ilustrasi hutan (magnific.com/wirestock)
Setelah api padam, bukan berarti persoalan gajah langsung selesai begitu saja. Vegetasi yang menjadi sumber makanan membutuhkan waktu untuk tumbuh kembali, sementara struktur habitat yang terbakar juga perlu dipulihkan secara bertahap. Selama proses tersebut, gajah masih bisa menghadapi keterbatasan makanan, air, dan tempat berlindung, lho!
Dampak karhutla bagi gajah amatlah nyata sehingga kawasan tersebut perlu dipulihkan dengan memperhatikan kebutuhan gajah, mulai dari makanan, air, sampai ruang yang cukup untuk mereka bergerak dengan aman. Habitat yang masih tersisa juga perlu dijaga supaya gajah tetap punya tempat untuk bertahan sambil menunggu hutan kembali pulih. Nah, karena proses pemulihan gak bisa berlangsung sebentar, mencegah karhutla sejak awal tetap jadi cara terbaik agar gajah gak terus kehilangan rumahnya.
Referensi
“Can Humans and Elephants Coexist? A Review of the Conflict on Sumatra Island, Indonesia.” Diversity. Diakses Agustus 2026.
“Human-Elephant Conflict: A Review of Current Management Strategies and Future Directions.” Frontiers in Ecology and Evolution. Diakses Agustus 2026.
“Land-use change is associated with multi-century loss of elephant ecosystems in Asia.” Nature Communications. Diakses Agustus 2026.
“Living With Elephants: Evidence-Based Planning to Conserve Wild Elephants in a Megadiverse South East Asian Country.” Frontiers in Conservation Science. Diakses Agustus 2026.
“Spatiotemporal Distribution of Human–Elephant Conflict in Eastern Thailand: A Model-Based Assessment Using News Reports and Remotely Sensed Data.” Remote Sensing. Diakses Agustus 2026.