Sepasang burung beo bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)
Kalau ada satu hal yang sama-sama dimiliki burung beo dan burung bayan, hal itu adalah kemampuan berceloteh. Ya, burung beo sangat pintar meniru suara-suara, termasuk suara manusia dengan akurasi dan kejelasan menakjubkan. Bahkan, menurut laman Animalia, kemampuan vokal burung beo biasa setara dengan burung nuri abu-abu afrika atau African grey parrot (Psittacus erithacus). Kemungkinan karena sama-sama pandai meniru suara, kita jadi sering salah menyebut burung bayan sebagai burung beo.
Gak cuma itu, kemampuan vokalnya bikin burung beo biasa jadi spesies burung beo yang paling banyak dikenal dan populer dijadikan burung sangkar. Sayangnya, popularitas ini bikin burung beo biasa banyak dieksploitasi. Anak-anak burung beo banyak ditangkap di alam liar dan diperdagangkan ke sana kemari. Mengutip laman Birds of the World, ekspoitasi seperti ini sudah mengakibatkan penurunan populasi yang cepat dan kepunahan lokal di banyak daerah, khususnya di Indonesia.
Nah, semoga fakta-fakta ini bisa meluruskan kekeliruan tentang penyebutan burung beo, ya. Dengan begini, kita bisa mengenal burung beo yang asli dan sadar akan perlunya pelestarian burung beo di Indonesia. Karena bagaimanapun juga, tempat terbaik bagi burung beo adalah di hutan, bukan di dalam sangkar.