ilustrasi panjang umur (pexels.com/@longkg2000)
Peneliti menelusuri ribuan makalah sebelum menyaringnya menjadi 124 penelitian tentang orang yang berusia 100 tahun, semi-supercentenarian (berusia 105–109 tahun), dan supercentenarian (berusia 110 tahun ke atas) yang menyelidiki faktor-faktor yang terkait dengan umur panjang yang luar biasa.
Mereka kemudian mengelompokkan temuan-temuan tersebut ke dalam kategori-kategori luas. Sebagian berfokus pada biologi–genetika, epigenetika, perbaikan DNA, telomer, peradangan, metabolisme, fungsi mitokondria dan ketahanan kognitif.
Sementara yang lain meneliti gaya hidup, termasuk pola makan, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, kepribadian dan hubungan sosial.
Studi-studi biologis tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang berumur sangat panjang sering kali mengalami proses penuaan yang berbeda pada tingkat seluler.
Para peneliti berulang kali menemukan bukti adanya perbaikan DNA yang lebih efisien, mitokondria yang lebih sehat, pengendalian peradangan yang lebih baik, serta perbedaan metabolisme yang mungkin membantu melindungi dari penyakit terkait usia.
Faktor genetik juga berperan, meskipun tinjauan tersebut menekankan bahwa tidak ada 'gen umur panjang' tunggal yang ada.