jantan dan betina terlihat mirip

Spesimen yang diawetkan, Screaming Piha (Lipaugus vociferans). (commons.wikimedia.org/Haverschmidt, F./Naturalis Biodiversity Center)

Screaming Piha memiliki ukuran tubuh sekitar 24 hingga 26 cm dengan berat antara 68 sampai 87 gram. Burung jantan dan betina punya tampilan bulu yang mirip, didominasi warna abu-abu di bagian atas tubuhnya. Sementara itu, bagian bawah tubuhnya berwarna abu-abu yang lebih muda dan terlihat paling pucat di area tenggorokan.

Ekor dan sayap burung ini berwarna sedikit lebih gelap atau kecokelatan, dilengkapi paruh hitam dengan pangkal merah muda. Warna matanya bervariasi dari cokelat hingga abu-abu, sedangkan kakinya bisa berwarna hijau gelap, cokelat, abu-abu, atau hitam. Burung yang masih muda punya ciri khas berupa sentuhan warna cokelat kemerahan di ujung ekor dan sayapnya.

2. Hidup di hutan lembap wilayah amazon

Screaming Piha (Lipaugus vociferans). (commons.wikimedia.org/Feroze Omardeen)

Dilansir Animalia, Screaming Piha hidup di hutan lembap wilayah Amazon dan Mata Atlântica di Amerika Selatan. Burung ini biasanya sering terlihat di area tengah sampai bawah kanopi hutan dengan ketinggian di bawah 500 meter. Namun, di daerah seperti Venezuela dan kaki pegunungan Andes, mereka bisa ditemukan sampai ketinggian 1.000 meter.

Selain tinggal di dalam hutan rimba, burung ini ternyata punya daya adaptasi yang sangat baik. Mereka tidak takut dan bisa hidup berdampingan di sekitar pemukiman manusia. Kamu bahkan bisa menemukan burung ini berkeliaran di area taman maupun kebun warga.

3. Suaranya bisa melebihi 110 desibel pada jarak satu meter

Screaming Piha (Lipaugus vociferans). (commons.wikimedia.org/Jan Willem Broekema)

Dilansir Wild Ambience, Screaming Piha terkenal dengan nyanyian tiga nada 'qui-qui-yo' yang bunyinya sangat keras. Sebelum mengeluarkan suara itu, burung ini biasanya menarik napas sambil mengeluarkan beberapa nada rendah yang lembut. Tingkat kebisingannya bahkan bisa melebihi 110 desibel pada jarak satu meter, yang terasa menyakitkan bagi telinga manusia.

Selain suara utamanya yang super kencang, burung ini juga sering mengeluarkan siulan berulang dan suara berdesis. Dilansir National Center for Voice and Speech, manusia sendiri tidak akan pernah bisa menandingi kerasnya teriakan burung ini karena keterbatasan fisik tubuh kita. Burung ini unggul berkat struktur kepala, leher, dan frekuensi suaranya yang memang dirancang khusus untuk menghasilkan teriakan maksimal.

4. Pemakan buah-buahan dan serangga

Screaming Piha (Lipaugus vociferans). (commons.wikimedia.org/Jan Willem Broekema)

Screaming Piha memakan buah-buahan dan serangga yang jenisnya berganti tergantung musim. Makanan kesukaannya mulai dari buah pohon ara (Ficus), ulat, belalang, hingga sesekali kadal kecil. Setelah kenyang makan, burung ini bakal memuntahkan kembali biji buah yang ukurannya besar.

Saat mencari makan, burung ini biasanya bergerak sendirian di area tengah hutan. Cara berburunya cukup unik, yaitu menyergap buah secara mendadak dari dahan tempatnya bertengger. Namun, kadang-kadang mereka juga suka bergabung mencari makan bersama rombongan jenis burung lainnya.

5. Statusnya saat ini kurang terancam punah

Screaming Piha (Lipaugus vociferans). (commons.wikimedia.org/DickDaniels)

Burung Screaming Piha saat ini masuk dalam kategori Kurang Terancam Punah menurut data IUCN. Meski ukuran populasinya belum diketahui pasti, jumlah mereka diperkirakan memang terus menurun. Untungnya, burung ini punya wilayah jelajah yang sangat luas dan belum ada ancaman langsung yang membahayakan mereka.

Sayangnya, jenis burung ini tergolong sangat sensitif dan rentan terhadap gangguan aktivitas manusia. Kelompok yang tinggal di area Hutan Atlantik bahkan punya risiko kepunahan lebih tinggi dibanding yang ada di Amazonia. Oleh karena itu, keberadaan mereka tetap perlu kita jaga agar tidak makin langka.

Hutan Amazon memang selalu menyimpan kejutan yang tak disangka-sangka, ya? Meski penampilannya terlihat sederhana, Screaming Piha terbukti punya pesona unik yang bakal bikin siapa saja terpukau dengan kehebohan suaranya.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Screaming_piha#

https://animalia.bio/screaming-piha

https://wildambience.com/wildlife-sounds/screaming-piha/

https://ncvs.org/can-you-scream-like-a-piha-bird-at-a-ballgame/

https://datazone.birdlife.org/species/factsheet/screaming-piha-lipaugus-vociferans#Population

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article