Fisher (Pekania pennanti) di tengah guyuran salju. (ForestWander Nature Photography)
Pada akhirnya, habitat baru yang terbentuk oleh longsor salju melahirkan begitu banyak bentuk kehidupan. Bahkan, keanekaragaman hayati di jalur bekas longsoran salju jauh lebih beragam dari wilayah yang tak terusik oleh longsor salju. Studi yang dirilis Journal of Ornithology pada 2023 lalu menemukan kalau keanekaragaman burung lebih tinggi di jalur bekas longsoran salju, sekitar 62 spesies dibandingkan 55 spesies di habitat lain.
Gak cuma itu, karena terjadi perubahan mekanisme pada tanah dan hilangnya tajuk pohon, spesies tanaman spesialis lahan terbuka juga punya kesempatan untuk tumbuh. Hasilnya, keanekaragaman flora ikut meningkat. Hal ini tidak terjadi pada wilayah dengan pepohonan yang tidak terusik oleh longsor salju. Temuan ini dipublikasikan jurnal Biodiversity and Conservation pada 2011 lalu.
Jadi, memang benar bahwa longsor salju bersifat merusak. Namun, longsor salju juga punya dampak positif pada ekosistem. Longsor salju yang terjadi secara alami sebenarnya punya peran tak tergantikan dalam perkembangan ekosistem alami di wilayah pegunungan. Longsor salju merupakan bagian dari cara alam untuk menyeimbangkan.