Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Canidae yang Kuat Hadapi Habitat Panas dan Kering
Rubah fennec (commons.wikimedia.org/Anass ERRIHANI)
  • Artikel membahas lima spesies rubah dari famili canidae yang mampu beradaptasi di habitat panas dan kering seperti gurun serta daerah semi-gurun di Afrika, Asia, dan Amerika Utara.
  • Setiap rubah memiliki ciri adaptif khas seperti telinga besar untuk melepas panas, bulu pelindung di kaki, warna tubuh menyerupai pasir, serta kemampuan menghemat air melalui perilaku dan fisiologi.
  • Rubah fennec, kit, bengal, pale, dan blanford menunjukkan keunggulan evolusioner dalam bertahan di suhu ekstrem dengan strategi unik sesuai lingkungan masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Canidae atau mudahnya mamalia yang mirip anjing mencakup banyak hewan seperti anjing domestik, jackal, coyote, serigala, rubah, anjing liar dll. Kebanyakan canidae adalah karnivora yang memiliki taring tajam. Untuk berkomunikasi, canidae mengandalkan suara, bahasa tubuh dan penanda bau.

Canidae merupakan famili hewan sangat umum ditemukan di seluruh dunia. Oleh karena itu, mereka dapat beradaptasi di berbagai habitat mulai dari hutan, padang rumput, daerah bersalju dengan suhu dingin dan gurun yang kering dan bersuhu panas.

Fokus pembahasan adalah para canidae yang bisa beradaptasi pada suhu panas dengan berbagai cara. Mari baca selengkapnya ya.

1. Rubah fennec

Rubah fennec (commons.wikimedia.org/kathrin_gaisser)

Rubah fennec hidup di Afrika Utara di mana geografi alaminya mayoritas gurun dan semi-gurun. Tak hanya di Afrika Utara, canidae ini tersebar di Sahara Barat, Mauritania hingga Sinai utara. Lingkungan gurun kering dan gundukan pasir bahkan menjadi habitat ideal rubah fennec.

Telinga rubah fennec yang besar dapat mengurangi panas tubuh berlebih terutama di hari terik. Warna bulunya seperti pasir dapat membantu memantulkan panas. Mereka mempunyai bulu tebal di telapak kaki untuk melindunginya dari panas gurun. Ginjalnya dapat beradaptasi untuk menghemat air, dilansir seaworld.org.

2. Rubah kit

Rubah kit (commons.wikimedia.org/USFWS Endangered Species)

Rubah kit adalah canidae berukuran kecil yang hidup di Amerika Utara. Hidup rubah kit sehari-hari adalah menghadapi gurun yang kering di Amerika Serikat barat daya dan Meksiko.

Rubah kit memiliki telinga besar yang berfungsi untuk menghilangkan panas tubuh agar tetap sejuk di tengah panasnya gurun. Bantalan telapak kaki berbulu digunakan oleh rubah untuk berjalan di atas pasar. Urinenya yang pekat untuk meminimalkan kehilangan air.

Rubah fennec dapat menjaga suhu tubuh tetap sejuk dan mampu menghemat air di dalam sarang bawah tanah pada siang hari yang panas. Rubah fennec melakukan hal yang praktis yakni memperoleh semua kelembapan dari mangsa yang dilahap, terang activewild.

3. Rubah bengal

Rubah bengal (commons.wikimedia.org/Mvshreeram)

Rumah asal rubah bengal yakni anak benua India meliputi India, Nepal dan Pakistan memiliki iklim yang panas dan kering di semi-gurun dan lingkungan kering lainnya. Telinga rubah bengal dirancang untuk menghadapi panas dan kering di habitatnya.

Omong-omong ciri fisik, rubah bengal memiliki moncong panjang dan bercak-bercak kecil berbulu hitam di bagian atas moncongnya. Beda dengan canidae lain, rubah bengal adalah omnivora yang memakan hewan seperti raya, semut, layar kumbang serta flora meliputi buah zer, jambu dan mangga.

4. Rubah pale

Rubah pale (commons.wikimedia.org/Mourad Harzallah)

Rubah pale hidup di Sahel yang berbatasan dengan Gurun Sahara beriklim panas dan kering. Persebaran rubah pale di negara-negara Afrika meliputi Nigeria, Kamerun, Chad, Mauritania, Senegal, Benin, Burkina Faso, Gambia, Mali dan Sudan.

Telinga besar adalah salah satu ciri menonjol dari rubah pale yang berfungsi untuk melepaskan panas saat suhu sedang panas. Tempat tinggal favoritnya adalah lahan kering berpasir dan berbatu.

Rubah pale aktif di malam hari untuk mencari mangsa karena di siang hari, mereka berada di sarang untuk menghindari terik matahari. Bulunya yang berwarna pasir membantu rubah untuk menyatu dengan lahan gurun.

5. Rubah blanford

Rubah blanford (commons.wikimedia.org/Eyal Bartov)

Rubah blanford ditemukan tersebar luas di daerah pegunungan kering di Semenanjung Arab. Jelasnya, rubah blanford ditemukan di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Israel, Yordania, Oman, Uni Emirat Arab, Iran, Yaman dan Sudan.

Seperti kebanyakan rubah spesialis daerah panas, rubah blanford juga memiliki telinga besar yang berfungsi untuk menghilangkan panas tubuhnya. Hal unik lain dari rubah blanford adalah mampu memanjat bebatuan dan melompat setinggi 3 m.

Sekarang kita tahu ternyata canidae yang kuat menghadapi panas dan keringnya habitat adalah rubah semua di list kali ini. Mereka semua memiliki telinga besar untuk meredam panas. Keren kan! Ini membuktikan bahwa spesies rubah mempunyai kelebihan dalam beradaptasi di suhu panas dan kering.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team