Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Menarik Burung Weka, Suka Mengoleksi Benda Berkilau!

7 Fakta Menarik Burung Weka, Suka Mengoleksi Benda Berkilau!
Burung weka (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
Intinya Sih
  • Weka adalah burung endemik Selandia Baru yang tidak bisa terbang, berpenampilan mirip ayam hutan, dan dikenal cerdas serta sangat penasaran terhadap lingkungan sekitarnya.
  • Burung ini memiliki empat subspesies dengan persebaran berbeda, bersifat omnivora oportunis, serta sering mengoleksi benda berkilau karena rasa ingin tahunya yang tinggi.
  • Populasi weka kini menurun dan berstatus rentan akibat penyempitan habitat serta ancaman predator mamalia introduksi seperti cerpelai, kucing liar, dan anjing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau mendengar kata burung Selandia Baru, kebanyakan orang pasti langsung teringat kiwi. Padahal, ada satu burung unik lain yang tak kalah menarik perhatian, yaitu weka (Gallirallus australis). Burung ini memang tidak bisa terbang, tetapi soal kepribadian, weka jelas juaranya. Ia dikenal cerdas, super penasaran, dan bahkan punya reputasi sebagai “kolektor” benda berkilau.

Weka merupakan burung endemik Selandia Baru yang hidup di darat dan punya tubuh kekar mirip ayam hutan. Meski terlihat sederhana, tingkah lakunya sering bikin orang terkejut. Penasaran seperti apa uniknya burung yang satu ini? Yuk, simak tujuh fakta menarik tentang weka berikut ini!

1. Penampilannya mirip ayam hutan dengan paruh panjang

Burung weka
Burung weka (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg)

Weka merupakan burung dari famili Rallidae yang tidak bisa terbang (flightless). Burung ini dikenal sebagai woodhen karena punya tubuh seukuran ayam dengan warna bulu dominan cokelat. Dilansir Birds of the World, bobot weka berkisar antara 737 ‒1.049 gram.

Tubuh weka dihiasi dengan pola garis hitam serta semburat biru keabuan di beberapa bagian bulunya. Tubuhnya tegap dilengkapi dengan kaki yang kuat untuk berlari cepat di darat. Kaki dan telapak kaki yang kokoh ini menjadi andalan weka untuk bergerak lincah di lantai hutan.

2. Hanya dapat dijumpai di Selandia Baru

Burung weka
Burung weka (commons.wikimedia.org/GregTheBusker)

Weka merupakan burung endemik Selandia Baru yang tentunya hanya bisa kita temui di negara ini saja. Berbicara mengenai habitat, weka merupakan burung yang cukup fleksibel. Mereka  bisa hidup di hutan, semak belukar, padang rumput subalpin, pantai berbatu, lahan basah pesisir, hingga lingkungan semi-perkotaan. Meski begitu, burung ini lebih menyukai habitat dengan vegetasi rendah dan semak bawah yang rapat. Lingkungan seperti ini memberinya perlindungan sekaligus ruang gerak yang leluasa untuk berlari dan mencari makan.

3. Terbagi menjadi empat subspesies dengan wilayah persebaran yang berbeda

Wilayah persebaran burung weka
Wilayah persebaran burung weka (commons.wikimedia.org/Antigoni Jhon Tan)

Dilansir BirdLife Datazone, weka terbagi menjadi empat subspesies yang tersebar di wilayah yang berbeda-beda. Keempat subspesies tersebut adalah greyi, australis, hectori, dan scotti.

Subspesies greyi merupakan subspesies yang sebagian besar populasinya terbatas di pesisir timur Pulau Utara. Subspesies australis menjadi spesies yang cukup umum di temukan, terutama di bagian utara dan barat Pulau Selatan. Sementara itu, subspesies hectori dapati dijumpai di Kepulauan Chatham dan Pitt.  Adapun subspesies scotti saat ini hanya ditemukan di pulau-pulau sekitar Pulau Stewart, karena populasi aslinya di Pulau Stewart telah punah sejak tahun 1990-an.

4. Burung omnivora yang oportunis

Burung weka
Burung weka (commons.wikimedia.org/Alan Liefting)

Weka dikenal sebagai burung omnivora alias pemakan segala. Mereka termasuk hewan oportunis, artinya tidak terlalu pilih-pilih makanan dan akan memanfaatkan apa pun yang tersedia di lingkungannya. Dilansir Birds of the World, menu utama weka terdiri dari buah-buah dan invertebrata. Mangsa invertebrata mereka meliputi cacing tanah, moluska, krustae, serangga, dan hewan laut. Selain itu, weka juga kadang memangsa vertebrata seperti katak, kadal, telur, bahkan anak burung lain.

Weka merupakan burung diurnal yang aktif di siang hari. Mereka biasanya mencari makan di tanah dengan cara mengais menggunakan paruhnya yang kuat. Dalam sehari, seekor weka dapat menjelajahi area hingga sekitar 50 meter persegi untuk menemukan makanan, lho! kelincahan dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat mereka sangat efektif dalam mencari makan di lantai hutan maupun pesisir.

5. Dikenal punya rasa ingin tahu yang tinggi

Weka
Weka (commons.wikimedia.org/Gregory "Slobirdr" Smith)

Weka dikenal sebagai burung yang sangat penasaran. Ia kerap mendekati benda-benda asing yang ditemuinya, seolah ingin memeriksa apa itu dan apakah bisa dimakan. Sifat ingin tahu ini membuatnya tampak berani, bahkan sering terlihat mendekati manusia tanpa rasa takut.

Namun, rasa penasaran tersebut pernah menjadi kelemahan bagi mereka. Pada masa lalu, suku Maori dan para pemukim Eropa awal menjadikan weka sebagai sumber makanan. burung ini juga diburu untuk diambil minyak dan bulunya. Karena sering mendekati manusia, weka pun lebih gampang ditangkap dibandingkan burung liar lainnya.

6. Suka mengoleksi benda-benda berkilau

Burung weka
Burung weka (commons.wikimedia.org/Pseudopanax)

Rasa ingin tahu weka membuatnya tertarik pada benda-benda baru, terutama yang tampak berkilau. Dilansir Animalia, burung ini sering diam-diam mendekati rumah atau area perkemahan untuk mencari barang menarik, lho! Mereka bisa dengan cepat menyambar sendok, kunci, perhiasan kecil, hingga bungkus makanan, lalu berlari ke semak-semak sebelum pemiliknya sadar. Kebiasaan inilah yang membuat weka terkenal sebagai pencuri kecil di Selandia Baru. Meski terdengar nakal, perilaku ini sebenarnya bagian dari insting eksplorasi alaminya sebagai burung yang cerdas dan oportunis.

7. Kini berstatus rentan dengan populasi yang terus menurun

Burung weka dan anak-anaknya
Burung weka dan anak-anaknya (commons.wikimedia.org/Akos Kokai)

Sayangnya, burung unik ini mengalami penurunan populasi dalam beberapa dekade terakhir. Weka masuk dalam kategori spesies rentan terancam punah atau vulnerable oleh IUCN. Dahulu, persebarannya sangat luas, mencakup di seluruh Pulau Utara, sebagian besar Pulau Selatan, serta beberapa pulau pesisir. Namun, kini wilayah sebaran mereka semakin menyempit dan terfragmentasi.

Ancaman mereka tidak hanya datang dari semakin sempitnya habitat, melainkan dari adanya predasi dari mamalia introduksi. Hewan seperti cerpelai, kucing liar, dan anjing kerap memangsa telur, anak burung, bahkan weka dewasa. Sebagai burung yang hidup di darat dan tidak bisa terbang, weka menjadi lebih rentan terhadap predator.

Itulah tujuh fakta mengenai weka, si burung endemik Selandia Baru yang punya rasa ingin tahu tinggi. Di balik tingkahnya yang unik, weka sedang menghadapi ancaman serius di alam liar. Kombinasi antara tekanan habitat dan predasi yang dihadapinya yang membuat tren populasi weka terus menurun. Upaya konservasi pun menjadi penting agar burung endemik Selandia Baru ini tidak semakin terancam di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More