Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Unik Mandar-dara, Burung Penuh Enigma dari Madagaskar
Kelompok burung mandar-dara subgurun bercengkerama di atas pohon. (commons.wikimedia.org//Gerry Zambonini)
  • Burung mandar-dara adalah burung endemik Madagaskar dengan tiga spesies unik yang sampai dibuatkan ordo tersendiri, Mesitornithiformes, karena keunikan morfologi dan garis keturunannya.
  • Setiap spesies mandar-dara menempati habitat berbeda di Madagaskar—dari hutan kering berduri hingga hutan lembap—membuatnya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.
  • Meski bisa terbang, burung ini lebih suka hidup di darat, berkelompok kecil, dan memiliki sistem pembiakan kooperatif yang menunjukkan perilaku sosial tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bicara tentang alam liar Madagaskar, gak lengkap kalau gak bahas hewan endemiknya. Hewan apa yang pertama muncul di benakmu? Lemur ekor-cincin? Fossa? Atau aye-aye? Namun, pernahkah kamu mendengar mandar-dara atau mesite?

Ya, burung mandar-dara atau mesite merupakan salah satu jenis burung asli Madagaskar. Tampilannya yang sederhana dan sifat malu-malunya bikin burung ini gak sepopuler hewan asli Madagaskar lainnya. Namun, jangan salah. Burung ini populer sebagai teka-teki taksonomi di kalangan peneliti, lho. Yuk, cari tahu lewat deretan fakta unik burung mandar-dara atau mesite berikut ini

1. Saking uniknya sampai dibuatkan ordo tersendiri

Burung mandar-dara subgurun bertengger di dahan pohon. (commons.wikimedia.org/Nigel Voaden)

Burung mandar-dara atau mesite merupakan jenis burung unik asli Madagaskar. Mereka cuma ada tiga spesies, yaitu mandar -dara subgurun atau subdesert mesite (Monias benschi), mandar-dara dada-putih atau white-breasted mesite (Mesitornis variegatus), dan mandar-dara cokelat atau brown mesite (M. unicolor). Jenis burung ini kelewat unik sampai dikelompokkan dalam ordo tersendiri, Mesitornithiformes.

2. Ahli ornitologi sempat bingung mengelompokkan burung ini

Sepasang burung mandar-dara dada-putih beristirahat di dahan pohon. (commons.wikimedia.org/Lennart Hudel)

Keluarga burung mandar-dara, Mesitornithidae, sempat jadi teka-teki di kalangan ornitolog. Mengutip laman Birds of the World, burung mandar-dara sempat dikira bagian dari ordo burung jenjang (Gruiformes). Namun, morfologi bilang kalau mereka kerabat burung gemak (Turnicidae), burung mandar (Rallidae), atau malah burung perandai (Charadriiformes).

Akhirnya, analisis bilang kalau burung mandar-dara berkerabat paling dekat dengan burung merpati (Columbidae) dan burung dara-pasir atau sandgrouse (Pteroclidae). Menurut informasi dari laman Oiseaux Birds, keluarga burung mandar-dara termasuk dalam garis keturunan yang sangat kuno.

3. Tiap spesies merupakan spesialis habitatnya masing-masing

Burung mandar-dara subgurun mencari makan. (commons.wikimedia.org/Ben Rackstraw)

Meski sama-sama tinggal di Madagaskar, ketiga spesies burung mandar-dara menghuni lingkungan yang beda-beda. Burung mandar-dara subgurun, misalnya. Menurut laman BioDB, ia hidup di hutan kering dan berduri di Madagaskar barat daya. Habitatnya ini sangat panas dan kering, serta ditumbuhi tanaman berduri.

Sebaliknya, burung mandar-dara cokelat menghuni hutan lebat yang lembap dan basah di Madagaskar timur. Sementara itu, burung mandar-dara dada-putih senang hutan gugur yang ada di Madagaskar barat laut, seringkali di daerah dekat sungai yang kaya makanan. Dikarenakan cuma ada di Madagaskar dan masing-masing punya habitat favorit, burung mandar-dara sangat rentan punah kalau ada perubahan lingkungan.

4. Warna simpel supaya bisa kamuflase

burung mandar-dara cokelat di habitat berhutan (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Umumnya, burung mandar-dara berwarna cokelat kemerahan dengan bintik-bintik gelap, serta ada garis-garis di kepala yang fungsinya untuk kamuflase di habitat masing-masing. Burung mandar-dara cokelat yang tinggal di hutan hujan tampil lebih simpel. Warnanya cokelat polos tanpa bintik-bintik ataupun garis-garis.

Tampilan burung mandar-dara genus Mesitornis sangat mirip merpati dengan kepala bulat kecil. Mereka juga terlihat sangat horizontal karena kepala dan ekor terentang sejajar dengan punggung. Agak beda, burung mandar-dara subgurun lebih mirip ajuk-ajuk penebah (thrasher) dari keluarga Mimidae. Kalau jalan, ia menganggukkan kepala sambil mengibaskan ekor kuat-kuat.

5. Punya sayap, tapi senang hidup di darat

Burung mandar-dara dada-putih mencari makan. (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Meski bisa terbang, sejatinya burung mandar-dara senang hidup di darat. Hari-harinya dihabiskan di lantai hutan untuk mencari makan. Mereka aktif di siang hari, berjalan pelan-pelan sambil mematuk dan mencakar serasah untuk mencari biji-bijian atau serangga. Kalau capek, mereka lompat ke cabang pohon rendah untuk istirahat.

6. Hidup dalam unit keluarga kecil bahagia

Sekelompok burung mandar-dara dada-putih beristirahat di dahan pohon. (commons.wikimedia.org/Lennart Hudel)

Burung mandar-dara sangat unik dari segi perilaku sosial. Alih-alih menyendiri, burung mandar-dara hidup dalam kelompok kecil. Kalau gak berpasangan, burung ini sering terlihat bersama keluarga kecil.

Hidup dalam kelompok memang menguntungkan bagi hewan mangsa seperti burung mandar-dara. Menurut penuturan laman Creagrus, kalau berhadapan dengan bahaya, salah seekor anggota kelompok bakal bertengger di dahan pohon. Lalu, ia duduk membeku bermenit-menit supaya anggota kelompok lain bisa lari menyelamatkan diri.

7. Tanamkan sistem pembiakan kooperatif

Kelompok burung mandar-dara subgurun nongkrong di dahan pohon. (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Bukti jiwa sosial burung mandar-dara juga terlihat saat musim bersarang. Pada genus Mesitornis, sepasang burung kompak mengerami telur dan mengasuh anakan. Pada burung mandar-dara subgurun, mereka menunjukkan perilaku pembiakan kooperatif alias cooperative breeding.

Saat umurnya baru sehari, anakan burung mandar-dara subgurun jatuh ke tanah dari sarangnya di dahan pohon rendah. Bukannya apa-apa. Anakan burung ini turun dari sarang supaya bisa diberi makan dan diasuh oleh semua anggota kelompok sampai bisa hidup mandiri.

Sungguh burung yang menarik, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung mandar-dara atau mesite? Apa kamu tertarik untuk melihat burung ini secara langsung di Madagaskar?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article