Pada tanggal 12 Agustus 2026 yang lalu sejumlah wilayah seperti: Samudra Atlantik, Greenland, Islandia, Rusia utara, Spanyol dan sebagian kecil wilayah Portugal menyaksikan fenomena astronomi gerhana Matahari total yakni sebuah fenomena ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi dalam satu garis lurus untuk beberapa saat. Selama berlangsungnya fenomena tersebut cahaya Matahari ke Bumi untuk beberapa saat terhalang sehingga menjadikan siang hari seperti pada waktu malam hari. Fenomena langit ini selalu menarik perhatian para ilmuwan untuk menelitinya.
Untuk meneliti secara lebih detail fenomena astronomi tersebut, selain pengamatan visual dari darat, NASA juga melakukan pengamatan dari ketinggian tinggi (high altitude) dengan meluncurkan salah satu pesawat jet modifikasi uniknya yang berfungsi sebagai platform penelitian fenomena alam di udara yakni: WB-57 (varian WB-57F). Menurut laman NASA, WB-57 adalah pesawat jarak jauh dengan konfigurasi sayap tengah (mid-wing) yang dapat beroperasi dalam waktu lama, mulai dari ketinggian di atas permukaan laut hingga ketinggian ekstrem di atas 60.000 kaki (18.000-an m).
Ingin tahu lebih lanjut mengenai fakta unik pesawat yang menjadi andalan untuk memburu gerhana Matahari ini? Simak empat fakta menariknya berikut ini, yuk!
