Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ingin Hidup 100 Tahun? Penelitian Ini Buktikan Tak Ada Resep Rahasia
Ilustrasi kakek senyum (pixabay/murrrphoto)
  • Penelitian terhadap 124 studi selama 55 tahun menunjukkan tidak ada formula ajaib untuk hidup lebih dari 100 tahun; umur panjang dipengaruhi banyak faktor seperti gen, gaya hidup, dan keberuntungan.
  • Orang berusia 100 tahun cenderung memiliki perbaikan DNA efisien, metabolisme sehat, serta kebiasaan hidup aktif dan sosial yang kuat, namun tidak ditemukan satu gen atau strategi khusus penyebab umur panjang.
  • Para peneliti mengelompokkan centenarian menjadi escapers, delayers, dan survivors berdasarkan hubungan mereka dengan penyakit, menegaskan perlunya studi jangka panjang untuk membedakan penyebab nyata dari kebetulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peneliti tidak menemukan satu pun formula ajaib untuk manusia bisa hidup melampaui usia 100 tahun. Mereka telah meninjau 124 studi tentang orang berusia 100 tahun dan lebih dari 100 tahun yang telah diteliti selama 55 tahun.

Tinjauan yang diterbitkan dalam Discover Public Health ini menunjukkan bahwa umur panjang muncul dari pengaruh yang tak terhitung jumlahnya, mulai dari gen dan perbaikan DNA, pola makan dan tingkat aktivitas, hingga dukungan sosial dan terkait keberuntungan.

Tidak ada strategi mencapai usia 100 tahun

Orang-orang yang mencapai usia 100 tahun tidak memiliki strategi rahasia, melainkan hasil akumulasi keuntungan-keuntungan kecil sepanjang hidup mereka.

Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Para centenarian yang diteliti hanya mereka yang berhasil mencapai usia 100 tahun—bukan mereka yang jumlahnya jauh lebih banyak namun tidak berhasil mencapainya.

Hal ini membuat sulit untuk mengetahui apakah suatu sifat atau perilaku tertentu benar-benar membantu orang hidup lebih lama atau sekadar kebetulan umum yang ditemukan di kalangan mereka yang bertahan hidup.

Penyelidikan faktor-faktor yang terkait umur panjang

ilustrasi panjang umur (pexels.com/@longkg2000)

Peneliti menelusuri ribuan makalah sebelum menyaringnya menjadi 124 penelitian tentang orang yang berusia 100 tahun, semi-supercentenarian (berusia 105–109 tahun), dan supercentenarian (berusia 110 tahun ke atas) yang menyelidiki faktor-faktor yang terkait dengan umur panjang yang luar biasa.

Mereka kemudian mengelompokkan temuan-temuan tersebut ke dalam kategori-kategori luas. Sebagian berfokus pada biologi–genetika, epigenetika, perbaikan DNA, telomer, peradangan, metabolisme, fungsi mitokondria dan ketahanan kognitif.

Sementara yang lain meneliti gaya hidup, termasuk pola makan, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, kepribadian dan hubungan sosial.

Studi-studi biologis tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang berumur sangat panjang sering kali mengalami proses penuaan yang berbeda pada tingkat seluler.

Para peneliti berulang kali menemukan bukti adanya perbaikan DNA yang lebih efisien, mitokondria yang lebih sehat, pengendalian peradangan yang lebih baik, serta perbedaan metabolisme yang mungkin membantu melindungi dari penyakit terkait usia.

Faktor genetik juga berperan, meskipun tinjauan tersebut menekankan bahwa tidak ada 'gen umur panjang' tunggal yang ada.

Kenapa centenarian bisa hidup lebih lama?

Di berbagai populasi, para centenarian cenderung mengonsumsi pola makan yang sebagian besar berbasis nabati, tetap aktif secara fisik melalui aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki dan berkebun, menghindari merokok serta menjaga ikatan sosial dan keluarga yang kuat.

Ciri-ciri kepribadian seperti ketangguhan dan tingkat neurotisisme yang lebih rendah juga menjadi hal yang konsisten ditemukan.

Salah satu temuan yang paling mencolok berkaitan dengan penyakit. Orang yang berusia 100 tahun ke atas tidak sepenuhnya terhindar dari penyakit, tetapi banyak di antara mereka yang tampaknya menunda timbulnya penyakit hingga jauh lebih lambat daripada rata-rata.

Namun, tidak semua orang mengikuti pola tersebut. Beberapa orang yang menua secara luar biasa mengalami penyakit terkait usia jauh lebih awal daripada rata-rata, tetapi kemudian berhasil hidup dengan penyakit tersebut selama puluhan tahun.

Hubungan usia dengan penyakit

ilustrasi menua (pexels.com/Wellness Gallery Catalyst Foundation)

Para peneliti mengklasifikasikan orang yang berusia 100 tahun ke atas ke dalam tiga kelompok berdasarkan hubungan mereka dengan penyakit:

  • Escapers: Sama sekali terhindar dari penyakit serius terkait usia.

  • Delayers: Mengalaminya jauh lebih lambat daripada rata-rata.

  • Survivors: Mengalami penyakit lebih awal tetapi hidup dengannya selama bertahun-tahun.

Semua ini menggambarkan gambaran umur panjang yang menjanjikan. Hanya sebagian kecil dari populasi yang hidup hingga usia 100 tahun memiliki gen, pola makan, kepribadian, atau kebiasaan yang sama, namun meninggal puluhan tahun lebih awal.

Tinjauan ini tidak dapat memastikan apakah salah satu dari faktor-faktor tersebut benar-benar menjadi penyebab umur panjang yang luar biasa. Studi menyoroti celah terbesar dalam penelitian umur panjang, terutama kebutuhan akan studi jangka panjang yang dapat membedakan antara penyebab dan kebetulan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article