Burung Jalak Bali (commons.wikimedia.org/KCZooFan)
Lingkar mata biru yang ada pada jalak Bali juga memiliki fungsi yang berkaitan dengan sistem penglihatannya. Berbeda dengan bagian wajah yang ditutupi bulu, kulit di sekitar mata dibiarkan terbuka sehingga tidak menghalangi bidang pandang. Area ini juga lebih peka terhadap perubahan intensitas cahaya ketika burung bergerak dari tempat terbuka menuju bawah kanopi hutan atau sebaliknya.
Kemampuan tersebut membantu jalak bali menyesuaikan penglihatannya saat mencari buah, serangga, maupun biji-bijian di berbagai kondisi pencahayaan. Dengan penglihatan yang tetap optimal, burung ini dapat lebih mudah mengenali lingkungan, mendeteksi pergerakan di sekitarnya, serta terbang dengan lebih akurat di antara pepohonan. Burung pemakan buah seperti jalak Bali sangat mengandalkan ketajaman penglihatan untuk mengenali warna buah yang telah matang sekaligus menghindari ancaman predator saat mencari makan.
Jalak Bali punya lingkar mata biru sebagai ciri khas yang membedakannya dengan jalak lain. Keunikan anatomi ini menunjukkan bahwa banyak karakter fisik pada burung, salah satunya adalah jalak Bali, tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kelangsungan hidupnya di alam. Tak heran jika jalak bali dikenal sebagai salah satu burung endemik Indonesia dengan karakteristik yang paling unik sekaligus mudah dikenali.