Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kucing Kadang Lebih Menyukai Orang yang Mengabaikannya?

4 min read
Kenapa Kucing Kadang Lebih Menyukai Orang yang Mengabaikannya?
ilustrasi kucing dan manusia (pexels.com/onbro studio)
  • Kucing cenderung mendekati orang yang memberi mereka kendali untuk menentukan waktu, durasi, dan batas interaksi tanpa paksaan.

  • Sikap tenang, minim tatapan langsung, serta gerakan yang tidak mendadak membuat seseorang terasa lebih aman bagi kucing yang waspada.

  • Kucing bukan suka diabaikan, melainkan membutuhkan perhatian dan interaksi yang lembut; beri ruang, biarkan mereka mendekat, lalu jangan mengejar saat pergi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah memperhatikan kucing yang justru mendekati orang yang tidak terlalu memedulikannya? Saat satu orang sibuk memanggil, mengelus, atau mengajak bermain, kucing malah memilih duduk di dekat orang yang tenang dan tidak berusaha menarik perhatiannya. Bagi manusia, perilaku ini mungkin terasa aneh, tetapi bagi kucing, situasi tersebut justru bisa terasa lebih nyaman.

Kucing memiliki cara sendiri dalam membangun hubungan sosial. Mereka cenderung menyukai interaksi yang bisa mereka kendalikan, termasuk menentukan kapan harus mendekat, berapa lama ingin dielus, dan kapan ingin pergi. Lantas, kenapa kucing kadang lebih menyukai orang yang mengabaikannya?

  1. 1. Kucing suka merasa punya kendali

    Salah satu alasan kucing mendekati orang yang mengabaikannya adalah karena mereka merasa memiliki kendali atas interaksi tersebut. Berbeda dari anjing yang umumnya lebih aktif mencari perhatian manusia, banyak kucing lebih nyaman jika dapat menentukan sendiri kapan ingin berinteraksi.

    Orang yang tidak berusaha menarik perhatian kucing sebenarnya memberikan ruang untuk melakukan hal tersebut. Tidak ada tangan yang tiba-tiba mengelus, tidak ada orang yang mengejar ketika kucing menjauh, dan tidak ada tuntutan agar kucing merespons.

    Kondisi seperti ini membuat kucing bisa mendekat berdasarkan keinginannya sendiri. Ketika tidak merasa dipaksa, rasa penasaran mereka pun dapat muncul dan mendorong mereka untuk menghampiri.

  2. 2. Orang yang tidak menatap terasa lebih aman

    Bahasa tubuh manusia juga dapat memengaruhi bagaimana kucing menilai seseorang. Tatapan mata yang terus-menerus, gerakan mendadak, membungkuk dari atas, atau langsung mengulurkan tangan dapat terasa mengintimidasi bagi sebagian kucing.

    Sebaliknya, seseorang yang sedang membaca buku atau sibuk dengan kegiatannya sendiri biasanya tidak memberikan banyak sinyal tersebut. Ia tidak mengejar, tidak menatap terus-menerus, dan tidak memaksa kucing untuk berinteraksi. Bagi kucing yang mudah waspada, sikap tenang ini dapat membuat seseorang terlihat lebih aman. 

  3. 3. Kucing lebih menyukai interaksi yang dapat diprediksi

    ilustrasi kucing dan manusia (pexels.com/Yuliya Kota)
    ilustrasi kucing dan manusia (pexels.com/Yuliya Kota)

    Kucing juga dikenal sebagai hewan yang menyukai rutinitas dan lingkungan yang relatif dapat diprediksi. Perubahan perilaku manusia yang terlalu tiba-tiba bisa membuat sebagian kucing tidak nyaman.

    Bayangkan seseorang yang terus mencoba mendekati kucing. Kadang ia menggendong, mengejar, memanggil dengan suara keras, atau mengelus tanpa menunggu respons. Bagi kucing tertentu, pola seperti ini bisa terasa terlalu intens.

    Sementara itu, orang yang duduk diam dan tidak banyak melakukan gerakan memberikan situasi yang lebih mudah dipahami. Kucing bisa mengamati tanpa merasa harus segera mengambil keputusan.

    Ketika akhirnya kucing mendekat, itu bukan berarti ia tiba-tiba berubah pikiran. Bisa jadi, setelah mengamati cukup lama, ia sudah menilai bahwa orang tersebut tidak membahayakan dan interaksi dengannya terasa nyaman.

  4. 4. Bukan berarti kucing benar-benar suka diabaikan

    Meski begitu, bukan berarti kucing selalu menyukai orang yang benar-benar mengabaikannya. Yang lebih tepat, kucing cenderung menyukai interaksi yang tidak memaksa.

    Ada perbedaan antara memberikan ruang dan sama sekali tidak peduli. Kucing tetap membutuhkan perhatian, stimulasi, permainan, dan interaksi sosial yang sesuai dengan karakter masing-masing.

    Karena itu, jika kucing datang mendekat, manusia sebaiknya tidak langsung memegang atau menggendongnya. Berikan kesempatan kepada kucing untuk menentukan apakah ia ingin melanjutkan interaksi. Respons yang tenang dapat membantu kucing merasa bahwa ia tetap memiliki kendali.

  5. 5. Cara membuat kucing lebih nyaman dengan kita

    Jika kucing justru menjauh ketika dipanggil atau didekati, cobalah mengubah pendekatan. Duduklah dengan tenang dan biarkan kucing mengamati dari jarak yang ia pilih.

    Hindari menatap matanya terus-menerus. Jika kucing terlihat santai, kita dapat menggunakan tatapan singkat atau berkedip perlahan sebelum kembali mengalihkan pandangan. Cara ini membuat interaksi terasa lebih lembut dibandingkan terus menatap atau mendekatinya.

    Ketika kucing akhirnya menghampiri, biarkan ia mencium tangan terlebih dahulu jika ia menginginkannya. Jangan langsung mengejar ketika kucing pergi. Memberinya kesempatan untuk mundur dan kembali dengan kemauannya sendiri justru dapat membantu membangun kepercayaan.

    Pada akhirnya, kucing bukan sengaja memilih orang yang mengabaikannya. Mereka kemungkinan lebih tertarik pada orang yang memberikan ruang, ketenangan, dan kebebasan untuk menentukan batas interaksi. Jadi, jika ingin membuat kucing lebih dekat, terkadang strategi terbaik bukan memanggilnya berkali-kali atau mengejarnya. Cukup duduk dengan tenang dan biarkan anabul mendekat dengan sendirinya.

    Referensi

    21Cats.org. Diakses pada Oktober 2026. Why Do Cats Prefer People Who Ignore Them?
    Cat Explore. Diakses pada Oktober 2026. Why Cats are Drawn to the Person Who Ignores Them
    Geek Fill. Diakses pada Oktober 2026. 8 Reasons Why Cats Choose Their Favorite Human (October 2026)
    Science Insights. Diakses pada Oktober 2026. Why Do Cats Like Men More: It’s Not About Gender

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More