tricolored blackbird (ebird.org/Eli Pettis)
Kondisi konservasi tricolored blackbird menjadi perhatian serius karena IUCN menempatkan spesies ini dalam kategori Endangered atau terancam dengan tren populasi menurun. Data yang dirangkum Cornell Lab of Ornithology menunjukkan penurunan rata-rata sekitar 3,1 persen per tahun antara 1968–2023 berdasarkan North American Breeding Bird Survey, atau sekitar 83 persen secara kumulatif selama periode tersebut. Partners in Flight memperkirakan populasi berkembang biak global sekitar 180 ribu individu, sehingga angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai estimasi populasi daripada hitungan pasti burung yang masih tersisa.
Ancaman utamanya berasal dari kehilangan lahan basah akibat konversi pertanian dan perkotaan, perubahan penggunaan lahan, serta konflik antara lokasi bersarang dan aktivitas panen. Sebagian burung menggunakan ladang triticale untuk membangun sarang, padahal tanaman tersebut dapat dipanen ketika anak burung masih berada di sarang sehingga satu kejadian bisa menyebabkan kegagalan reproduksi dalam skala besar. Upaya konservasi pun mencakup penyesuaian jadwal panen bersama petani, perlindungan lahan, serta perbaikan habitat bersarang di kawasan perlindungan satwa liar.
Tricolored blackbird membuktikan bahwa ciri menarik seekor burung gak hanya terlihat dari warna bulunya, tetapi juga dari perilaku sosial dan strategi hidupnya. Koloni berukuran luar biasa yang dahulu menjadi ciri spesies ini kini menghadapi tekanan besar akibat penyusutan habitat serta perubahan bentang alam California. Kondisi tersebut membuat perlindungan habitat perkembangbiakan dan keberhasilan reproduksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan burung bercorak tiga warna ini pada masa mendatang.