Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Kucing Tiba-tiba Berhenti Mengeong? Ini Alasannya
kucing sedih (unsplash.com/Alice)
  • Kucing yang mendadak berhenti mengeong dapat terkait stres atau gangguan kesehatan, seperti infeksi virus, masalah pernapasan dan laring, diabetes, penyakit ginjal, hingga kanker.
  • Diam selama beberapa jam atau satu hari masih normal. Namun, jika berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu, terutama disertai lesu, pilek, nafsu makan turun, atau berat badan menyusut, perlu diperiksa dokter hewan.
  • Pencegahan mencakup menjaga makanan, kebersihan tubuh dan kandang, pemberian suplemen, menghindari kucing berkeliaran, serta memastikan kucing tidak stres agar kesehatannya terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
beberapa jam atau satu hari

Kucing yang berhenti mengeong dalam durasi ini dinilai normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

selama beberapa hari

Berhenti mengeong dalam durasi ini disebut tidak berbahaya, tetapi kucing yang sakit dapat terlihat lemas dan kurang aktif.

selama beberapa hari hingga minggu

Kucing yang tetap tidak mengeong dalam periode ini perlu diwaspadai karena mungkin sedang sakit dan harus diperiksakan ke dokter.

Dalam jangka panjang

Jika penyebabnya penyakit dan dibiarkan, kucing dapat bertingkah aneh, tidak merespons, terlihat kesakitan, hingga meninggal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kucing bisa tiba-tiba tidak mengeong karena lelah, stres, atau sakit. Kalau cuma beberapa jam atau satu hari, biasanya tidak apa-apa. Tapi kalau lama, kucing bisa punya masalah seperti pilek, susah napas, atau sakit lain. Jika kucing lemas, tidak mau makan, atau makin diam, pemilik harus membawanya ke dokter hewan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perubahan kebiasaan mengeong dapat menjadi kesempatan bagi pemilik untuk lebih peka terhadap kondisi kucing. Artikel ini juga menegaskan bahwa diam dalam beberapa jam atau sehari bisa menjadi hal normal pada kucing sehat, sementara perhatian pada makanan, kebersihan, kenyamanan, dan ketenangan membantu pemilik merawatnya dengan lebih terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kucing atau kucing domestik (Felis catus) merupakan hewan yang cukup vokal. Khususnya ketika dipelihara, kucing sering mengeluarkan suara dengan cara mengeong. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menarik perhatian majikan, meminta makanan, mengisyaratkan sesuatu, atau berkomunikasi dengan kucing lain.

Namun, ada kalanya kucing tiba-tiba berhenti mengeong. Alasannya ada banyak, mulai dari merasa stres hingga terserang penyakit. Jika hanya terjadi selama beberapa hari hal tersebut tak berbahaya. Di sisi lain, kamu harus memeriksakan anabul ke dokter hewan jika ia tak mengeong dalam waktu lama. Kita ulik selengkapnya di bawah ini, yuk.

1. Mengapa kucing tiba-tiba berhenti mengeong?

kucing (unsplash.com/Manja Vitolic)

Laman Cats.com menjelaskan bahwa kucing yang tiba-tiba berhenti mengeong merupakan tanda masalah kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang harus diwaspadai adalah stres, infeksi virus, letargi, masalah pernafasan, masalah pada laring, diabetes, penyakit ginjal, hingga kanker. Jika memang memiliki masalah kesehatan, kucing yang tiba-tiba berhenti mengeong juga akan memunculkan gejala lain seperti berkurangnya nafsu makan, bersin, pilek, menjadi kurang aktif, dan penurunan berat badan.

2. Apakah kucing tiba-tiba berhenti mengeong normal?

kucing (unsplash.com/Mikhail Vasilyev)

Jika kucing hanya berhenti mengeong selama beberapa jam atau satu hari maka kamu tak perlu khawatir. Hal tersebut sangat normal karena sejatinya kucing adalah hewan penyendiri yang tak terlalu vokal kepada sesamanya. Sebaliknya, laman The Spruce Pets menjelaskan bahwa kucing yang tak mengeong dalam waktu lama justru harus diwaspadai. Jika hal tersebut terjadi selama beberapa hari hingga minggu maka ada kemungkinan kucing sedang sakit. Sebagai pemiliknya kamu harus membawa kucing ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

3. Efek kucing yang tiba-tiba berhenti mengeong

kucing (unsplash.com/Pacto Visual)

Bagi kucing yang sehat, berhenti mengeong tak akan memberikan dampak apa pun. Kucing hanya menjadi lebih tenang, pendiam, dan terkadang tak ingin diganggu karena ia sedang lelah. Namun, jika berhenti mengeong karena penyakit maka efeknya bisa sangat fatal. Pertama akan muncul efek atau gejala ringan seperti kucing menjadi kurang aktif dan terlihat lemas selama beberapa hari. Jika dibiarkan kucing akan mulai batuk, nafsu makannya berkurang, dan suaranya berubah. Dalam jangka panjang, kucing akan bertingkah aneh, tidak bisa merespon, kucing terlihat kesakitan, bahkan bisa meregang nyawa.

4. Cara mencegah kucing tiba-tiba berhenti mengeong

kucing (unsplash.com/Ludemeula Fernandes)

Karena merujuk ke masalah kesehatan, maka kamu harus memperhatikan bagaimana cara merawat kucing agar ia tetap sehat dan bisa mengeong secara natural. Hal pertama adalah perhatikan makanannya. Tak hanya itu, mandikan dan bersihkan bulu kucing secara rutin. Pemberian suplemen seperti vitamin juga penting agar sistem imun kucing berjalan dengan optimal. Hindari juga membiarkan kucing berkeliaran di luar rumah agar terhindar dari bakteri dan virus yang berbahaya. Terakhir, pastikan kucing tidak stres dan berikan kandang yang bersih.

Kamu harus menangani kucing yang tiba-tiba berhenti mengeong dengan tenang. Pastikan penyebabnya, cari tahu kondisinya, dan kemudian lakukan upaya penanganan. Ketenangan adalah hal yang sangat penting agar penanganan masalah pada kucing bisa berjalan dengan baik. Jika panik maka kondisi akan bertambah buruk dan nyawa kucing bisa menjadi taruhannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article