Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Walik Ratu, Burung Cantik dengan Mahkota Merah Muda

5 Fakta Walik Ratu, Burung Cantik dengan Mahkota Merah Muda
walik ratu (flickr.com/Peter Murphy)
  • Walik ratu (Ptilinopus regina) adalah anggota keluarga merpati dengan mahkota merah muda bertepi kuning, bulu hijau, serta warna abu-abu dan jingga yang khas.
  • Burung ini tersebar di Indonesia timur hingga Australia, menghuni hutan hujan, hutan monsun, dan mangrove; sebagian populasi bermigrasi musiman atau lokal untuk mencari makan.
  • Walik ratu memakan buah utuh sehingga membantu penyebaran biji. Betina bertelur satu butir, dierami kedua induk selama 16–18 hari, lalu anak dirawat bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia bagian timur menjadi habitat bagi beragam spesies burung dengan tampilan yang menarik. Salah satunya adalah burung walik ratu. Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki penampilan yang anggun dengan perpaduan berbagai warna, termasuk bagian kepala yang sekilas menyerupai mahkota.

Burung yang masih termasuk keluarga merpati ini dapat ditemukan di wilayah Indonesia hingga Australia. Selain memiliki penampilan yang khas, walik ratu juga memiliki perilaku dan peran tersendiri dalam ekosistem tempatnya hidup. Penasaran dengan fakta-fakta menarik lainnya tentang burung ini? Yuk, simak pembahasannya berikut!

  1. 1. Namanya berkaitan dengan arti “ratu”

    walik ratu
    walik ratu (flickr.com/Willi Braun)

    Secara ilmiah, burung walik ratu dikenal dengan nama Ptilinopus regina. Kata regina diambil dari bahasa Latin yang berarti “ratu”. Nama tersebut berkaitan dengan kesan anggun dan megah yang melekat pada penampilan burung ini.

    Selain nama Indonesia dan nama ilmiahnya, burung ini juga memiliki beberapa nama populer dalam bahasa Inggris. Di antaranya adalah Rose-crowned Fruit-dove dan Pink-capped Fruit-dove, yang merujuk pada bagian khas di kepalanya. Burung ini juga dikenal sebagai Swainson’s Fruit-dove, nama yang diberikan untuk menghormati William Swainson, seorang naturalis asal Inggris yang banyak berkontribusi dalam bidang zoologi dan ornitologi.

  2. 2. Memiliki kombinasi warna tubuh yang mencolok

    walik ratu
    walik ratu (inaturalist.org/Pam Day)

    Walik ratu memiliki perpaduan warna bulu yang membuat penampilannya terlihat mencolok. Bagian tubuhnya didominasi warna hijau, sementara kepala dan dadanya berwarna abu-abu dengan bagian tenggorokan yang keputihan. Pada bagian perut, terdapat warna jingga yang memberikan kontras dengan warna tubuh lainnya.

    Ciri yang paling mudah dikenali adalah mahkota berwarna merah muda kemerahan di bagian kepala. Mahkota tersebut memiliki batas tipis berwarna kuning yang membuat warnanya semakin terlihat jelas. Meski memiliki warna yang mencolok, dominasi warna hijau pada tubuhnya dapat membantu walik ratu menyatu dengan dedaunan di sekitarnya sehingga burung ini cukup sulit terlihat ketika berada di antara pepohonan.

  3. 3. Hanya bertelur satu butir dan diasuh bersama

    walik ratu
    walik ratu (flickr.com/David Russell)

    Walik ratu memiliki pola bertelur yang cukup sederhana. Burung betina biasanya hanya menghasilkan satu butir telur berwarna putih. Telur tersebut diletakkan di sarang yang berbentuk sederhana, biasanya terbuat dari ranting dan ditempatkan pada vegetasi seperti semak atau tanaman merambat. Masa pengeramannya berlangsung sekitar 16–18 hari sebelum telur menetas.

    Meski hanya menghasilkan satu telur, kedua induk sama-sama terlibat dalam proses pengeramannya. Setelah menetas, anak burung tumbuh dengan cepat dan diperkirakan hanya berada di sarang sekitar 7–8 hari. Kedua induk kemudian tetap berperan dalam merawat anaknya selama masa awal pertumbuhan.

  4. 4. Persebarannya mencakup Indonesia hingga Australia

    walik ratu
    walik ratu (inaturalist.org/Torbjorn von Strokirch)

    Walik ratu memiliki wilayah persebaran yang cukup luas di kawasan Australia dan Indonesia bagian timur. Di Indonesia, burung ini dapat ditemukan di sejumlah wilayah bagian timur, termasuk Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, dan Kepulauan Aru. Sementara itu, di Australia persebarannya membentang dari Kimberley dan Top End di bagian utara hingga Cape York, Torres Strait, pesisir timur sampai New South Wales.

    Walik ratu menyukai habitat hutan hujan tropis dan subtropis yang lebat, hutan monsun, hingga mangrove. Uniknya, burung ini tergolong partly migratory atau sebagian bermigrasi dan sebagian menetap. Di Australia bagian timur, misalnya, sebagian populasinya melakukan perpindahan musiman dari utara ke selatan, sementara sebagian lainnya berpindah secara lokal untuk mencari makan.

  5. 5. Membantu menyebarkan biji lewat buah yang dimakannya

    walik ratu
    walik ratu (flickr.com/Nieminski)

    Sebagai burung pemakan buah (frugivore), menu makanan walik ratu hampir sepenuhnya terdiri dari berbagai jenis buah hutan, seperti buah ara (fig), buah palem, hingga tanaman merambat. Berbeda dengan sebagian burung yang mematuk buah sedikit demi sedikit, walik ratu dapat menelan buah secara utuh saat mencari makan.

    Kebiasaan tersebut membuat walik ratu turut berperan dalam penyebaran biji di hutan. Biji yang ikut tertelan bersama buah dapat dibawa ke lokasi lain ketika burung berpindah untuk mencari makan, kemudian dikeluarkan kembali dan berpotensi tumbuh di tempat yang baru. Karena itu, walik ratu berperan penting dalam membantu menyebarkan biji dan mendukung regenerasi tumbuhan di ekosistem hutan.

    Itu dia lima fakta menarik tentang walik ratu. Burung kecil ini mungkin hanya menjadi bagian kecil dari kehidupan hutan, tetapi keberadaannya tetap punya arti bagi lingkungan tempatnya hidup. Karena itu, sudah selayaknya hutan dan habitat alaminya dijaga agar walik ratu tetap bisa terbang bebas dan menjalankan perannya di alam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More