Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kemampuan Menakjubkan Kucing Liar, Digunakan untuk Berburu Mangsa!

5 Kemampuan Menakjubkan Kucing Liar, Digunakan untuk Berburu Mangsa!
Lynx, salah satu spesies kucing liar (commons.wikimedia.org/Michael Zahra)

Dibalik perawakannya yang imut, suaranya yang menggemaskan, dan ukurannya yang kecil sebenarnya kucing merupakan predator yang ganas dan andal. Kucing domestik atau kucing rumah saja punya gerakan yang gesit dan lincah, apalagi kucing liar yang memang hidup di hutan, savana, atau padang rumput. Bahkan jika dibandingkan kucing domestik, kucing liar jauh lebih tangguh dan memiliki berbagai kemampuan yang lebih menakjubkan.

Kemampuan-kemampuan tersebut berkembang karena beberapa hal, seperti kebiasaan, makanan, habitat, dan ukuran. Kemampuannya juga beragam, ada kemampuan yang berhubungan dengan kamuflase, ada kemampuan yang berhubungan dengan menangkap mangsa, bahkan ada kemampuan yang berhubungan dengan strategi pertahanan diri. Bahkan kemampuan yang dimiliki kucing liar juga punya mekanisme yang sangat kompleks. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas beberapa kemampuan menakjubkan yang dimiliki kucing liar.

1. Kucing liar bisa berenang di air

Kucing pemancing mampu berenang dan menangkap ikan (commons.wikimedia.org/Srichakra Pranav)
Kucing pemancing mampu berenang dan menangkap ikan (commons.wikimedia.org/Srichakra Pranav)

Umumnya kucing rumah dan kucing domestik tak bisa berenang, bahkan mereka takut dengan air. Namun hal ini tidak berlaku bagi kucing liar karena justru banyak spesies kucing liar yang punya kemampuan berenang sangat baik. Kemampuan tersebut digunakan untuk satu hal, yaitu berburu. Dengan berenang, kucing liar mampu menangkap ikan, kura-kura, belut, buaya berukuran kecil, biawak, krustasea, sampai burung semi akuatik.

Prionailurus viverrinus atau kucing pemancing jadi salah satu spesies kucing liar yang sangat pandai berenang. Bahkan untuk mendukung hal tersebut ia memiliki selaput di jari kakinya, jelas San Diego Zoo Wildlife Alliance. Tak hanya itu, secara khusus kucing pemancing juga hidup di rawa atau daerah bakau yang lembab dan diselimuti air. Selain kucing berukuran kecil, kucing besar seperti jaguar juga mampu berenang. Bahkan ia sanggup menyelam ke dasar sungai dalam upaya menangkap ikan dan kaiman.

2. Kucing liar mampu memanjat pohon yang tinggi

Ocelot punya kemampuan memanjat yang luar biasa (commons.wikimedia.org/Alex Satsukawa)
Ocelot punya kemampuan memanjat yang luar biasa (commons.wikimedia.org/Alex Satsukawa)

Selain beradaptasi untuk berenang dan menyelam, beberapa spesies kucing liar juga punya kemampaun memanjat yang tidak bisa diremehkan. Bahkan beberapa spesies seperti Leopardus pardalis atau ocelot lebih sering beraktivitas di atas pohon daripada di tanah, terang Carolina Tiger Rescue. Kemampuan memanjat tersebut didukung oleh beberapa hal, seperti tubuh yang ramping, otot yang kuat, kaki yang panjang, cengkeraman cakar yang kuat, dan gerakan yang lincah.

Bahkan tak hanya kucing liar kecil, kucing besar seperti macan tutul juga termasuk pemanjat ulung. Hewan bertutul tersebut bahkan sering terlihat membawa buruannya ke atas pohon untuk dimakan. Kemampuan memanjat pohon sendiri memberikan banyak keuntungan bagi kucing liar. Di atas pohon mereka bisa berkamuflase dari predator, beristirahat tanpa diganggu hewan lain, dan bahkan bisa mendapat makanan dengan mudah karena reptil, amfibi, mamalia kecil, dan burung banyak yang hidup di pepohonan.

3. Mampu berkamuflase entah pada siang atau malam hari

Serval bisa berkamuflase di semak-semak dan padang rumput (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)
Serval bisa berkamuflase di semak-semak dan padang rumput (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Warna dan corak pada kucing juga bukan hiasan semata yang mempercantik tubuhnya. Justru lebih dari itu, corak dan warna pada kucing, khususnya kucing liar merupakan alat kamuflase yang sangat sempurna. Dilansir Animal Diversity Web dan City of Albuquerque, Felis nigripes (kucing kaki hitam) dan Leptailurus serval (serval) jadi dua spesies kucing liar yang punya kamuflase sempurna. Kamuflasenya juga berbeda di mana serval berkamuflase di siang hari sementara kucing kaki hitam justru di malam hari.

Pertama, warna jingga, cokelat, kekuningan, dan corak tutul yang dimiliki serval sangat cocok jika digunakan untuk berkamuflase di semak-semak dan savana. Di lain sisi, warna cokelat, garis dan tutul hitam yang dimiliki kucing kaki hitam bisa menyamarkan dirinya saat mengendap-endap di gelapnya malam. Kamuflase ini berguna untuk dua hal, yaitu berguna saat berburu dan berguna untuk bersembunyi dari predator. Tak hanya itu, bahkan kucing besar seperti harimau, singa, dan macan tutul juga bisa berkamuflase.

4. Tahan akan hawa panas dan dingin yang ekstrem

Lynx mampu hidup di daerah bersalju (en.wikipedia.org/Aconcagua)
Lynx mampu hidup di daerah bersalju (en.wikipedia.org/Aconcagua)

Hidup di alam penuh dengan tantangan dan salah satu yang paling merepotkan adalah suhu ekstrem. Karena tidak terbiasa bahkan manusia sekalipun tidak sanggup hidup di daerah yang sangat dingin atau sangat panas. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi kucing liar karena beberapa spesies seperti Lynx dan Felis margarita justru bisa hidup di daerah ekstrem.

Lynx sendiri bisa hidup di hutan, dataran tinggi, dan daerah bersalju yang suhunya sangat dingin, jelas Defenders of Wildlife. Oleh karena itu hewan ini dipersenjatai dengan bulu lebat yang menjaganya tetap hangat. Sementara itu, di Gurun Sahara Afrika juga ada F. margarita atau kucing pasir yang mampu hidup di teriknya gurun pasir. Tak tanggung-tanggung, suhu di gurun tersebut bisa mencapai 50 °C di siang hari dan turun drastis hingga mencapai 17.5 °C di malam hari. Untuk beradaptasi di suhu yang fluktuatif tersebut kucing pasir sering bersembunyi di lubang dan tentunya punya bulu yang lebat.

5. Punya kekuatan gigitan yang sangat besar

Ocelot punya kekuatan gigitan yang besar (commons.wikimedia.org/João Carlos Medau)
Ocelot punya kekuatan gigitan yang besar (commons.wikimedia.org/João Carlos Medau)

Sebagai predator tidak mengherankan jika kucing liar memiliki kekuatan gigitan yang besar. Dilansir WWF, ada banyak kucing liar yang punya kekuatan gigitan besar, seperti ocelot, cougar, dan jaguar. Kemampuan ini juga didukung oleh beberapa hal, seperti rahang yang besar, otot yang kuat dan fleksibel, dan gigi yang tajam. Alhasil, mereka mampu memakan, mengoyak, dan meremukan apapun, mulai dari daging, kulit, tulang, bahkan sampai tempurung kura-kura. Digigit kucing rumah saja sudah sakit, apalagi jika digigit kucing liar seperti ocelot, harimau, atau macan tutul yang punya kekuatan gigitan sampai 1,500 PSI.

Jika dibandingkan dengan kucing domestik tentunya kucing liar punya segudang kelebihan. Pertama, kucing liar punya kemampuan berenang yang jauh lebih baik. Kedua, kucing liar termasuk pemanjat yang sangat ulung. Ketiga, kemampuan kamuflase kucing liar sangat baik. Keempat, kucing liar punya ketahanan tubuh yang melebihi kucing domestik. Terakhir, kekuatan gigitan kucing liar jauh di atas kucing domestik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Benarkah Sapi Bisa Mogok Makan Ketika Kehilangan Sahabatnya?

03 Apr 2026, 13:12 WIBScience