Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Unik Burung Hornero, Tukang Bangunan Terampil di Dunia Burung

5 Fakta Unik Burung Hornero, Tukang Bangunan Terampil di Dunia Burung
Burung hornero berdiri di tanah. (commons.wikimedia.org/Ron Knight)
Intinya Sih
  • Burung hornero dikenal sebagai tukang bangunan karena membuat sarang berbentuk oven dari tanah liat yang sangat kokoh.

  • Burung ini berasal dari Amerika Selatan dan punya warna cokelat polos sebagai kamuflase dari predator.

  • Struktur sarang mereka dirancang rumit untuk melindungi telur dari predator dan biasanya hanya dipakai sekali.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sekilas, gak ada yang spesial dari burung-burung ini. Kamu mungkin mengira mereka hanya burung pengicau biasa. Warna bulu mereka cokelat polos. Namun, di balik kesederhanaan itu, ada kemampuan arsitektur yang gak kaleng-kaleng. Mereka adalah burung hornero.

Burung hornero merupakan jenis burung pengicau asli Amerika Selatan. Burung ini terkenal karena kemampuan membangun sarang besar kokoh dari tanah liat layaknya tukang bangunan. Bahkan, keuletan itu sampai muncul dalam cerita rakyat di Amerika Selatan. Yuk, kenalan dengan burung hornero!

1. Burung "oven" dari Amerika Selatan

Burung hornero berjalan di batang kayu.
Burung hornero berjalan di batang kayu. (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

Burung hornero merupakan jenis burung oven berukuran sedang dari Amerika Selatan. Burung oven yang dimaksud beda dari burung oven Seiurus aurocapilla yang tergolong burung tepus (warbler), ya. Burung oven ini pemakan serangga berwarna cokelat polos (burung tepus lebih berwarna-warni) yang hidup di berbagai jenis habitat di Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Di antara ratusan spesies burung oven, burung hornero paling dikenal karena bangun sarang berbentuk oven atau tungku tradisional dari tanah liat. Nama hornero berasal dari kata horno dalam bahasa Spanyol yang berarti 'oven'. Nama umum burung oven asalnya dari sarang berbentuk oven yang dibangun oleh burung hornero.

2. Jadi kebanggaan warga Argentina

Burung hornero di sarang.
Burung hornero di sarang. (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

Ada delapan spesies burung hornero yang dikelompokkan dalam genus Furnarius. Di antara spesies-spesies itu, spesies rufous hornero (F. rufus) merupakan yang paling terkenal. Rufous hornero memang mudah dijumpai, bahkan jadi burung nasional Argentina.

Burung rufous hornero sangat kental dengan budaya dan warga lokal Argentina. Seperti yang diterangkan laman BioExplorer, burung rufous hornero sering muncul dalam cerita rakyat Argentina. Di dalamnya, burung rufous hornero selalu digambarkan sebagai pekerja yang rajin, sesuai dengan keuletan si burung dalam membangun sarang.

3. Warna cokelat polos jadi kamuflase

Burung hornero membawa material sarang.
Burung hornero membawa material sarang. (commons.wikimedia.org/Luiz Lapa)

Kedelapan spesies burung hornero tampil sederhana dengan bulu berwarna kecokelatan yang seragam. Hanya spesies crested hornero saja yang agak mencolok karena punya jambul. Menurut laman Carolina Birds, warna cokelat polos bikin burung hornero bebas dari deteksi predator saat mencari makan.

Burung hornero merupakan burung semiterestrial. Mereka suka mencari makan di tanah. Dengan paruh kuat, burung-burung ini mengorek tanah dan serasah untuk mencari serangga dan berbagai jenis invertebrata yang tersedia. Burung hornero lumayan menarik perhatian pengamat burung karena sifat pemberani dan kicauan yang lantang.

4. Sarang berbentuk oven dibuat dari tanah liat

Burung hornero di dalam sarang.
Burung hornero di dalam sarang. (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

Ciri khas burung hornero yang paling dikenal ialah sarang berbentuk oven. Layaknya tukang bangunan yang terampil, burung hornero giat membangun sarang sedikit demi sedikit dari lumpur, tanah liat, dan serat tumbuhan. Semua material ini akan mengeras dan membentuk struktur berkubah yang kokoh.

Satu sarang bisa memerlukan waktu pembangunan hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, contohnya sarang rufous hornero. Menurut laman Oiseaux-Birds, rufous hornero perlu waktu 2—3 bulan untuk membangun sarang mereka. Sarang kompak dibangun bersama pasangan.

5. Sarang berbentuk oven efektif mencegah predator

tampilan sarang burung hornero di atas pohon
tampilan sarang burung hornero di atas pohon (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

Burung hornero gak sekadar membangun sarang yang kokoh. Di dalamnya, terdapat struktur antipredator. Struktur bagian dalam sarang burung hornero terbagi oleh dinding yang memisahkan area pintu masuk dari ruang bersarang.

Sarang burung hornero punya pintu masuk samping yang melengkung di belakang ruang bersarang. Untuk bisa menuju area bersarang, burung hornero harus melewati terowongan melengkung. Menurut laman Birds of the World, kerumitan ini bisa mencegah predator mengakses telur dan anak burung hornero di ruang bersarang.

Burung hornero juga gak menggunakan sarang untuk kedua kalinya. Mereka lebih suka membangun sarang baru dengan kerja keras. Sarang baru sering dibangun di atas sarang lama sehingga gak jarang 2 atau 3 sarang oven besar terlihat saling tumpuk jadi 1 di atas pohon. Sarang yang gak dipakai bisa digunakan oleh berbagai jenis burung lain.

Sungguh unik, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung hornero? Apa kamu tertarik untuk melihat hasil jerih payah dan keterampilan burung hornero dalam membangun sarang secara langsung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Science

See More