5 Fakta Unik dan Menarik Genus Lycodon, si Kecil Bergigi Serigala!

Mungkin kamu tidak terlalu akrab dengan genus Lycodon, bahkan bisa saja kamu baru pertama kali mendengar nama tersebut. Tidak mengherankan mengingat nama Lycodon memang tidak terlalu terkenal. Tapi walau namanya tidak terkenal nyatanya ular ini ada di sekitar kita, lho. Kamu bisa menemukannya di hutan, kebun, sawah, pepohonan, bebatuan, daerah lembab, sampai di dalam rumah.
Genus Lycodon sendiri merupakan ular tidak bisa berukuran kecil sampai sedang yang sangat suka memakan reptil kecil. Warnanya juga bervariasi mulai dari hijau, kemerahan, hitam, sampai cokelat. Tak cuma itu, ular bertubuh ramping dan panjang ini menyimpan segudang fakta unik. Sayangnya fakta-fakta tersebut jarang dibahas dan karena hal tersebut kita akan mengulik beberapa diantaranya secara mendalam!
1. Bentuk giginya serupa dengan gigi serigala

Nama Lycodon memiliki makna dan artinya tersendiri yang mana diambil dari bahasa Yunani kuno, jelas iNaturalist. Spesifiknya, nama tersebut diambil dari kata λύκος (lykos) yang berarti serigala dan οδόν (odon) yang berarti gigi. Jika digabungkan, makna dari kedua kata tersebut adalah gigi serigala. Nama gigi serigala juga bukan bualan karena merujuk pada gigi maxillary dan mandibular ular ini yang sangat mirip dengan gigi canine pada serigala. Artinya, gigi ular ini panjang, melengkung, dan tajam yang mana sangat berguna untuk menggigit dan mencengkeram mangsa.
2. Habitat utamanya adalah benua Asia

Dilansir Animalia, penyebaran genus Lycodon mencakup wilayah benua Asia mulai dari Asia Selatan sampai Asia Tenggara. Beberapa negara seperti India, Thailand, Myanmar, Laos, Cina, dan Indonesia jadi rumah bagi ular kecil ini. Habitatnya sendiri mencakup wilayah tropis yang banyak ditumbuhi pepohonan. Alhasil, ia sangat mudah ditemukan di hutan, kebun, sawah, semak-semak, daerah berkayu, dan daerah dataran tinggi.
Genus Lycodon sendiri termasuk ular arboreal, artinya aktivitas ular ini bergantung pada pepohonan dan tempat tinggi lainnya. Di atas pohon biasanya ular ini sering terlihat makan, beristirahat, bersembunyi dari predator, sampai berkembang biak. Gerakannya juga sangat gesit dan lincah, bahkan ia mampu menyelinap di lubang di pohon atau sela-sela di ranting yang sempit. Karena hal tersebut kamu tak boleh meremehkan ular ini walau ukurannya tak seberapa besar.
3. Terkenal karena sering memakan cecak di rumah

Genus Lycodon kerap disebut sebagai ular cecak dan penyebutan tersebut berangkat dari kebiasaannya memakan cecak. Mau itu cecak yang ada di kebun sampai cecak yang ada di rumah semuanya bisa dimakan ular ini, jelas Ecologyasia. Strategi berburunya juga sederhana di mana ia akan berkamuflase sembari mengawasi mangsanya. Saat jarak dengan mangsa sudah dekat nantinya ular ini akan menerkam dan melilit mangsa dengan tubuhnya yang panjang dan kuat.
Ular ini tidak berbisa, alhasil kesuksesan berburunya ditentukan oleh seberapa kuat cengkeramannya, seberapa cepat terkamannya, dan seberapa kuat lilitannya. Uniknya, karena suka memakan cecak ular ini cukup berguna bagi manusia, lho. Dengan kehadiran genus Lycodon di sekitar rumah populasi cecak bisa terkendali. Alhasil kamu tak perlu khawatir dengan kebiasaan cecak yang menjijikan seperti buang air besar sembarangan di lantai dan dinding.
4. Mampu mengeluarkan bau tak sedap saat merasa terancam

Laman Hong Kong Snake ID menjelaskan kalau secara umum genus Lycodon bukanlah ular yang agresif. Jika bertemu manusia ular ini biasanya akan lari atau kabur mencari tempat yang aman. Mereka hanya akan menyerang dalam keadaan tertentu, seperti saat terpojok atau saat tidak ada kesempatan untuk kabur. Itupun mereka tak akan langsung menyerang, melainkan ular ini akan melakukan pose defensif terlebih dahulu, yaitu dengan mengangkat kepala, menekuk leher, mendesis, dan menggerakkan ekor.
Nah, jika manusia tak kunjung pergi barulah ular ini mulai menyerang dan menggigit. Ular ini memang tidak berbisa, namun giginya yang tajam mampu melukai manusia. Selain itu ular ini juga bisa mengeluarkan bau tak sedap saat kamu menyentuhnya. Biasanya saat mengeluarkan bau tak sedap reptil ini juga akan mengeluarkan kotoran dari anus. Alhasil, setelah menyentuh ular ini kamu harus segera mencuci tangan bila tak ingin tanganmu bau dalam jangka waktu yang lama.
5. Beberapa spesies sangat mirip dengan ular weling yang berbisa tinggi dan berbahaya

Seperti genus lain, genus Lycodon terdiri dari berbagai spesies ular dengan ukuran dan warna yang bervariasi. Ada yang panjangnya hanya 30 centimeter namun ada juga yang bisa tumbuh hingga 90 centimeter. Terdapat juga genus Lycodon dengan tubuh berwarna cokelat, hitam, memiliki bercak, memiliki tutul di tubuh, sampai punya pola garis hitam putih yang menyerupai ular weling atau ular krait yang berbahaya, jelas Thai National Parks.
Spesifiknya, beberapa genus Lycodon yang menyerupai ular weling atau krait adalah Lycodon subcintus, Lycodon zawi, Lycodon chapaensis, dan Lycodon fascitaus. Kemiripan ini merupakan contoh dari mimikri batesian, yaitu mimikri yang dilakukan spesies tidak berbahaya dengan cara meniru ciri fisik spesies yang berbahaya. Fungsinya sudah jelas, yaitu untuk melindungi diri dari ancaman dan predator. Karena kemiripan ini kamu juga harus berhati-hati dan jangan sembarangan menyentuh ular yang kamu temui.
Bagaimanapun ukuran dan kandungan bisanya, ular tetaplah hewan yang sangat unik dan berbeda dari hewan lain. Hal ini sangat tercermin pada genus Lycodon yang walau tubuhnya kecil dan tidak berbisa ternyata ular ini menyimpan segudang keunikan. Pertama, bentuk giginya mirip gigi serigala. Kedua, penyebarannya mencakup wilayah benua Asia. Tak cuma itu, ular ini juga punya corak garis hitam putih yang sangat mirip dengan ular weling atau ular krait yang berbahaya.


















![[QUIZ] Dari Jenis Habitat Laut Pilihanmu, Ini Caramu Menghadapi Ketidakpastian](https://image.idntimes.com/post/20250315/pexels-james-lee-932763-2017089-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-f85c77fa314a0d1d7ef06b3c78cff2d0.jpg)
