Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Grand Egyptian Museum, Terbesar di Dunia untuk Satu Peradaban
The Grand Egyptian Museum (GEM) yang terletak di Giza, Mesir. (commons.wikimedia.org/Ibrahim.ID)
  • Grand Egyptian Museum di Giza resmi rampung tahun 2023 dengan biaya sekitar 1,2 miliar dolar AS, berdiri di lahan 500.000 meter persegi sebagai museum terbesar untuk satu peradaban.
  • Museum ini menampung lebih dari 100.000 artefak kuno termasuk koleksi lengkap Raja Tutankhamun yang dipamerkan bersama untuk pertama kalinya dalam ruang seluas 7.500 meter persegi.
  • Dilengkapi atrium megah dengan patung Ramses II setinggi 11 meter, tangga besar kronologis, serta pusat restorasi berteknologi tinggi dan fasilitas hiburan modern seperti bioskop 3D.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

The Grand Egyptian Museum (GEM), atau yang dikenal sebagai Museum Besar Mesir, merupakan salah satu proyek budaya paling monumental pada abad ke-21. Terletak di Dataran Tinggi Giza, kompleks ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pameran, melainkan juga sebuah mahakarya modern yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Penasaran apa saja hal luar biasa yang disimpan di dalam museum arkeologi terbesar di dunia ini? Yuk, kita telusuri!

1. Museum arkeologi terbesar untuk satu peradaban

Patung kolosal Ratu Hatshepsut yang sedang duduk di Grand Egyptian Museum, salah satu firaun wanita paling terkemuka di Mesir kuno. (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)

Rencana pembangunan museum ini pertama kali dicetuskan oleh pemerintah Mesir pada tahun 1992 di bawah kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak. Tujuan utamanya adalah menyediakan tempat baru yang jauh lebih luas untuk menampung sekaligus merawat seluruh harta karun kuno peninggalan para firaun. Setelah melalui proses panjang, proyek besar ini akhirnya rampung sepenuhnya pada tahun 2023 dengan menelan biaya sekitar 1,2 miliar dolar AS.

Kompleks museum ini berdiri sangat megah di atas lahan total yang mencapai 500.000 meter persegi. Area bangunannya sendiri menghabiskan ruang seluas 167.000 meter persegi di dalam kawasan tersebut. Sementara itu, luas lantai interior yang digunakan untuk memamerkan ribuan artefak kuno mencakup area hingga 81.000 meter persegi.

2. Lokasi strategis dan arsitektur yang selaras dengan piramida

The Grand Egyptian Museum (GEM) yang terletak di Giza, Mesir. (pexels.com/George Wang)

Desain bangunan museum yang megah ini ditentukan lewat kompetisi arsitektur internasional yang dibuka pada awal tahun 2002 silam. Dari total 1.557 peserta yang mendaftar dari 82 negara, biro arsitek asal Irlandia bernama Heneghan Peng Architects keluar sebagai pemenangnya. Dalam proses pengerjaannya, mereka juga berkolaborasi dengan beberapa tim ahli lain untuk merancang lanskap hingga tata letak pamerannya.

Lokasi museum ini sengaja dipilih sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari kompleks Piramida Giza. Bagian luar bangunannya dibuat dari marmer dan kaca yang dihiasi pahatan nama-nama raja dan ratu Mesir kuno. Menariknya lagi, desain dindingnya mengadopsi pola segitiga khas piramida dan dilengkapi kaca agar kita bisa langsung melihat ke arah piramida asli tanpa terhalang.

3. Rumah bagi lebih dari 100.000 artefak kuno

Koleksi artefak kayu Mesir kuno yang langka, yang ditemukan di makam KV57, milik Firaun Horemheb. Saat ini dipamerkan di Grand Egyptian Museum. (commons.wikimedia.org/Amr F.Nagy)

Museum megah ini menyimpan koleksi luar biasa yang merangkum sejarah panjang peradaban Mesir selama lebih dari 7.000 tahun. Diperkirakan ada total lebih dari 100.000 artefak kuno yang dirawat dan dipamerkan di sini. Semua peninggalan berharga tersebut berasal dari berbagai lini masa, mulai dari Periode Pradinasti hingga era Mesir-Romawi.

Area galeri utama di dalam museum ini dibagi menjadi empat era besar. Bagian pertamanya menyajikan peninggalan dari zaman Pradinasti dan Kerajaan Lama yang legendaris. Setelah itu, kita bisa melanjutkan perjalanan sejarah ke area Kerajaan Tengah, Kerajaan Baru, hingga berakhir di masa Yunani-Romawi.

4. Koleksi lengkap raja tutankhamun dipamerkan bersama

Tiga dipan ritual pemakaman berlapis emas milik Firaun Tutankhamun. (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)

Daya tarik utama dari museum ini adalah ruang pameran khusus Raja Tutankhamun, firaun dari Dinasti Kedelapan Belas. Untuk pertama kalinya sejak ditemukan pada tahun 1922 oleh Howard Carter, seluruh koleksi sang raja yang berjumlah 5.398 artefak dipamerkan bersama di bawah satu atap. Semua harta karun ini ditata apik di area pameran super luas yang mencapai 7.500 meter persegi.

Di dalam ruangan ini, kita bisa melihat langsung topeng emas, singgasana megah, hingga tiga lapis peti mati milik sang firaun. Selain perhiasan dan senjata, ada juga peralatan sehari-hari serta ratusan patung ushabti yang dipercaya menemaninya di alam baka. Menariknya, suasana aula sengaja dirancang mirip makam aslinya dan dilengkapi sistem canggih untuk menjaga suhu ruangan agar koleksi kayu serta kainnya tetap awet.

5. Punya atrium yang megah dan patung firaun ramses ii

Patung kolosal Firaun Ramses II yang menjulang tinggi di dalam atrium utama Grand Egyptian Museum. (commons.wikimedia.org/Mohamed shokry algarnosy)

Saat pertama kali melangkah masuk ke dalam museum, kita akan langsung disambut oleh Atrium utama yang super luas. Area pintu masuk ini membentang hingga 10.000 meter persegi dengan langit-langit tinggi yang mencapai 40 meter. Di dalam ruangan megah ini, dipajang sekitar 20–30 artefak yang berasal dari berbagai era sejarah Mesir kuno.

Daya tarik utama di tengah atrium ini adalah patung kolosal Firaun Ramses II yang sudah berusia 3.200 tahun. Patung berbahan batu granit merah ini punya ukuran yang luar biasa besar, yaitu setinggi 11 meter dengan berat mencapai 83 ton. Proses pemindahannya pun sangat rumit karena harus dibawa dengan pengawalan ketat dari tempat asalnya di Ramses Square, pusat kota Kairo.

6. Ada tangga besar yang kronologis

Tangga Besar di dalam Grand Egyptian Museum. (commons.wikimedia.org/Mohamed shokry algarnosy)

Setelah melewati atrium, kita akan disambut oleh area Tangga Besar yang memiliki luas mencapai 6.000 meter persegi. Struktur tangga ikonik ini menjulang sangat tinggi hingga sekitar 50 meter ke arah ruang pameran utama. Di sepanjang tangga ini, terdapat lebih dari 60 artefak kuno yang dipajang secara rapi dan menarik.

Semua koleksi di area ini sengaja dibagi ke dalam empat tema besar untuk menceritakan perjalanan sejarah Mesir kuno. Kita bisa melihat patung-patung megah para penguasa, karya seni religius dari kuil, hingga kisah hubungan antara dewa dan firaun. Pada bagian akhir, terdapat deretan peti mati batu dan sarkofagus dari berbagai zaman, termasuk bagian puncak piramida kuno yang sangat langka.

7. Pusat fasilitas restorasi dan hiburan modern

Laboratorium di dalam Pusat Konservasi Grand Egyptian Museum. (commons.wikimedia.org/Roland Unger)

Selain menjadi tempat wisata sejarah, kompleks GEM juga dilengkapi dengan pusat konservasi dan restorasi artefak salah satu yang terbesar di dunia. Fasilitas canggih ini memiliki 17 laboratorium khusus yang didukung oleh sekitar 100 tenaga ahli berpengalaman. Tugas utama mereka adalah merawat dan menghidupkan kembali berbagai objek bersejarah yang sangat sensitif agar tidak rusak dimakan usia.

Sebagai pusat kebudayaan modern, kompleks museum ini juga menawarkan berbagai fasilitas hiburan dan edukasi yang seru. Kita bisa menikmati pertunjukan visual yang memukau di dalam bioskop 3D berkapasitas 250 tempat duduk. Selain itu, ada juga pusat konferensi internasional yang dirancang khusus untuk menggelar berbagai acara seru seperti seminar, diskusi, dan kegiatan edukasi seputar arkeologi Mesir kuno.

Nah, itulah deretan fakta seru tentang The Grand Egyptian Museum yang super megah dan penuh sejarah. Kompleks ini benar-benar jadi tempat wajib buat siapa saja yang ingin merasakan langsung sensasi menjelajahi waktu ke zaman firaun ribuan tahun lalu. Jadi, kalau suatu saat nanti kamu punya kesempatan liburan ke Mesir, pastikan museum keren ini masuk ke dalam daftar tempat yang wajib kamu kunjungi, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article