Potret tanaman halfmens (commons.wikimedia.org/Daderot)
Keunikan halfmens ternyata juga menjadi pedang bermata dua. Berkat bentuknya yang aneh dan langka, tanaman ini jadi incaran para kolektor dan pemburu tanaman ilegal. Selain itu, ancaman lain datang dari pertambangan mineral, penggembalaan berlebihan, dan tanaman asing invasif yang mengganggu habitatnya. Kondisi ini menyebabkan halfmens masuk ke dalam daftar “Hampir Terancam” (Near Threatened) dalam Southern African Plant Red Data List.
Sebagai bentuk perlindungan, halfmens telah didaftarkan dalam Apendiks I dan II Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Liar yang Terancam Punah (CITES). Itu artinya perdagangan internasional tanaman ini sangat dibatasi dan memerlukan izin khusus. Salah satu populasi terbesarnya juga berada di Taman Nasional Richtersveld, yang menawarkan perlindungan di habitat alaminya.
Di balik tampilannya yang sederhana, halfmens menyimpan nilai ilmiah sekaligus budaya yang sama menariknya. Kisah rakyat, umur yang panjang, serta status konservasinya menambah alasan mengapa tanaman ini layak mendapat perhatian. Menjaga habitatnya berarti ikut melindungi keajaiban botani yang tumbuh di Afrika bagian selatan.
Referensi :
Rundel, P. W., Cowling, R. M., Esler, K. J., Mustart, P. M., Van Jaarsveld, E., & Bezuidenhout, H. (1995). Winter growth phenology and leaf orientation in Pachypodium namaquanum (Apocynaceae) in the succulent karoo of the Richtersveld, South Africa. Oecologia, 101(4), 472-477.