Hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Inland Waters menunjukkan bahwa Danau Batur merupakan danau polimiktik, yaitu danau yang mengalami pencampuran massa air beberapa kali dalam setahun.
Penelitian tersebut juga memperlihatkan bahwa proses oksidasi sulfida, respirasi organisme, serta dekomposisi bahan organik dapat mempercepat penurunan kadar oksigen ketika proses pencampuran berlangsung.
Meski merupakan proses alami, dampak pencampuran kolom air tidak selalu sama pada setiap kejadian. Kondisi cuaca, karakteristik fisik danau, kualitas air, hingga kondisi ekosistem saat pencampuran berlangsung menjadi faktor yang memengaruhi besarnya dampak terhadap kehidupan biota perairan.
Karena itu, BRIN menilai pemantauan kualitas air secara berkelanjutan menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman terhadap dinamika di perairan tersebut. Pemantauan meliputi pengukuran suhu, kadar oksigen terlarut, parameter meteorologi serta profil kualitas air pada berbagai kedalaman.
Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem peringatan dini sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pengelolaan danau yang adaptif dan berbasis bukti ilmiah.
BRIN menegaskan akan terus melakukan penelitian dan pemantauan terhadap dinamika Danau Batur guna menyediakan informasi ilmiah yang dapat mendukung pengambilan keputusan oleh pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan danau secara berkelanjutan.